Home / Maluku / Ferdinandus : Minat Baca di Maluku Masih Rendah
Duta Baca Provinsi Maluku Stenly Ferdinandus dengan awak media,pada acara Pengukuhan Duta Baca Provinsi Maluku Tahun 2018,di Hotel Marina Ambon,selasa (4/12/2018).

Ferdinandus : Minat Baca di Maluku Masih Rendah

AMBON,N25NEWS.COM-Setelah tugas Duta Baca ini di sahkan maka nanti saya akan bersama-sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku yang juga melibatkan teman-teman dari penggerak litarasi membaca untuk duduk bersama-sama berpikir program-program yang sekirannya itu strategis untuk mendorong,meningkatkan minat baca dan juga meningkatkan tingkat litarasi di Maluku.

Hal ini dikatakan Duta Baca Provinsi Maluku Stenly Ferdinandus kepada awak media,pada acara Pengukuhan Duta Baca Provinsi Maluku Tahun 2018,di Hotel Marina Ambon,selasa (4/12/2018).

Lebih lanjut Ferdinandus mengatakan,”Salah satu langkah strategis kita adalah mengundang atau mengajak diskusi dari teman-teman di Winer Genaration dari Leti,Batu Merah,Kieta Alia atau juga beberapa taman baca yang ada di Banda,Seram,Saparua,sehingga nanti kita bisa mengumpulkan data kebutuhan dan perkembangan dari setiap pembaca di daerah-daerah tersebut,”kata Ferdinandus.

Membaca buku dan gerakan literasi dapat berkomunikasi dengan Pemerintah dan steakholder lainnya seperti Granmedia dan gerakan literasi Indonesia dimana mendapatkan dukunagan buku dan lagi kita bisa melakukan kolaborasi dengan beberapa tokoh-tokoh fasilitator atau pustakaaan yang sekirannya bisa datang ke Maluku ataupun ke daerah-daerah untuk berbagi dan memfasilitasi penggerak daerah.

“Jadi itu salah satu tantangan penting selain buku menghidupkan penggerak-penggerak litarasi di kampung-kampung atau desa-desa di semua pulau yang berada di Maluku.Minat baca di Maluku secara umum masih dibilang renadah,baca dalam tanda arti buku,baca buku literasi terhadap buku,dan tantangn giografis juga menjadi kendala, bahkan ada  sekolah tapi tidak ada buku,”paparnya.

Sementara itu ada beberapa perkumpulan-perkumpulan baca seperti kelompok yang ada di Jembatan Merah Putih (JMP),Walang Baca Air Panas di Batu Merah,Kelompok di Gong Perdamaian,Kelompok Pendopo Lapangan Merdeka (Lapmer) yang banyak melakukan program-program untuk gerakan literasi.Dan kami bersama Pemda akan memperjuangkan sehingga banyak orang termotifasi membaca.

“Menurutnya lagi kesulitan kita di Maluku  yaitu kesulitan buku dan juga banyak buku terbatas karerna ini berbicara menyangkut budaya, jadi anak yang membaca itu harus didukung dari orang tua itu harus ditumbuhkan sejak anak-anak bukan dia nanti SMA baru orang tua minta dia rajin membaca,itu sangat terlambat sekali,”jelasnya

“Jadi tantangannya bagaimana kita juga mengedukasi keluarga dalam hal ini adalah orang tua,sebab daya membaca itu mulai dihidupkan oleh orang tua,karena orang tualah yang paling muda untuk mempengaruhi anak-anak untuk gemar membaca,”tandas Ferdinandus.

Penulis : Aris Wuarbanaran

 

About admin

Check Also

Pernyataan Maaf 4 Negeri Adat Terkait Peristiwa Amahusu,Gubernur Maluku BerikanApresiasi

AMBON, N25NEWS.COM – Gubernur Maluku Said Assagaff mengapresiasi, permohonan maaf empat (4) negeri Pela – …