GSM Gelar Aksi Peduli Pendidikan Dan Bersih Pantai Di Pulau Hatta Banda

BANDA,N25NEWS.com-Gerakan Sayang Maluku (GSM),hadir di Pulau Banda Naira,kali ini di Pulau Hatta berkomitmen untuk melakukan aksi bersih pantai,sebagai salah satu obyek wisata dan juga aksi peduli pendidikan,dimana memberikan edukasi terkait kebersihan bagi masyarakat dan bahkan siswa-siswi sekolah.

“Kita pilih Pulau Hatta,karena pulau ini merupakan salah satu tempat obyek wisata yang sangat diminati para wisatawan,”kata Ketua GSM Yani Salampessy,kepada N25NEWS.com,di Pulau Hata,Sabtu 22 Februari 2020.

Selain itu kata Salampessy,aksi bersih pantai merupakan tanggung jawab moral semua pihak,karena mengingat keindahan Pulau Hatta ini menarik banyak wisatawan yang setiap harinya semakin meningkat,selain itu aksi bersih pantai ini adanya kolaborasi dengan komunitas lainnya seperti,Ambon Silent Kommunitty,Gerakan Nasional Anti Narkoba,Naira Dive dan Himpunan Mahasiswa Banda Naira.

Ia menambahkan,kedepan pihaknya akan kembali melakukan kegiatan-kegiatan yang tentunya akan memberikan hal posetif bagi masyarakat.Adpun rencana aksi tersebut seperti Aksi Peduli Sayang Negeri,yang tentunya aksi ini akan menyentuh langsung ke pada semua negeri di Maluku,namun diakuinya aksi ini membtuhkan sinergitas semua elemen guna membangun negeri raja-raja ini.

“Untuk itu,saya berharap adanya kepedulian kita semua,tanpa terkecuali demi kepentingan Maluku,baik peduli terhadap pendidikan,permasalahan narkoba dan permasalahan lingkungan (sampah),olehnya kita selaku generasi milenial Maluku akan berusaha keras mematakan stigma tentang Maluku yang tertinggal dalam segalam hal,”jelasnya.

Sementara itu,Yayu Ulfi,Kaur Kurikulum pada SMP Negeri 9 Pulau Hata mengatakan,persoalan pendidikan disini (Pulau Hata) cukup memprihatinkan,dimana dari segi infrastruktur dalam hal ini gedung sekolah sudah mencukupi,namun hal ini bertolak belakang dengan ketersediaan tenaga guru yang sangat minim.

Baca juga :   Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi

“Kita disini (P.Hata),masih kekurangan guru yang PNS,sehingga dalam proses belajar mebgajar kita harus merangkum semua mata pelajaran dan satu guru harus menghandel semua jadwal mata pelajaran disetiap kelas,sedangkan dilain sisi ada hal ironi dimana pelajaran yang kami ajarkan tidak sesuai dengan bidang studi kami,”ungkapnya.

Adapun,minimnya tenaga guru ini,menyebabkan proses belajar mengajar pada semua sekolah (SD dan SMP),tidak maksimal,olehnya ia sangat mengapresiasi kedatangan GSM dengan program aksi mengajar,namun disayangkannya aksi mengajar ini hanya sebentar.

“Saya senang karena GSM sistem pengajarannya sabgat kekinian dan metodenya sangat bermanfaat,seperti pendidikan karakter dan Bahasa Inggris.Memang kami akui selama ini tidak ada guru Bahasa Inggris,namun sayangnya itu tadi,kegiatan ini hanya sehari,padahal para siswa sangat antusias dan senag dengan cara mengajar mereka (GSM),”tandasnya.

Adapun,diketahui,jumlah guru pada SMP Negeri 9 Pulau Hata ini hanya ada empat guru yakni dua orang guru yang PNS dan dua guru yang honorer,sementara juga jumlah siswanya ada 21 orang dari kelas 7 sampai kelas 9,selain itu kata Yayu sekolahnya masih membutuhkan sekitar minimalnya delapan guru lagi.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Kejaksaan Dan Polres Malteng Di Nilai Lambat Laksanakan Perintah Hakim

MASOHI,N25NEWS.com –   Pasca sidang ke-2 kasus pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Dullah Patilouw 16 …