DPW AGPAII Maluku Diminta Ubah Karakter Pendidikan

AMBON,N25NEWS.com -Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia ( AGPAII) Provinsi Maluku masa bakti 2019-2024 yang didalamnya terdapat Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI)M diminta untuk dapat melakukan perubahan karakter pendidikan agama agar generasi muda tidak terpapar pengaruh radikalisme.

Maka lewat AGPAII Organisasi yang menghimpun para guru agama Islam tersebut, merupakan kepengurusan yang dibentuk dengan tujuan menjadi wadah bagi setiap guru agama Islam untuk menyalurkan aspirasi dan segala permasalahanya. Demikian hal ini disampaikan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Yaser Rumadaul mengawakili Kakanwil saat melantik kepengurusan DPW AGPAII Maluku masa bakti 2019-2024, Sabtu(11/1)

Dikatakan, pendidikan kedepan akan semakin berat sehingga lewat musyawara kerja wilayah (Muskerwil) AGPAII dipandang sangat penting dan strategis dalam rangka mengawali perjalanan pengabdian meningkatkan mutu (PAI) di Provinsi Maluku.

“Selaku Kanwil Kemenag Maluku memberikan apresisasi kegiatan yang maha penting dan mudah-mudahan apa yang akan dihasilkan dari Muskerwil menjadi hal kebijakan terkait dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil dalam rangka memperbaiki peningkatan mutu pendidikan khususnya PAI di provinsi seribu pulau ini,”harapnya.

Untuk itu apa yang dihasilkan dalam Muskerwil dapat mengatasi berbagai kekurangan dapat menjadi program Kemenag dalam rangka menyusun program anggaran tahun 2021, sehingga perlu ada masukan-masukan internal untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Menyangkut dengan masalah pendidikan khususnya PAI di Provinsi Maluku kata Rumadaul, pengurus AGPAII yang baru dilantik dapat kembangkan keseragaman dalam berbagai kegiaan kerja dengan Kemenag khususnya dibidang PAI untuk melihat berbagai tantangan, karena dukungan dari AGPAII maka semua hal yang dilaksanakan Kemenag dalam menyusun kisi-kisi PAI maupun berbagai persoalan guru PAI.

“Selama ini, hubungan kami cuma secara individu, maka dengan hadirnya AGPAII yang baru dilantik ini, marilah kita bersama-sama melihat hasil didikan mutu pendidikan di Provinsi Maluku khususnya PAI, baik dari peningkatan kualitas maupun kesejahteraan guru itu sendiri,”ucapnya.

Ia juga menjelaskan, Kemenag Maluku ditahun 2020 telah menyediakan anggaran sebesar Rp 27 miliar untuk penerima sertifikasi dalam rangka peningkatan guru itu sendiri, namun sebagai catatan bahwa ditahun 2019 masih banyak yang belum bisa dipertanggungjawabkan, karena ada sebagian guru penerima sertifikasi yang belum masukan laporannya, sebagai catatan Kemenag untuk mempertanggung jawabkan ke Negara.

“Kami juga berharap lewat musyawarah ini dapat membahas berbagai persoalan yang menyangkut dengan sertifikasi,”harapnya lagi.

Ditempat yang sama, Kabid Pembina SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku Sirhan J Chadir Pelu mengatakan, sesuai dengan kebijakan Mendiknas yang baru pengembangan pendidikan banyak mengarah ke pendidikan karakter.

Untuk itu dalam Renstra dinas pendidikan Maluku tahun 2019-2024 memiliki tujuan dan sasaran strategis pendidikan adalah pencapaian peningkatkan kompetensi pendidik melalui pelatihan serta meningkatkan kualifikasi akademik guru melalui pemenuhan kualifikasi akedemik.

“Jadi Renstra dinas pendidikan itu kita sudah siapkan anggaran APBD 2020 yang dalamnya anggarannya, setelah ketemu dengan bapak-ibu sekalian diseni, saya maunyampaikan ada beberapa poin, itu bisa fakta disebut kerjasama, kalau memang ada yang mau pengembangan profesi guru silakan saja. Saya selaku kepala bidang SMA siap membantu bapak-ibu dari Kemenag khususnya guru PAI, karena saya melihat hal ini sejalan tujuan dari musyawarah akan peningkatkan kemampuan guru PAI dalam memilih dan menggunakan strategi, serta metode mengajar yang tepat sehingga dapat meningkatkan mutu PAI,”jelas Pelu.

