Breaking News

Inilah Yang Di lakukan Bpom Ambon Sepanjang Tahun 2018

 

AMBON,N25NEWS.COM – Upaya pemberantasan peredaran produk obat dan makanan illegal terus digalakkan Badan POM Kota Ambon melalui pengawasan secara komperhensif,baik pre-market evaluation,post-market serta penegakan hukum yang di barengi  dukungan partisipasi masyarakat dalam pengawasan terhadap produk obat dan makanan illegal.

Hal ini dikatakan Kepala Balai POM Ambon,Hariani kepada awak media pada acara konfrensi pers hasil pengawasan peredaran produk obat dan makanan tahun 2018  di lantai II Kantor Balai POM Ambon,kamis (27/12/2018).

Lebih lanjut Hariani mengatakan,”Kalau obat temuan kemarin 492 jenis terus kemasan terkecilnya 78.24 kemasan dengan nilai ekonominya 94.20 ribu,sedangkan untuk pangan 802 jenis kemasannya 92.600 dengan nilai ekonomninya 49 juta lebih,kosmetik ini 1.489 jenis kemasannya 44.401 kemasan,terus obat tradisional 35 jenis 25.915 kemasan,suplemen kesehatan 10 jenis 35 kemasan sebagian besar kadalwarsa dan rusak,”kata Hariani.

Sementara itu untuk sarana pelayanan kesehatan  pemerintah pihak Balai POM sudah melakukan pengawassn  secara intens,jadi yang  selama obat yang ekspayer di puskesmas karena stoknya  kebanyakan,selain kebanyakan jenisnya  tidak sesuai dengan yang dibutuhkan di wilayah setempat.

Jadi untuk penyakit yang spesifik untuk  daerah tertentu,itu mestinya teman-teman di Dinas Kesehatan menyediakan obatnya sesuai dengan kebutuhan,kemudian sebagian besar pengelola obat di puskesmas  yang penting mereka itu tenaga kesehatan,perawat,dokter.

“Nah karena mereka sebagian besar bukan farmasi maka kami di tahun 2018 sudah melakukan bimbingan teknis (bimtek) untuk 6 Kabupaten/Kota kecuali Ambon,sebab di Ambon kan SDMnya sudah lumyan bagus sehingga tidak terlalu mengkuatirkan,”jelas Hariani.

Jadi sepanjang tahun 2018  untuk sarana pelayanan kesehatan yang sudah diperiksa itu berjumlah 286,namun terkait  sarana pelayanan pemerintah seperti puskesmas yang masih menjadi kendala kami adalah yang di pulau-pulau,namun demikian pihaknya  sudah berusaha untuk pemerataan pelayanan demgan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk sinergitasnya.

Menjadi catatan kami soal pengawasan  yang paling banyak belum dijangkau  yaitu Kabupaten Kepulauan Aru,sebab Aru itu mereka ada 33 puskesmas hanya ada 3 yang di daratan yang satu daratan dengan Kota Dobo,yang lainya di setiap pulau itu hanya satu puskesmas saja jadi kita belum bisa sampai kesana,”tandas Hariani.

Penulis : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Monev Jaminan Sosial, Pimpinan dan Komisoner DJSN Kunjungi RST

AMBON,N25NEWS.COM – Dalam rangka melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program jaminan sosial nasional (Jaminan kesehatan …