Doni Monardo,Sosialisasi Pandemi Covid-19 Harus Berbasis Kearifan Lokal

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan bahwa masih perlu adanya sosialisasi akan pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

Hal ini perlu  di lakukan kata Munardo  karena selama pandemi Covid-19 muncul istilah-istilah asing,selain  bagaimana cara pencegahan, bagaimana proses transmisi, hingga protokol kesehatan yang benar.

“Untuk itu kami  mengajak semua komponen masyarakat di seluruh daerah untuk bisa menjelaskan tentang Covid-19 kepada masyarakat dengan berbasis kearifan lokal bahkan menggunakan bahasa daerah saat, apa itu physical distancing, social distancing bahkan sekarang apa itu new normal,” jelas Doni kepada awak media saat pers konfrens di kantor Gubernur Maluku,senin (6/7).

Doni bahkan menyampaikan bahwa ada masyarakat yang mengartikan new normal sebagai kondisi yang sudah berjalan normal, atau dalam artian pandemi sudah berakhir.

“Bahwa sampai hari ini pandemi belum berakhir itu yang senantiasa yang harus kita kampanyekan. Setiap detik setiap saat menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan,” imbuhnya.

Doni bahkan menambahkan,Covid-19 adalah malaiekat pencabut nyawa,bagi mereka yang rentan,lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan dan memang virus ini adalah penyakit yang relatif lebih aman dari pada mereka yang sehat.

Baca juga :   Kembali Lagi Yayasan Indah Binaan Hambra Salurkan 50 Ekor Hewan Qurban ke SBB

“Jadi isu Covid ini adalah rekayasa tolong sama-sama dibantah bukan hanya oleh pempemerintah pusat ,bukan hanya menteri kesehatan tetapi semua komponen bangsa ini harus menjelaskan kepada rakyat,sebab korban jiwa di dunia sudah lebih dari setengah juta orang dan lebih dari 500 ribu orang yang telah meninggal dunia,”jelas Doni.

Doni tegaskan,Maluku memiliki modal utama untuk terbebas dari Covid-19,karena masyarakatnya memiliki budaya yang berguna seperti kebiasaan bernyannyi.Olehnya dengan tetap bahagia,sehat maka imunitasnya tinggi,yang kalau toh terpapar mungkin tidak terinfeksi,kalaupun terinfeksi belum tentu menunjukan gejala tetapi telah posetif,kelompok ini adalah orang tanpa gejala.

“Untuk itu,saya berharap dan ini harus menjadi pedoman kita semua bahwa Covid-19 bisa ditularkan oleh orang-orang yang tidak ada gejala,tadi pak gubernur Maluku menjelaskan 17 orang meninggal itu tanpa gejala,jadi supaya ini menjadi catatan kita agar tidak sepelehkan virus corona,”tandas Doni.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor : Redaksi

Check Also

PLN Luncurkan Program Diskon Tambah Daya Listrik “Super Wow” Dapat Tanggapan Positif Dari Masyarakat

AMBON,N25NEWS.com – Dalam rangkah menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 17 Agustus mendatang PLN meluncurkan …