Baca juga :   Gubernur,Kehadiran MUI Maluku Untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Oleh karena itu, keberadaan wadah AGPAII di Maluku harus dapat diberi ruang berekspresi, karena dapat menjadi sasaran membangun komunikasi, informasi, berdiskusi untuk menyalurkan aspirasi dan pembinaan diantara sesama guru PAI.

Dimana guru PAI sebagai tenaga pendidik yang memiliki kemampuan kualitatif, harus mempunyai ilmu keguruan dan kemampuan menerapkan strategis pembelajaran, guna menghantar siswanya pada tujuan pendidikan agar tercapinya generari mukmin yang berkepribadian Insani Kamil, Guru agama tidak cukup mentrasmisikan pengetahuan agama kepada siswa, tapi guru agama harus mampu membimbing, merencanakan, memimpin, mengasuh dan menjadi konsultan kegamaan bagi siswanya.

“Artinya guru agama disamping harus menguasai materi agama, Ia pun harus mengetahui metedologi pembelajaran sebagai syarat profesional dibidangnya dan juga bagi pelajaran yang lain,”terangnya.

Untuk itu dengan adanya dukungan dan komitmen yang kuat dari Pemprov Maluku dalam penyelenggaraan urusan pendidikan dan kebudayaan, ada regulasi bidang pendidikan yang mendukung perencanaan dan penyelenggara pendidikan, baik itu pendidikan IT, Millenium Development Goals (MDGs) yang mengharuskan semua warga negera berhak memperoleh pendidikan yang layak.

Ia pun berharap lewat forum musyawara AGPAII harus mampu menelurkan langkah-langkah strategis dan taktis bagi kemajuan pendidikan di Maluku, mengingat anggota AGPAII sangat banyak dan tersebar sampai ke pelosok kabupaten/kota juga mempunyai kontribusi yang penting bagi pengembangan pendidikan, sehingga musyawarah dapat menghasilkan rekomendasi yang bermuara pada peningkatan pendidikan di Maluku.

Sebelumnya Ketua DPW AGPAII M Latuapo mengatakan, bahwa wadah tersebut sebelumnya sempat terjadi kefakuman kurang lebih sembilan tahun dan baru dihidupkan kembali sejak tahun 2019 kemarin, sehingga berhasil menjebatangi berbagai kegiatan khususnya dibidang sosial.

Dengan mengusulkan beberapa sekolah umum untuk mendapat fasilitas pembelajaran PAI pasca gempa yang melanda tiga kabupaten di Maluku, sehingga berhasil memberikan bantuan kepada empat sekolah yakni, satu SMA dan dua SD di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) serta beberapa guru PAI dengan total bantuan sebesar Rp 150 juta. Selain itu DPW AGPAII juga mengusulkan beberapa guru PAI mendapat penghargaan nasional guru PAI berprestasi maupun berdidikasi dan ditahun 2019 berhasil menembus pada tiga besar tingkat nasional yang diraiah guru PAI asal Kabupaten Buru.

Maka dari itu lewat kepengurusan yang baru, DPW AGPAII nyatakan siap untuk menjadi rumah besar guru PAI di Maluku lewat koordinasi dengan Pemerintah maupun kabupaten/kota dan Kemenag untuk segera membentuk DPD hingga DPC agar AGPAII dapat menyampaikan apresiasi dan dapat membantu pemerintah daerah untuk membentuk generasi muda yang unggul dalam prestasi dan tetap santun serta berakhlak mulia.

Editor : Redaksi

Check Also

SMA Sanata Karya Langgur Gelar Natal Bersama

MALRA,N25NEWS.com – SMA Sanata Karya Langgur melaksanakan Ibadah Perayaan Natal Kristus di Langgur 17 Januari …