Home / Parlementer / DPRD Nilai Pelayanan PLN Ambon Masih Buruk

DPRD Nilai Pelayanan PLN Ambon Masih Buruk

AMBON,N25NEWS.COM – DPRD  menilai pelayanan PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ambon masih buruk. Itu terbukti masih kerap terjadi byarpet (mati lampu mendadak) pelanggan PLN di rumah warga.

“Kalau soal catatan PLN khususnya Area Ambon, saya mencatat, klau ini.penyakit yang bukan hanya terjadi tahun ini sja, tetapi sudah terjadi berapa pengalaman sebelumnya dan jawabannya hanya itu saja, sehingga sering mengganggu aktifitas pemerintahan dan masyarakat, pelanggang listrik,”ungkap anggota komisi II DPRD Kota Ambon Tito Laturiuy pada wartwan di Ambon,Senin(7/5/2018).

Ia mengakui kalau secara internal DPRD sudah melakukan rapat yangbmembahas tentang persoalan PLN di Kota Ambon, untuk selanjutnya akan dilakukan rapat kerja bersama, khususnya membahas berbagai persoalan menjelang bulan suci Ramadhan yang sudah semakin dekat.

“Hari ini, sebetulnya kita sudah lakukan dengan mitra kita dari Disprindag Kota Ambon untuk turun langsung kelapangan khususnya di pasar,”akuinya.

Menurutnya, soal mati listrik sangat wajar bila terjadi. Tapi jangan keseringan. Hal ini akan merugikan masyarakat. Tapi biasanya, bila akan ada mati listrik sementara ada pemberitahuan dulu dari PLN.

Selain soal byarpet yang masih terjadi, PLN Area Ambon juga kerap mendengar pencatatan listrik seperti sistem tembak. Artinya tidak sesuai dengan penggunaan sesungguhnya.

“Memang harus ada pengaduan dari masyarakat. Kemudian akan kami tindak,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam sistem tembak ini, pelanggan harus membayar lebih dari pemakaiannya. Walau pun sudah menggunakan sistem foto. Pihaknya akan memeriksa hal itu. Kemudian yang menjadi korban, maka pembayarannya akan dikembalikan.

Sementara menyangkut dengan ganguan yang terjadi pemadaman secara tiba-tiba akibat faktor alam seperti ranting pohon yang berdekatan dengan jaringan SUTM tegangan 70 KV, sering terjadi benturan dengan pemerintah atau masyarakat pemilik pohon yang tidak mau pohonya ditebang.

Baca juga :   Kelaparan di Pulau Seram, DPRD Heran

Akibatnya PLN pernah mengusulkan untuk Pemerintah Kota bisa mengeluarkan Perda yang bisa menjamin aktifitas PLN melakukan penebNgan pohon yang dekat dengam jaringan SUTM.

“Biasanya kalau ada sinergitas antara Pemkot Ambon dengan PLN, persoalan ini tidak perlu harus terjadi, sehingga jika ada pohon yang sudah berdekatan dengan PLN sudah harus ada langka penertiban.

Selain itu catatan buruk PLN yang masih menjadi PR bagi DPRD, kalau sejauh ini  belum ada penyampaiam resmi dari PLN menyangkut kapasutas besar KWH yang dipakai warga Kota Ambon sudah bisa menjamin dengan daya mampu yang tersedia di PLN.Sebab sampai tahun 2015 kemarin info yang diterim, kalau kapasitas yang terpkai hampir sama dengan daya mampu yang dihasilkan PLN.

“Kalau kita mengacu.dari.pengalaman tahun 2015 kemarin, itu sangat beresiko sekali , sehingga dalam keadan tertentu harus ada pemadaman dimana-mana, meskipum ada warga yang bisa memahami, tapi sebetulnya sudah mengganggu aktifitas masyarakat.

“Intinya persoalan ini kami di DPRD pasti menyikapi berbagai keluhan dari masyarakat, untuk selanjutnya akan panggil PLN,.meskipun kami dari komisi II juga sudah pernah membahas soal kinerja PLN Area Ambon yang semakin hari semakin buruk,”tegasnya

Dikatakan, secara internal di PLN,DPRD tidak tahu secara persis apa yang terjadi, apakah itu persoalan menagamen atau pimpinan PLN Ambon sendiri yang kurang serius dala menjalankan tugas dan tanggungjawab

Sebab info terkahir pimpinan PLN kabarnya sering mengalami ganguan kesehatan dan jika hal itu betul apa adanya, selaku pimpiman PLN wilayah Maluku sudah harus bisa mengevaluasi kinerja bawahannya, sehingga pelayanan pelanggang PLN tidak lagi tergganggu.

“Intinya harus ada evaluasi dari GM PLN Maluku terhadap bawahannya di PLN Area Ambon,”arahannya.

About admin

Check Also

Persoalan Status Negeri Lokki, Maspaitella Mintakan Ketua Banleg DPRD SBB diGantikan.

SBB,N25NEWS.COM – Perdebatan soal Ranperda untuk menetapkan status negeri yang dibuat oleh Anggota DPRD SBB …