Breaking News

Ippermal Minta Pemda SBB & Polres Tuntaskan Aksi Baku Jaga Lisabata -Mornateng

PIRU,N25NEWS.COM – Berlangsung Pemerintahan Kabupaten SBB dan Pihak Kepolisian Polsek Taniwel, diminta serius untuk menuntaskan persoalan antara dua Negeri bertetangga yang berada di kecamatan Taniwel yakni Lisabata dan Mornateng, hal ini diungkapkan salah satu pengurus Himpinan Pemuda Pelajar Lisabata (Ippermal ), Jaidun Kaisuku.

Kaisuku yang didampingi oleh sejumlah Pengurus Ippermal yang ditemui di Piru, Sabtu, (16/3) menyatakan, akibat dari persoalan pemukulan empat orang Pemuda Lisabata yang dilakukan oleh Pemuda dari Mornateng maka pada pukul 15.00 WIT dilakukan penutupan jalan Trans Seram oleh sekelompok pemuda dan Masyarakat di Negeri Lisabata.

Dijelaskan Kaisuku, kejadian Pemukulan empat pemuda itu terjadi pada bulan lalu tepatnya Minggu,(25/2) itu terjadi di Kali Pana, tetapi hingga saat ini pihak Polsek Taniwel dan Polres SBB belum dapat mengungkapkan pelakunya.”Beredar informasi hanya dua pelaku yang baru ditangkap” cetusnya.
Menurutnya, karena insiden pemukulan ini maka sudah dilakukan proses mediasi yang berlangsung pada Rabu,(27/2) yang melibatkan Pemkab SBB, Pemerintah Desa Lisabata dan Mornateng Polres SBB,Ka Sumba PSKT Batara dan TNI, Pabung Korem 1502 Mayor Inf Mado dan keluarga korban dan pelaku pemukulan.

Diungkapkan ada terjadi dua kali mediasi pada mediasi,pada mediasi pertama sempat dipimpin langsung oleh Bupati SBB, Drs Yasin Payapo, tetapi berhubung Bupati mau ke Jakarta,maka mediasi dilanjutkan oleh Sekda SBB, Mansur Tuharea.

Ternyata setelah proses mediasi berjalan, terjadi lagi aksi sweeping oleh sekelompok oknum Pemuda Mornateng terhadap masyarakat Lisabata, yakni memeriksa KTP di kendaraan roda maupun Bus tujuan Lisabata saat melewati Mornateng.
Puncak dari Kemarahan masyarakat lisabata adalah, ketika kelompok Pemuda Mornateng melakukan sweeping terhadap salah satu Bus Damri dari Ambon,dimana Boks-boks ikan pun diperiksa Mereka.

Karena kejadian itu, maka Hipermal dan Pemuda Lisabata kemudian melakukan protes dan Hipermal kemudian melakukan pertemuan dengan Kapolres tetapi Kapolres masih di Ambon, begitu juga Wakapolres tidak berada di tempat,sehingga kelompok Pemuda tersebut hanya bisa melakukan pertemuan dengan Kasat serse..
Karena ketidakpuasan Masyarakat Lisabata akan tindakan para pemuda Mornateng itu, maka pada Sabtu (16/3) Pemuda Lisabata melakukan Pemalang Jalan dengan cara cor beton.di Jalan Trans Seram itu sehingga lalu lintas yang melalui jalur itu macet total.

Menurut Kaisuku, awalnya Hipermal mencoba membujuk masyarakat untuk tidak melakukan pemalangan jalan, pasalnya jika hal tersebut terjadi maka akan menyusahkan masyarakat sendiri, yang selama ini biaya untuk menuju ke Piru adalah sekitar 100 ribu tetapi jika memalang jalan maka membutuhkan biaya Rp 500.000 untuk ke kota Piru karena harus lewat jalur pantai utara (Pantura).

Kaisuku menyatakan aksi baku jaga antar kedua negeri itu, harus segera diselesaikan, pasalnya berbeda dengan kasus Latu-Hualoy kedua desa ini berbeda Agama.” yang saya takutkan adalah pertikaian antara kedua Desa ini bisa merembet pada isu SARA, oleh karena itu Polres SBB harus cepat bisa tanggap terhadap kemungkinan ini.
Kaisuku juga meminta Polda Maluku juga memberikan perhatian terhadap persoalan ini agar dapat tercipta perdamaian di Bumi Raja-Raja.

Reporter: Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

 

About admin

Check Also

Gelar Konsultasi Renstra , Staf Ahli LPPM Paparkan Kondisi Riil & Peluang Buano

PIRU,N25NEWS.COM – Dalam rangka merevitalisasi kearifan lokal untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan di …