Breaking News

HAB 73 Kemenag, Walikota Kota Ambon Dapat Anugerah Penghargaan Harmony Award

AMBON,N25NEWS.COM -Sebagai salah satu dari sekian kota/kabupaten dan Provinsi di Indonesia, di Hari Amal Bhakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama (Kemenag) Walikota Ambon Richard Louhenapessy mendapat penghargaan anugerah  Harmony Award 2018

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifudin kepada Walikota Ambon yang diwakili Wawali  Sarif Hadler yang berlangsung di Lapangan Banten Barat nomor 3-4, usai menghadiri peringatan HAB 73 Kemenag.Kamis(3/1).

Berdasarkan Surat Perintah Sekjen Kemenag RI nomor B-276/SJ/B.VII.2/BA.02/2018 daftar penerima penghargaan antara lain, Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat sedangkan tingkat kabupaten/kota yakni, Kota Ambon, Yogyakarta dan Kabupaten Bulungan.

Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad yang dikonfirmasi wartawan terkait dengan hal tersebut, mengakui adanya penerimaaan penghargaan anugerah Harmony Award oleh Walikota Ambon dari Menag di HAB Kemenag ke-73.

“Bertepatan dengan HAB Kemenag ke-73 hari ini di Jakarta, Wailikota Ambon yang diwakili Wawali telah menerima penghargaan Harmony Award dari Menag, untuk tiga.provinsi, dua kota dan satu Kabupaten,”akui Musaad.

Menurutnya, pemberian pengjargaan merupakan bentuk dari apresiasi, kepada daerah yang mampu menjaga kerukunan, toleransi antar umat beragama.

“Alhamdulilah, kita bersyukur bahwa Kota Ambon ditetapkan sebagai yang dalam hal ini Walikota Ambon sebagai penerima penghargaan Harmony Award 2018 yang diserahkan langsung oleh Menag di Jakarta,”ungkapnya.

Dengan harapan agar penghargaan yang telah dicapai mudah-mudahan prestasi yang telah dicapai tetap dijaga bersama, dirawat bersama, kembangkan agar Kota Ambon tetap terus menjadi Class Room kerukunan umat beragama bagi Indonesia dan tingkat internasional.

Oleh sebab itu selaku warga Kota Ambon kata Musaad, tentu harus berterima kasih kepada Pemkot Ambon agar tetap menjaga kerukunan umat beragama di Kota Ambon tetap terjaga dengan baik.

“Dari tingkat kedewasaan, kesadaran warga Kota Ambon yang sangat luar biasa dalam memahami dalam menyikapi perbedaan, jadi kita punya tingkat kemampuan merawat keberagaman yang menghargai perbedaan,itu merupakan bagian dari indikator  harmony award dan saya kira prestasi ini tetap terjaga dan dipelihara dan ditingkatka  ditahun-tahun selanjutnya,”harap Musaad.

Untuk itu selaku Kakanwil Kemenag Maluku ucapkan terima kasih yg tulus kepada seluruh ASN atas partisipasinya mengsukseskan HAB 73 Kemenag Tahun 2019.

Dimana diusia 73 tahun adalah usia yg sangat matang, semoga kita semua matang dalam segmen intekektual, matang dalam sikap dan prilaku serta matang   spiritual.

“Saya harapa usia ke 73 tahun kemenag tidak boleh lebih buruk dari hari ini dan hari kemarin, semua harus mensyukuri HAB 73 dengan cara menjaga, merawat dan mengembangkan terus institusi Kemenag tercinta menjadi institusi pelayan masyarakat yg baik, transparan dan akuntabel. Dirgahayu HAB ke 73 Kemenag.

DPRD BERIKAN APRESIASI

Sementara terkait dengan penghargaan yang dicapai Pemkota Ambon kata Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono turut memberikan apresiasi positif atas penghargaan Harmony Award yang diterima Pemkota dari Menag RI.

“Kalau kota Ambon menerima penghargaan,itu berarti toleransi beragamanya di Kota Ambon cukup tinggi, pasca konflik horisontal beberapa tahun lalu, sehingga kondisi ini tetap harus terjaga dengan baik,”ungkap Latupono.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan merupakan target Pemkot Ambon yang sebenarnya untuk mendapat Harmony Award, tetapi award sendiri murupaka  bagian dari bonus dari warga Kota Ambon yang telah menjaga kebersamaan dan toleransi umat beragama.

Dengan harapan agar kondisi yang ada tetap terjaga oleh warga Kota Ambon yang mana dalam memasuki tahun-tahun politik, baik pileg maupun capres juga tetap dalam kondisi tetap terjaga.

“Tahun 2019 inikan tahun politik, dimana tensi politik dimasyarakat akan semakin tinggi, sehingga muda-mudahan kondisi ini tetap terjaga sampai selamanya yang berjalan cukup besok,”harapnya.

Latupono menilai warga Kota Ambon sudah cukup cerdas,bahwa potret kelam itu merupakan pelajaran yang paling berharga bagi wsrga kota Ambon,bahwa kedamaian merupakan harga yang mahal yang perlu di bayar,sehingga harus tetap terjaga sewaktu-waktu di masa-masa yang akan datang.

Selaku DPRD akan terus mendorong pemkot Ambon akan terus melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan ketertiban dan keamanan di masyarakat agar terus di tingkatkan dari waktu ke waktu.

Penulis   : Gali M

Editor     : Redaksi

 

About admin

Check Also

Peringatan HKG-PKK 2019 Provinsi Sumbar Berlangsung Meriah

PADANG,N25NEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan …