Home / Pendidikan / Diklat BST BP2IP Sorong Tidak Sesuai Stadar IMO

Diklat BST BP2IP Sorong Tidak Sesuai Stadar IMO

AMBON,N25NEWS.COM – Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Basic Safety Traning(BST) yang dilaksanakan Balai Pendidika  da  Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong yang berlangsung di aula Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon tidak sesuai dengan standar Internasional Meteorologi Organization (IMO).

Pasalnya dari kurang lebih 480 peserta yang mengikuti BST hanya menggunakan satu ruangan.Sementara sesuai standar IMO proses pelatihan BST semestinya setiap ruangan  hanya bisa ditempati 30 orang peserta dan tidak bisa lebih, sehingga pencapaian BST bisa lebih maksimal sesuai standar yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Meskipun pelaksanaan BST oleh BP2IP Sorong berlangsung selama delapan hari seperti yang dikatakan Heri selaku panita, tapi standar pelaksanaanya tidak sesuai dengan standar IMO.

Kepada wartawan koordinator panitia BST dari BP2IP Sorong Arifianto di SUPM Waiheru Ambon, Selasa(23/10) mengakui kalau BST yang dilaksanakan pihaknya tidak menggunakan standar IMO sehingga terapannya disesuaikan dengan kondisi yang ada, mengingat keterbatasan ruangan yang ada di SUPM

Meskipun BST dilaksanakan dalam satu ruangan, tetapi peserta dibagi perkelompok, sama halnya dengan waktu praktek nanti.

Dikatakan, kalau BST yang dilaksanakan di Ambon merupakan program pemerintah pusat sesuai instrukai Presiden RI Joko Widodo, sehingga masyarkat diberi kesempatan mengikuti BST dan mendapat sertifikat BST secara gratis, sehingga dengan sertifikat tersebut masyarakat lebih berusaha atau bekerja dibidang kelautan.

“Kegiatan BST ini sifatnya umum dengan menggunakan standar yang bekerja sama dengan BP3 yang posisi standarnya sudah prof kualitas,”katanya.

Ia juga mengakui kalau BST yang diterapkan tidak seauai dengan standar MIO yang mana ruang yang digunakan, peserta tidal dibagi 30 orang per ruang, tapi terkumpul dalam satu ruangan namun dalam pembelajaran disesuakian dengan mata pelajaran masing-masing.

“Nanti posisinya gini, setiap kelompok atau kelas  kita akan maksimalkan diprakteknya, sehingga setiap 30 orang kita akan absenkan sesuai kelas atau kelompok masing-masing, meskipun tidak menggunakan satu ruangan,”ungkapnya.

Terlepas dari itu  mengutip peraturan

Kementrian perhubungan direktorat jendral perhubungan laut  nomor HK.103/2/4/DJPL-14 tentang petunjuk teknis penerbitan pengesahan program diklat kepelautan pada lembaga diklat program pelatihan dasar keselamatan atau BST, telah dijelaskan kalau setip diklat BST.harus.diterapkan sesuai standar internasional atai IMO sehingga hasil yang dicapai akan lebih maksimal sesuai apa yang diharpakan.

Oleh : Gali Markalin

About admin

Check Also

Satgas TMMD Ke-103 Beri Penyuluhan Tentang Rekrutmen TNI-AD

AMBON,N25NEWS.COM – Dalam rangka kegiatan non fisik Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) …