Home / Kab. MTB / Frangky Limber : Sony Ratisa Sudah Pikun Karena Nilai Saya Mengangkangi Prosedur Pembahasan LPJ
Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat Frangky Limber

Frangky Limber : Sony Ratisa Sudah Pikun Karena Nilai Saya Mengangkangi Prosedur Pembahasan LPJ

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat Frangky Limber membantah keras pernyataan keliru Ketua Komisi C Sony Ratisa pada salah satu media lokal yang  mengatakan bahwa Ketua DPRD mengakangi prosedur pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati atas tatakelola anggaran tahun 2017.

“Saya bingung dengan pernyataan Ketua Komisi C Sony Ratisa,perlu saya jelaskan hari kamis tanggal 30 agustus dan jumat 31 agustus itu saya tidak memimipin Paripurna tersebut yang di sampaikan saudara Sony Ratisa,mungkin saudara Ratisa sudah pikun sehingga tidak mengenal siapa yang memimpin sidang,”ungkap Frangky Limber kepada N25NEWS.COM,senin (10/9/2018).

Menurutnya lagi, Ratisa sengaja mengulur-ulurkan waktu pada saat pembahasan LPJ,padahal yang disoroti Ratisa sesuai kondisi di lapangan itu semua telah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),dengan demikian tidak ada sama sekali yang namanya mengakangi prosedur pembahasan LPJ.

“Saya tidak mengerti apa yang melatarbelakangi pernyataan saudara Ratisa yang sembarangan bicara,padahal kita kan sudah tahu bahwa LPJ ini sudah di audit BPK dan mendapat nir wajar dengan pengecualian dan kalau kita ulur waktu ini kan tertunda dan bisa nanti Pengkab MTB dikenahi sangsi,”kata Limber yang juga politisi PDI.P ini.

Pemerintah Provinsi Maluku tidak mungkin keliru atau salah untuk menyikapi persyaratan-persyaratan untuk evaluasi sebuah LPJ dari Kabupaten tertentu,dalam hal Kabupaten MTB, semua persyaratan menurut Pemprov sudah lengkap sehingga kita bisa lakukan konsultasi tersebut.

“Kalau ada salah mekanisme dalam paripurna,saya sudah minta saudara Sekda untuk menjelaskan pernyataan saudara Ratisa tersebut,kemudian saya minta saudara Ratisa menjelaskan pendapat mereka baru kita masuk pada penyampaian atau kesepakatan bersama,”jelas Franky Limber.

Dalam pembasan itu 4 fraksi menyetujui dan satu fraksi wolkaut,”kalau fraksi yang wolkaut itu merupakan hak politik lokal mereka,tetapi tidak bisa membatalkan keputusan bersama yang mana 4 fraksi telah menyetuinya,”tandas Frangky Limber.

Oleh : Aris Wuarbanaran

 

About admin

Check Also

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ambon Angkat Bicara Soal Kritikan Ke Palestina

AMBON,N25NEWS.COM – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD  Kota Ambon, Morits Tamaela, akhirnya anggkat bicara, soal …