Harapan Yang Hampa,LIN Dibawah Bayang-Bayang Rakyat Maluku

Oleh   : HMI Cabang Ambon

AMBON,N25NEWS.com- Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon Burhanudin Rumbouw mengatakan, isu hangat terkait janji pemerintah pusat (Pempus) yang akan menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang saat ini menggerkan segelintir rakyat Maluku.Janji itu,merupakan hutang yang hampir 10 tahun lebih belum direalisasikan,sejak kepempinan Presiden SBY.

“Kita sebagai masyarakat Maluku kemudian memertegaskan bahwa LIN hanyalah halusinasi berlebihan yang di sampaikan oleh Pempus kepada Pemprov Maluku, bahasa elegannya kata orang Maluku janji tianggal janji, parlente jalan tarus,”ungkap Rumbouw yang juga adalah sarjanah Perikanan dan Ilmu Kelautan pada Unpatti Ambon ini kepada N25NEWS.com,di Ambon,sabtu (5/9).

Rumbouw menilai kedatang Menteri Kalautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Malauku,kelihatannya tidak serius untuk memperjuangkan Maluku sebagia LIN.Namun,kegiatan dan euforia ditunjukan yang tidak subtansi.Semestinya kedatangan Menteri untuk meninjau lokasi dan kesiapan Pemprov terkait LIN merupakan momen yang berharga,tapi harapan itu tidak selaras dengan keinginan masyarakat Maluku.

Menurutnya lagi,seharusnya Gubernur dan Wakil GubernurMaluku,selaku pimpinan tertinggi didaerah dan 11 kabupaten/kota,harus dilibatkan untuk memperjuangkan Maluku sebagai LIN.Dimasa kepemimpinan keduanya menjelang dua tahun ini,seharusnya melakukan langkah-langkah strategis, komprehensif untuk perjuangkan rakyat Maluku dari sektor perikanan demi kesejahteraan bersama.

Selain itu,momen kedatangan Menteri KKP selama tiga hari,merupakan waktu yang  efektif,idealnya,Pemprov Maluku kepala daerah 11 kabupaten/kota dan melibatkan semua stekholder terkait guna membuka ruang diskusi publik dengan Menteri KKP,untuk dapat merumuskan satu metode yang nyata untuk memperjuangkan LIN di daerah yang miliki 1.340 pulau dengan SDA yang melimpah.

“Saya melihat hal ini sangat miris,karena tidak ada keterbukaan dan komunikasi yang baik secara lokal mapun nasional oleh Pemprov Maluku,setidaknya demi memperjuangkan Maluku sebagai LIN,ditengah-tengah situasi pandemi Covid-19.Selain itu,partisipasi semua elemen sangat penting,agar rakyat juga merasa terlibat dalam memperjuangkan kepentingan Maluku secara kolektif,”kata  Rumbouw.

Selain itu,kata dia,salah satu hambatan Maluku ditetapkan sebagia LIN adalah soal komunikasi.Dimana kata Menteri KKP saat pertanyaan Pemprov Maluku tidak bangun komunikasi dengan Pempus,atau Pempus selama ini tidak mengubris keresahan rakyat Maluku,mungkinkah LIN hanya skenario yang di mainkan orang-orang tertentu untuk kepentingannya.

Baca juga :   Tolak Putusan Musda Sekretaris DPD : Hasil Musda Golkar Malteng Sesuai Juklak 02

Adapun,Rumbaouw menandaskan,tipekal kepemimpinan Pemprov sekarang ,dari sisi komunikasi dan keterbukaan sangat memperhatinkan,maka jangan heran ketika akhir-akhir ini banyak terjadinya masalah yang di hadapi Pemprov Maluku dan gerakan-gerakan demonstran terjadi dimana-mana akibat keresahan dan ketidak kepercayaan masyarakat terhadap Pemprov Maluku.

“Ini menunjukan masa  kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini dengan gubernur Karel Ralahalu dan Said Assagaf,dari sisi komunikasi dan keterbukaan sangat bedah jauh,ketika saya mambangun komunikasi dan berdiskusi dengan mahasiswa bahkan masyarakat banyak keresahan dan kekecewan yang di sampaikan terhadap kepeminpinan pemprov Maluku saat ini,”tegasnya.

Diketahui, provinsi Maluku persentase lautan mencapai 92,4persen,daratan 7,6 persen.Potensi ikan di Maluku mencapai 3 juta ton lebih per tahun yang berada pada 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni,Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafura.Melihat kondisi karakteristik ini,pastinya Maluku harus dibangun dari sektor laut dan perikanan kiranya menjadi leading sektor pembangunan Maluku kedepan.

“Kami tidak ingin lumbung ikan nasional hanya sekedar simbol. Tapi,kami ingin langsung mengimplementasikan sebagai suatu kenyataan dimana potensi perikanan tangkap di Maluku diperkirakan mencapai 4,6 juta ton (37 persen) dari 12,5 juta total potensi sumber daya ikan nasional,”jelas Rumbouw ketika mengutip sambutan Menteri Edhy Prabowo bebrapa waktu lalu.

Rumbouw mengharapkan,semoga niat baik Menteri Edhy Prabowo ini bukan hanya sekedar janji yang sekian kalinya,melaingkan  harus disakapi secara baik oleh Pemprov Maluku untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Maluku guna pemanfaatan, pengelolaan dan pengawasan dari sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan demi menjawab kemeskinan di Maluku.

“Untuk itu ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku untuk membangun komunikasi persuasif disemua elemen masyarakat Maluku,serta untuk mendukung program pemerintah baik secara lokal maupun nasional,”tandas  Rumbouw.

Editor     : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

MUSDA IX DPD II Partai Golkar Kota Ambon Hari Ini ( 9/9) Di Gelar

AMBON,N25NEWS.com- Musyawarah Daerah (Musda) ke IX Partai Golkar Kota Ambon,akhirnya dilaksanakan pada hari ini,rabu 9 …