Breaking News

IMI Maluku Targetkan 4 Klas Masuk Pada PON 2020

 

Kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku,bukan baru efektif di dua tahun belakangan ini tetapi sebenarnya kepengurusannya sudah bekerja dari tahun 2017,cuma memang baru di kuhkukan sekarang,sebab memang ada beberapa persoalan internal yang timbul pada saat Muprov dan sebelum Munas ditingkat pusat yang perlu diselesaikan

AMBON,N25NEWS.COM – Kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku,bukan baru efektif di dua tahun belakangan ini tetapi sebenarnya kepengurusannya sudah bekerja dari tahun 2017,cuma memang baru di kuhkukan sekarang,sebab memang ada beberapa persoalan internal yang timbul pada saat Muprov dan sebelum Munas ditingkat pusat yang perlu diselesaikan.
Hal ini dikatakan Ketua IMI Provinsi Maluku,Sandy Wattimena,kepada awak media pada Acara Pelantikan Kepengurusan Ikatan Motor Indonesia Maluku Masa Bahkti 2017-2021,yang berlangsung di Hotel Santika Premire,rabu (12/02/2019).

Lebih lanjut Wattimena mengatakan,”Kita bekerja dengan ada Surat Tugas dari Pengurus Pusat secara efektiv selama 4 tahun,nah menghadapi tantangan PON 2020 di Papua maka dalam waktu dekat ini ada Pra PON,seperti Ketua Umum ngomong bahwa pelaksanaan Pra PON memang di Pulau Jawa yang kemungkinannya di Jakarta atau di Sirkuit Sentul,”kata Wattimena.

Sedangkan ada 1 klas yaitu Motorcross IMI Maluku belum tahu lokasiny dimana,tetapi ada kemungkinan di Pulau Jawa.IMI Maluku telah menyampaikan proposal ke KONI Maluku untuk mengikutsertakan 5 katagori yang 4 untuk balap motor sedangkan 1 untuk motorcross,maka ini tinggal semuanya tergantung dengan pendanaan dari KONI dengan Pemda,kemudian juga perlu dipahami kondisi daerah yang minim.

“Tadi yang disampaikan Ketua KONI Maluku yang mengharapkan kerja keras dari masing-masing Pengprov yang mana kan kalau prestasi kita berhasil dengan keterbatasan pendanaan itu kan hebat,maka prestasi harus didukung oleh prasarana seperti sirkuit,memang untuk sirkuit di Maluku belum ada jadi kita kirim atlet kita untuk TC Jawa,”ungkap Wattimena yang juga Kabid pada Dinas PUPR ini.

Kemudian mengenai TC (Training Centre),dapat dikatakan bahwa olahraga bermotor ini berbeda dengan olahraga yang lain seperti,kalau bertanding yang menang itu yang akan diberangkatkan,tetapi bermotor ini berbeda,memang juga membutuhkan skill,fisik tapi ini olahraga mesin,yang mana ada yang bagus tapi pada saat bertanding mesinnya tidak bagus,jadi bukan berarti juara yang berangkat itu tidak.

“Jadi caranya itu selama 4 tahun ini kita sudah lihat atlit bermotor yang sudah melalang buana di even-even baik ditingkat lokal maupun regional,jadi kita sudah bisa ikuti,itulah olahraga motor,jadi tidak semerta-merta TC yang menang dia mewakili itu ridak,beda bermotor sebab butuh jam terbang,ada orang punya motor jelek tapi hebat dalam skill,sedangkan ada orang yang motornya bagus tapi tikungannya jelek,”jelas Wattimena.

Mengapa demikian sebab setiap even-even itu dianggap sebagai seleksi,seleksi dalam arti bahwa bisa dilihat Spek motor itu ada misalnya dikelas tertentu seperti klas cun up,tetapibada lawan yang main dengan motor yang standar hasilnya motor standar bisa mengimbangi motor cun up maka sudah bisa dilihat skillnya motor standar lebih bagus,jadi belum tentu yang masuk finis nomor 1 itu hebat,beda balap motor ini.

“Maka untuk itu target kita pada PON 2020 mendatang kita olahraga bermotor ini kan biaa dibilang masih baru,maksudnya baru 2 kali,2020 ini yang ke 3 kali,kita punya target masuk PON untuk 4 katagori,kemarin 2016 baru 1 katagori yang lolos ke PON di klas pemula 125 CC,sedangkan 4 ini kita targetnya tidak muluk-muluklah,tetapi kita berusaha minimal 4 klas itu bisa lolos di PON 2020,”tandas Wattimena.

Penulis : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Melaju Ke Perempat Final, Saka Mese Nusa FC Tantang Maluku United

PIRU,N25NEWS.COM – Tim Saka Mese Nusa FC yang bertarung di Piala Kapolda Maluku U-23, 2019 …