Disperindag Rutin Awasi Barang Pangan Olahan

AMBON,N25NEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, sebelum dan selama bulan suci Ramadhan tetap melakukan rutinitas pengawasan terhadap barang pangan olahan diberbagai toko dan swalayan di Kota Ambon.

Kepada awak media di Ambon, Rabu(8/5) Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tatib Niaga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta mengatakan, kalau pihaknya sebelum dan memasuki bulan Puasa ini, telah melakukan pengawasan terhadap barang pangan olahan sebanyak empat kali.

“Sebelum masuk dalam bulan Puasa ini, kita telah melaksanakan pengawasan, sebanyak empat kali, pengawasan yang kita lakukan ini, khusus kepada barang pangan olahan yang dijual para pelaku usaha di Kota Ambon,” ujarnya.

Sementara didalam bulan Puasa ini, menurut Yahya, pengawasan dilakukan dua kali dalam seminggu. Bahkan pengawasan ini dilaksanakan sampai menjelang Lebaran nanti, dan barang pangan olahan yang kita awasi ini berkaitan dengan SNI.

“Kita fokus terhadap beberapa jenis pangan olahan, misalnya terigu, gula pasir, minyak goreng, juga air minum mineral dalam kemasan, kemudian kopi bubuk, coklat dan Biscuit,” rincinya.

Dimana dalam pengawasan, dan jika terdapat barang-barang pangan olahan ditemukan di lapangan, dalam hal ini masih dijual para pelaku usaha dan tidak berlebel SNI, maka, saat itu, langsung kita melalukan pembinaan kepada para pelaku usaha, agar tidak menjual barang-barang yang tidak ber-SNI.
Namun, kata Yahya, dalam pengawasan sudah sangat baik. Karena banyak pelaku usaha yang sudah menjual barang pangan olahan ber-SNI Wajib.

“Memang ada satu barang pangan olahan yang dijual pelaku usaha yang tidak ber-SNI. Pangan olahan tersebut adalah Biscuit. Namun untuk Biscuit ini sesuai pantauan untuk pemberlakuan SNI masih ditundah, sehingga para pelaku usaha masih menjual Biscuit yang tidak ber-SNI. Intinya untuk Biscuit ini masih ditunda pemberlakuan SNI-nya, jadi masih bisa dikonsumsi oleh konsumen, sehingga para pelaku usaha juga masih menjualnya,” katanya.

Yang intinya, untuk pengawasan terhadap barang pangan olahan ini, lanjut Yahya, bukan baru pertama kali, akan tetapi terus dilakukan bahkan rutin dilakukan setiap tahun.

“Koordinasi dengan Kabupatan/Kota tetap dilaksanan, akan tetapi fungsi pengawasan ini kan sudah diambil ahli oleh kami (Disperindag-Red) Provinsi, dengan pemberlakuan UU Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pengawasan, sehingga menjadi perhatian kami, didalam melakukan pengawasan ke-Kabupaten/Kota lain, selain Kota Ambon, disesuaikan dengan Anggaran dari Provinsi, sehingga wilayah-wilayah di Kabupaten/Kota lainya dilakukan pengawasan juga, namun hanya satu kali dalam setahun,” ungkapnya.

Reporter : Rohim

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Pasca Gempa Harga Bahan Pokok Di Pasar Ambon Stabil

AMBON,25NEWS.com-Pasca gempa bumi di Ambon 6,8 magnitudo tidak berpengaru pada harga kebutuhan pokok di beberapa …

×

N25NEWS.com