Dugaan Kasus 50 Juta Di KPU Buru Makin Melebar Ke Dana Hibah 300 Juta

Namlea,N25NEWS.com – -Sejumlah Mahasiswa dari Komisariat Ekonomi Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Iqra Buru (UNIQBU) melakuan aksi didepan Kantor Kejaksaan Negeri Namlea dan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Buru, Senin,22 Februari 2021.

Dalam orasi singkat Oky Saputra didepan Kantor kejaksaan meminta agar dana hibah oprasional KPU 300 juta tahun 2019 dari pemerintah daerah (Pemda) dan kehilangan uang  50 juta di ruangan Sekertaris KPU pada pileg kemarin harus di usut tuntas.

Menurutnya, permintaan anggaran dana hibah oleh sekertaris KPUD dari Pemda Tiga Ratus Juta Rupiah  tahun 2019 tanpa melakukan register ke KPU-RI padahal anggaran itu cair dua tahap, tahap pertama pertengahan tahun yakni bulan juni 150 juta dan November  150 juta dan anggaran sudah terpakai habis, ini adalah temuan pelanggaran penggunaan anggaran sesuai surat keputusan KPU RI.

“Dan dari hasil kajian kami secara akademi bahwa pelanggaran inprosudural juga dilakukan oleh Sekertaris KPU Buru Aziz Faseinrei, olehnya itu harapan kami agar Kejaksaan Negeri Namlea lebih maksimal dalam melakukan penyelidikan kasus ini. Karna bukan saja kehilangan  50 juta tetapi Dana Hibah  300 Juta juga harus di galih sampe ke akar-akarnya.

Sementara itu pendemo yang ditemui Kasi Inteljen Kejaksaan Negeri Namlea Aser Orno, didepan pengunjuk rasa ia memberikan aprisiasi dan apa yang untuk menjadi  tuntutan pendemo  akan di sampaikan kepimpinan.

“Dalam melakukan penyidikan tentu punya tahapan yang jelas kami akan menindaklanjuti tuntutan kawan kawan pendemo,”Ucap Orno

Selain Kantor Kejaksaan sejumlah mahasiswa ini juga melakukan aksi di halaman kantor KPU Buru guna menindaklanjuti tuntutan mereka.

Dalam poin tuntutan peserta aksi meminta kepada 5 anggota Komisoner KPU Buru diantaranya, Munir Soamole, Mirja Ohibor, Faisal Maulati, Saiful Kabau dan Gawi Gibrihi untuk melakukan rapat pleno KPU untuk pencopotan Aziz Faisanrei dari Sekertaris KPU Buru karena dinilai telah melakukan pelanggaran admistrasi yang akan berakibat fatal pada KPU Buru nantinya.

Aksi yang baru berjalan beberapa menit dikantor KPU Buru pun berhenti saat pengunjukrasa diterima oleh komisoner dan melakukan pertemuan di ruang aula Kantor KPU.

Saat pertemuan peserta aksi dan 5 Komisoner KPU dihadiri Sekertaris di aula Kantor Komisi Pemelihan Umum Daerah (KPUD) sempat terjadi ketegangan dalam penyampaian klarifikasi oleh Ketua KPU Buru Munir Soamole terkait kehilangan uang 50 juta dan hibah oprasional yang tidak terregister ke KPU RI.

Ketegangan itu terjadi saat Soamole mengakui tidak mengetahui kehilangan uang, tetapi menurut Ketua Koordinator aksi Oky Saputra ini menjadi sebuah kontradisi persoalan dimana sebelumnya telah diberitakan di tiga media online, Ameks Online, N25NEWS.com, LENSABARU.com,

Kalau dikutip dari pemberitaan tersebut ada beberapa pengkuan satu dari anggota Komisoner KPU Buru Faisal Amin,  Bendahara  Rahmawati Helut dan juga Sekertaris   sendiri Aziz Fasainrei telah mengakui benar adanya kehilangan uang 50 juta, Namun kemudian Ketua sendiri tidak mengatahui tentang hal ini padahal Ketua sendiri sebagai koordinator umum di lembaga ini.

Dalam pertemun itu juga pendemo meminta agar Sekertaris KPU Buru harus di copot dari jabatannya sebelum mereka kembali dengan masa yang lebih besar.

Masa aksi juga dikawal ketat oleh puluhan aparat Kepolisian Polres Pulau Buru.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Soplestuny Hadiri Syukuran Peresmian Wanakarta Waterpack

BURU,N25NEWS.com- Ketua DPRD Buru M. Rum Soplestuny. SE yang juga merupakan Ketua DPD II Partai …