Breaking News

Gara-gara Dana Posyandu, Mantan Pejabat Neniary Dituntut Pencemaran Nama Baik

PIRU,N25NEWS.COM – Sidang kasus pidana Pencemaran Nama Baik yang dilakukan oleh mantan pejabat Neniary, Hesty Waimese yang dilakukan terhadap korban Ibu Angela, berlangsung di Pengadilan Negeri Piru, Rabu,( 6/2 /2019)menghadirkan saksi korban, Ibu Angela dan suaminya.

Dalam sidang yang mengagendakan mendengar keterangan saksi itu, Ibu Angela mengaku meminta bantuan PH, Alfaris Laturake SH untuk mendampinginya dalam memproses pencemaran nama baik, pada tanggal 14 Juni 2014.

Menurut saksi pengacaranya yang melaporkan ke Polres SBB, terkait kasus pencemaran nama baik dan juga kasus dugaan Penyimpangan Dana Posyandu selama satu tahun, yakni sebesar Rp 45 juta, dimana menurut saksi, Kegiatan dilaksanakan tetapi tidak sesuai.

Sementara terkait insiden percekcokan yang mengakibatkan pencemaran nama baik , saksi menyatakan, karena Pelaku Hesty Waimese berteriak keras-keras dan mengancam saksi korban sehingga korban memilih masuk ke rumah dan dan melihat dari dalam rumah.
Tetapi yang disayangkan saksi korban adalah, Hesty Waimese menelepon( video call) anak korban yang sementara berada di Salatiga dan mengabarkan bahwa keadaan kampung sudah heboh padahal menurut saksi keadaannya biasa-biasa saja.

Sementara Suami korban dalam keterangannya menyatakan bahwa, meskipun mengetahui bahwa telah terjadi insiden percekcokan antara isterinya dengan Waimese pada pagi hari tetapi baru mengetahui bahwa namanya disebut. maaf (Pancuri dan Galojo) oleh pelaku pada malam harinya.
Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang tersebut, Haris Tewa SH MH yang didampingi oleh dua Hakim Anggota menyarankan korban, Ibu Angela untuk menerima permintaan maaf Pelaku, supaya tidak ada dendam dan tidak ada lagi persoalan lain muncul di belakang hari.

Meskipun awalnya korban enggan memaafkan, tetapi karena ada jaminan bahwa proses hukum tetap berjalan maka korban akhirnya memaafkan pelaku.

Sementara menanggapi keterangan korban, pelaku Hesty Waimese mengklarifikasi sejumlah pernyataan Saksi , sebelumnya pelaku menyatakan korban Ibu An sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Menurut Hesty, Dana Posyandu yang dilaporkan tidak benar karena dana tersebut telah diberikan secara utuh kepada kader Poskesdes, selama kegiatan ada laporan, kegiatan berjalan selama 3 bulan sekali, kegiatannya juga sudah diperiksa dari pihak terkait dan berjalan lancar.

Wamese juga menyesalkan tindakan korban, yang meminta tanda tangan dari warga untuk mendukung pengusutan Dana Posyandu itu.

Wamese menyatakan, peristiwa percekcokan terjadi pada pukul 07.00 WIT dan korban sempat berteriak Waimese..( maaf… pancuri tar tau diri).
Sidang Kasus pencemaran nama baik ini dilanjutkan dengan pemeriksaan dua saksi lainnya.

Penulis: Nicko Kastanja

Editor  : Redaksi

About admin

Check Also

Astaga, Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Hanya Tahanan Rumah

AMBON,N25NEWS.COM-Korban pencabulan terhadap anak dibawah umur dan dilakukan oleh pelaku yang bernama Fredek Teftutul (74) …