Home / Opini / uncategorized / Hanya Dagang Pisang, Anak Bisa Sarjana

Hanya Dagang Pisang, Anak Bisa Sarjana

AMBON,N25NEWS.COM – Hidup di dunia memang sangat keras. Pergolakan kehidupan yang kejam serta susah payah mencari nafkah bagi keluarga itulah yang mendorong spirit seorang bapak parubaya ini untuk menghidupi keluarganya bahkan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Dialah Harul, Seorang lelaki Parubaya (50) th  sekaligus seorang bapak yang menghidupi istri dan ketiga anaknya hanya dengan kesehariannya menjual buah pisang.

Ya, Bapak Harul seorang pedagang buah pisang yang berlokasi di dusun Batu Koneng desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Hari ini, Kamis (22/02/18) Kepada N25NEWS ia menceritakan kisahnya sebagai seorang pedagang Buah selama bertahun-tahun hingga sampai saat ini masih tetap seperti ini.

“Saya sudah berdagang buah pisang ini dari tahun 2002 . sudah sekitar 16 tahun saya membangun usaha kecil ini dan alhamdulilah dari usaha dagang buah pisang  inilah dapat membiyayai anak-anak saya sampai bisa dapat gelar sarjana,” tuturnya.

Di akuinya,” memang dalam mengelola usaha ini ada pasang surutnya, tetapi itu tidak menjadi suatu batu sandungan untuk tetap kita berikthiar sebab itulah hidup seperti roda berputar kadang kita di atas kadang di bawah. oleh sebab itu jangan menyerah menepaki jalan hidup ini karena hidup ini adalah suatu Anugerah, maka patutlah kita syukuri itu,”jelasnya.

Saat ditanyai mengenai mendapatkan buah pisang ini, katanya “buah pisang di dapat dari hasil tanam sendiri, sedangkan jenis pisang raja itu kita pesan dari langganan kita yang ada di Kobisonta, Kecamatan Seram Utara Timur, Maluku Tengah. jadi setiap minggu mereka mengantarkan pesanan kami,”ucapnya.

Adapun buah pisang yang telah di pesan harganya bervariasi dengan hitungan per tali. Satu talinya seharga Rp.47 ribu dari 120 sampai 130 tali.

“Kalau saya sistim jualnya itu kalau pisang yang ukurannya kecil saya jual modal saja dengan harga Rp 5000/sisir. sedangkan untuk untungnya saya jual buah yang besar (pisang raja) itu 7 sisir Rp.50.000 ada juga 15 sisir Rp.30.000 sampai Rp.50.000,”jelasnya.

“Sedangkan untuk lapak dagang milik saya ini tidak dikenakan biaya retribusi dari Pemerintah Kota , hanya saja ada retribusi sebesar Rp.5000/bulan ke Pemerintah Desa setempat katanya sebagai aset,”pungkasnya.

Adapun harapan yang di sampaikan bapak Harul kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Desa (Pemdes) mungkin dapat membantu kami dalam hal ini modal agar usaha kami ini tetap lancar serta program Pemerintah yang katanya mensejahterakan rakyat itu bisa terwujut dan kami dapat ikut serta  peran aktif membantu Pemerintah,”tutupnya.

(Aris Wuarbanaran)

About admin

Check Also

Petahana Tumbang Sahuburua Enggan Berkomentar

AMBON,N25NEWS.COM-Hasil pemilihan Gubernur Maluku sudah dapat di tebak pasangan Muarad Ismail dan Barnabas Orno dengan …