Gubernur Maluku,Indonesia Penghasil Sampah Ke-2 Didunia Setelah China

AMBON,N25NEWS.com-Gubernur Maluku,Irjen Pol.Drs.Murad Ismail,mengatakan sampah plastik saat ini menjadi masalah global,dimana Indonesia penghasil sampah nomor 2 di dunia setelah Negara China.Hal ini tentu sangat memprihatinkan,karena Indonesia Negara kepulauan dengan keunggulannya pada sector pariwisata terutama wisata bahari.

“Bila kita tidak peduli, maka secara ekonomi maupun ekologi, sampah akan merusak ekosistem kita sehingga, lingkungan rusak dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,”ungkap Gubernur pada kegiatan Tabaos Gubernur Maluku Bebas Sampah Plastik,yang berlangsung di lokasi Jembatan Merah Putih (JMP) kawasan Kelurahan Hative Kecil,jumat (20/9/2019).

Menurut Gubernur,sesuai data timbunan sampah per hari provinsi Maluku di 11 kabupaten/kota,berpotensi menghasilkan sampah sebanyak 811,98 ton per hari.

“Data diatas menggambarkan kepada kita,bahwa sudah waktunya perlu ada langkah strategis,untuk penanganan sampah secara terpadu,integritas dan kolaboratif,terutama penanganan samapah plastik,”jelas mantan Dankor Brimob RI ini.

Selain itu,Gubernur menandaskan,wujud dari komitmen pemerintah daerah,dengan kegiatan Tabaos Gubernur Maluku Bebas Sampah Plastik,yang juga berkolaboasi dengan anggota Kodam XVI Pattimura,sekaligus dalam rangka merayakan HUT TNI yang ke-74,serta mengajak masyarakat dan seluruh pemangkuh kepentingan di daerah ini untuk sama-sama mengurangin sampah.

Baca juga :   Kerja Maksimal,Tim Gustu Covid-19 Maluku Dapat Pujian Dari Gubernur

Sementara itu,Gubernur mengatakan lagi,kegiatan Tabaos ini merupakan langah awal,selanjutnya ditindak lanjuti untuk bentuk peraturan daerah,yang menjadi pedoman pengelolaan sampah di seluruh Maluku terutama sampah plastik,dalam menjaga lingkungan di sungai dan laut agar terbebas dari sampah plastik

Hal ini,lanjut Gubernur,meningkatkan kepedulian dan kesiapan-siaga bersama untuk memberi kenyamanan dalam rangka meningkatkan Maluku sebagai destinasi wisata.

“untuk itu,kepedulian,komitmen untuk menjaga lingkungan dari sampah,sebab ingat 1 sampah plastic bisa mengakibatkan 1000 bencana untuk anak cucu kita,”tandas suami dari Ny.Widya Ketua PKK Provinsi Maluku ini.

Sementara itu,kata Gubernur diketahui Maluku penyumbang ikan untuk APBD Negara adalah 26 sampai 30 persen per tahun,hal ini kalau tidak di jaga dari sekarang mungkin besok rakyat Maluku tidak menikmati ikan lagi.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Kabaghumas: Alasan Pembongkaran Palang Posko Kairatu, Karena Ada Pelarangan Yang Berujung Pertengkaran Mulut

KAIRATUN25NEWS.com -Menanggapi aksi Demo Masyarakat Kairatu yang mengakibatkan pemblokiran ruas Jalan Kairatu, pada Kamis, (14/6/2020) …