Gempa Ambon Berdampak Turunnya Omset Pegadaian

 

AMBON,N25NEWS.com -Dampak gempa bumi yang melanda pulau Ambon dan sekitarnya hingga saat ini, ternyata juga sangat berdampak pada turunnya omset pada PT Pegadaian Area Ambon.

Turunya omset secara tidak langsung juga berdampak pada tidak tercapinya terget yang ditetapkan Pegadian Ambon tahun 2019 sebesar Rp 117 miliar. Demikian hal ini disampaikan Vice President PT Pegadaian Area Ambon Asih Subekti, pada N25NEWS.com Senin(21/10/2019).

Menurut Subekti, sejak gempa terjadi banyak nasabah yang lebih memilih menarik barang jaminanya, dibandingkan menaruh barang jaminnya di Pegadaian sehingga ini merupakan salah satu penyebab turunya omset pegadian, baik kantor Pegadaian Ambon, Passo dan Tulehu.

“Akibat gempanya yang begitu terasa, baik di Tulehu dan Passo banyak nasabah yang menghapus barang jaminanya lebih banyak yang rata-rata nasabah banyak dari pedagang yang berasal dari Sulawesi yang kembali pulang kedaerahnya, sehingga mengakibatkan pasar-pasar agak sepi,”ungkapnya.

Diakuinya, bahwa hampir sebagian besar jumlah nasabah yang ada pada kantor Pegadaian rata-rata dari pedagang dan wiraswasta yang sampai saat ini juga belum kembali ke Ambon, sehingga juga berdampak pada sentral-sentral ekonomi perdagangan.

Baca juga :   Sekretaris KPU Buru , informasi Kehilangan Uang 50 juta di Mejanya tahun 2019 Hoax

“Jadi daerah-daerah yang merasakan dampak gempa besar, khususnya kantar cabang yang di Ambon, emang turunnya tidak terlalu seginifikan jumlahnya nasabahnya, dari target LKP 2019 sebesar Rp 117 miliar dari realiasi kredit yang baru disalurkan per tanggal 18 Oktober baru mencapai Rp 115 miliar sehingga terjadi penurunan 0,35 persen dibandingkan bulan kemarin,”akuinya.

Disinggung soal pemberlakuan pembebasan denda bagi nasabah lanjut Subekti, sampai hari ini belum ada arahan dari kantor pusat terhadap pembebasan denda bagi nasbah yang melunasi kewajibannya, kendati pemberlakukannya pernah diterapkan di gempa Palu.

Gempa Ambon sesuai laporan sebagian besar ada pada masyarakat pesisir, beda dengan tanggap daruat di Palu yang hampir melibatkan semua wilayah, sehingga secara pendataan dapat terupdate dengan baik.

“Biasanya kalau sudah ada instruksi dari pusat, terhadap rumah-rumah yang melakukan kridit dengan kami, biasanya ada dari kita yang survei kelokasi dan lokasi, namun yang terajdi di Ambon ini kan kebanyakan tidak menyeluruh artinya ada beberapa bagian dan tidak terlalu masif, sehingga belum ada kebijakan dari pusat,”ucapnya.

Reporter :Gali M

Editor : Redaksi

Check Also

Kosgoro Kota Ambon Siap Gelar  Musda

AMBON,N25NEWS.com-Pengurus Dewan Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kota Ambon siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) guna memilih …