Breaking News

Awalnya Dikira Menghayal, Namun Sekarang Kebun Bunga Matahari Telaga Kodok Jadi Mata Pencaharian Baru Remaja Masjid

AMBON,N25NEWS.COM – Lahan seluas seperempat hektar di Dusun Telaga Kodok,Desa Hitu Lama Kecamatan Leihittu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Pulau Ambon.saat ini menjadi objek wisata baru di pulau Ambon bahkan menjadi objek wisata bunga pertama di Maluku dan  menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat popular di Kota  Ambon dan sekitarnya.

Menurut pemilik lahan Nasarudin Bin Taher (49) bahwa konsep awal Kebun bunganya hanya untuk mengusir hama ,namun ketika anak-anaknya memposting kebun bunga tersebut di media sosial (facebook) tiba-tiba menjadi viral.

“Saya sebelumnya tidak menyangka taman bunga matahari yang ditanam ini menjadi viral,sebab awalnya ketika saya menyampaikan konsep ini kepada beberapa petani,mereka dan warga mengatakan saya sedang menghayal,bahkan istri saya pun jaga mencegah saya dengan rencana ini,”kata Nasarudin saat ditemui oleh N25NEWS.COM belum lama ini.

Kata Nasarudin,Jumlah tanaman bunga matahari  sekarang ini ada   sekitar 1.800 mendekati 2000 an.

Pengunjung yang datang ke kebun matahari ini,pemiliknya mematok harga Rp.5.000,namun untuk hari sabtu dan minggu harga masuknya Rp.10.000,pengunjug bebas berfoto-foto sepuasaya,bukan itu saja pengunjung dapat juga menikmati spot-spot lainnya seperti berbagai kuliner yang sudah disiapkan pemilik taman yang dibantu oleh para Remaja Mesjid.

Kebun bunga matahari yang dibuat Nasarudin ini selain viral,ternyata juga mendatangkan keuntungan yang cukup untuk kebutuhan ekonomi keluarga.Pendapatannya juga bervariasi,sehari keuntungan yang didapat mencapai Rp.1 juta sampai Rp.2 juta,bahkan usaha ini juga membuka lowongan bagi masyarakat setempat membuka usaha-usaha,serta anak-anak muda juga bisa menuangkan kreatifnya.

“Sebenarnya ada hal-hal kita bisa buat untuk mendatangkan penghasilan selain pertanian,sehingga mungkin pola usaha tidak hanya monoton ke sayuran saja.sehingga apa yang sudah saya buat ini, petani-petani lain bisa ikut membudidaya tanaman bunga juga atau bisa mencari pola-pola pertanian lainnya,”jelas Nasarudin yang juga Ketua Asosiasi Petani Organik Pulau Ambon ini,

Selain itu tambah Nasarudin,dalam mengembangkan kebun bunganya,ada  pengusaha yang menawarkan kerjasama selain menanam bunga seperti saat ini bisa menanam bunga dengan pola lain yaitu  jenis bunga-bunga potong untuk pembuatan krans bunga.

Namun demikian ada hal  yang paling penting yang perlu di benahi dan menjadi keluhan pengunjung yaitu akses jalan ke kebun bunga  sekitar 300 m lebih,memang kalau tidak hujan tidak ada masalah tapi kalau hujan,jalannya sangat becek dan menghambat perjalanan para pengunjung.

“Untuk itu secara pribadi saya sebagai pengelola berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa agar dapat menfasilitasi akses jalan,sebab kehadiran obyek wisata ini juga telah merubah semua pemikiran publik yang selama ini mengidentikkan Maluku khususnya Ambon, tempat liburannya hanya di pantai,”tandas Nasarudin yang biasa disapa pak Nasar.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor      : Redaksi

About admin