Ibadah Natal Aman dan Damai Dirjen Bimas Kristen Apresiasi Aparat dan Ormas Islam

AMBON,N25EWS.COM – Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si menyampaikan apresiasinya kepada aparat jajaran TNI/Polri dan ormas Islam yang secara bersamaan menjalankan tugas dengan baik mengamankan perayaan Natal tahun 2018 sehingga berlangsung dengan aman dan damai.
“Tentu sebagai Dirjen Bimas Kristen sangat memberikan apresiasi kepada seluruh aparat TNI/Polri 8dan dibantu ormas Islam yang turut secara bersama menjaga keamanan, hingga akhirnya ibadah Natal Kristus berjalan dengan aman dan lancar,”tandas Pentury saat dimintai tanggapannya lewat telepon selulernya, Selasa(25/12).
Apresiasi yang sama juga disampaikan Pentury kepada seluruh jemaah yang merayakan ibdah Natal dengan tertib dan sangat saklar untuk umat Kristiani di Maluku khususnya di Kota Ambon
Menurut mantan Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, hal tersebut seharusnya sudah menjadi tradisi peryanaan Natal Kristus yang memiliki makna yang eksensial yang damai dan suka cita, dalam keadaan aman, nyaman yang semua agama pasti menghendaki sudah pasti menghendaki hal tersebut.
“Umat kristiani di Maluku, kami bisa merayakan Natal dengan baik dan sudah tentu kami memberikan apresiasi yang baik bagi jajaran aparat keamanan, jemaat dan elemen masyarakat termasuk ormas Islam yang melaksanakan tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019 hingga akhirnya dapat berjalan dengan baik,”ungkapnya.
“Sampai saat ini sangat bagus, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat yang bekerjasama bersama-sama mengamankan perayaan Natal 2018 ini sangat baik,” kata Pentury.
Sebelumnya pantauan wartwan dibeberpa Gereja yang melaksanakan ibdah Natal, terlihat
pengamanan bukan hanya dilakukan oleh aparat TNI Polri namun juga oleh para pemuda Muslim dan remaja masjid.
Dimana para pemuda dan pengurus remaja masjid yang ikut mengamankan ibadah malam Natal ini terkonsentrasi di Gereja Silo tepatnya di kawasan Tugu Trikora, Gereja Maranatha, dan di Gereja Hok Im Tong di Jalan Anthony Reebok, dengan mengenakan baju koko dan kopiah di kepala. Selain mengamankan jalannya ibadah Natal mereka juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas di depan Gereja.
Menurut pengakuan Ketua Remaja Masjid Kelurahan Waihaong, Iklhas Rumalesin, bahwa keterlibatan remaja Masjid dalam pengamanan Gereja saat berlangsungnya ibadah Natal sudah berlangsung sejak tahun 2010 kemarin dan sudah menjadi rutinitas pihaknya melakukan setiap tahun.
Selaian mengamankan gereja saat malam Natal sebagai wujud mencipatkan suasana aman dan damai bagi jemaah yang tengah beribadah. Ini juga merupakan wujud toleransi dan aktualisasi dari nilai-nilai persaudaraan sesama orang bersaudara di Maluku.
“Tidak ada maksud lain, ini hanya semata-mata
Ingin menunjukan bahwa inilah keragaman dan toleransi di Maluku. Bahwa nilai-nilai persaudaraan di Maluku itu sangat kuat,”ujarnya.
Hal tersebut kata Wakil Ketua Jemaat GPM Silo, Penatua Sipahelut bahwa dirinya mengakui pengamanan gereja di malam ibadah Natal telah menjadi tradisi tahunan di Kota Ambon yang didalamnya ada keterlibatan pemuda masjid dalam mengamankan gereja, sebagai wujud orang basudara, ale rasa beta rasa.
“Ini sudah merupakan tradisi yang lahir dari nilai-nilai kearifan lokal pela dan gandong, ale rasa beta rasa, potong dikuku rasa didaging,”ungkapnya.

Penulis: Gali M

About admin

Check Also

Kabag TU Kemenag Maluku Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

AMBON,N25NEWS.COM – Menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke 73, jajaran ASN Kanwil Kementerian …