Dugaan Pelanggaran Rasis “JS” Terancam Pidana

NAMLEA,N25NEWS.com – Dugaan kasus ujaran kebencian dan rasis kini ditangani langsung oleh penyidik unit satu Reskrim Polres P. Buru. Bripka Syawal Jakaria, Jumat, (5/6/2020) saat pemeriksaan saksi pelapor Erwin Tanaya didampingi kuasa hukumnya Ambo Kolengsusu, SH.

“Dalam mengamati keterangan ini kami juga akan memanggil sejumlah saksi yang berada dalam grup Whatshap Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Buru untuk di mintai keterangan lebih lanjut,”jelas Bripka Syawal Jakaria.

Adapun jelas penyidik, saksi yang dimintai keterangan oleh pihak penyidik pada Senin, (8/6) besok yakni BL (50) MS (36) MT (41). Ia juga mengatakan, Usai pemeriksaan saksi, kami juga akan mencecer terlapor JS.

Melalui kuasa hukum Erwin Tanaya, Ambon Kolengsusu, SH. kepada media ini Minggu ( 7/ 6 ) sore di kediamannya jalan kelapa dua Namlea, menegaskan, Sesuai dengan pasal 16 jo, pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi RAS dan ETNIS.

“Untuk itu, Saya selaku kuasa hukum pelapor sangat percaya full kepada Penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah hukum sesuai dengan tahapan proses di wilayah hukum Polres Pulau Buru,”tandasnya.

Selain itu lanjut Kolengsusu,mestinya seorang pejabat Public  dalam mengeluarkan ucapan atau tindakan yang merugikan orang lain harusnya di pikirkan terlebih dahulu, karna itu akan berakibat fatal kepada dirinya sendiri. hukum itu tidak pandang bulu baik itu pejabat maupun masyarakat jika melanggar hukum. Apalagi dalam kondisi saat ini negara kita lagi mengkal penyebaran isu isu hoax demi menjaga keutuhan bangsa ini.

Lanjut Dia, Jabatan dan karir yang diraih seorang pejabat daerah bukan untuk melakukan sewena-wenang terhadap orang lain, apalagi sesama pejabat yang seharusnya berfikir tentang pelayanan rakyat. Karna ucapan melalui lisan yang menimbulkan rasisme bisa mengarah pada persoalan hukum yang nantinya akan masuk pada rana pidana.

“Lagian apa yang di keluarkan oleh saudara Jaidun Sanun ini kami mengasumsi bahwa ini sudah menyangkut dengan perbuatan ujaran kebencian lewat media sosial ( WA ) yang bisa terancam pidana sesuai pasal yang berlaku,” tegas Ambonem.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Soplestuny Terpilih Sebagai Ketua DPD Golkar Buru, Golkar Tak Gentar Menghadapi Safitri Malik

NAMLEA,N25NEWS.com -Musyawarah Daerah Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Buru yang ke-5 berlangsung di Kantor DPD …