Wakil Gubernur Maluku,Barnabas Orno

Ironis Anggaran Pra DAK Kabupaten MBD 105 Milyar,Namun Hanya Dikucurkan 5 Milyar

AMBON,N25NEWS.COM-Wakil Gubernur Maluku,Barnabas Orno mempertanyakan anggaran pra DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun berjalan dari Kementerian Kesehatan sebesar 105 milyar,tetapi finalisasinya hanya 5 milyar.

Hal ini dikatakannya kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku,senin (8/7/2019).

“Saya rasa hal ini sungguh ironis memang,bayangkan saja anggaran tahun barjalan untuk masalah kesehatan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),itu untuk pra DAK nya saja 105 milyar,tetapi finalisasinya hanya 5 milyar,jujur saya malah mau tolak anggaran itu,”kata mantan Bupati MBD ini.

Sebelumnya,ia sempat mengirim surat kepeda Menteri Kesehatan RI,dimana pernyataan Menteri Kesehatan dr.Nila Moeloek di  media terkait masalah kesehatan di MBD yang mana masyarakat MBD lebih memilih berobat ke Negara Timur Leste.

Menurutnya lagi,masyarakat MBD yang berobat ke Timur Leste itu,sudah dari dulu,bahkan sebelum MBD dimekarkan menjadi Kabupaten dan ia menambahkan bahwa pemerintah pusat juga sudah mengetahui tentang hal itu.

“Jadi pernyataan Ibu Menteri kan mengatakan bahwa menyesal karena anggaran untuk membangun rumah sakit  Pratama di Lirang itu saya alihkan untuk membangun RSU di Tiakur,”jelasnya.

Dijelaskannya lagi,berbeicara mengenai masalah kesehatan dijaman pemerintahannya,ketika masih menjabat Bupati MBD,serta baru meninggalkan MBD tiga bulan,tetapi yang pasti RSU di Tiakur memakai APBD murni dan tidak ada campur APBN,kecuali Alkes (alat kesehatan) itu pun belum maksimal.

“jadi saya membuat surat terbuka biar masyarakat tau sehingg saya tidak dihakimi secara moral dan kalau ibu menteri bersedia untuk datang dan kita bicara terbuka, saya tidak mau didalam gedung  (tertutup) terbuka untuk umum sehingga dari situ dia bermakna bagi Maluku secara keseluruhan jadi itu yang menyebabkan saya buat surat terbuka,”tuturnya.

Baca juga :   Diversifikasi Pangan Mutlak Dilakukan Sebagai Sarana Promosi Pangan Lokal

sedangkan nanti tahun ini, baru mulai dibangun rumah sakit Pratama itu di Wetar tepatnya di Ilwaki.Kenapa perencanaan pusat tidak bisa semua titik untuk dibangun RS Pratama,sebab belum tentu 1 bulan itu ada pasien 10 orang dan kalau banyak RS yang disana sini,tenaga dokternya dimana ?

“jadi waktu itu saya minta kita fasilitasi RSU di Ibukota Kabupaten yang cukup representatif sehingga bisa menjadi pusat rujukan,akhirnya apa rakyat di pulau Tiakur di Moa mereka berobat ke Kupang kan mereka menyusur lewat pulau Timur mereka pasti masuk disana dan itu harga diri negara lho sebenarnya,”bebernya.

Untuk diketahui,daerah Indonesia bagian timur yang berbatasan langsung dengan Timur Leste dan Australia itu adalah Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar.

 

“Kalau kita dari Moa ibukota Kabupaten ke Pulau Timur saja itu cuma setengah jam dengan speedboat,sedangkan dari titik 0 dari pulau Moa karena itu langsung Darwin,dengan kapal cepat yang daya tempuhnya 30-40 mil per jam itu cuma 8 jam sampai ke Darwin,”tandasnya.

Reporter     : Aris Wuarbanaran

Editor         : Redak  si

 

 

Check Also

Ketua Sinode GKPII,Isu Miring Pdt EU Tidak Benar

AMBON,N25NEWS.com – Ketua Sinode GKPII, Pdt Lien Khuwael,menanggapi isu miring yang menimpah Pdt EU sebagaimana …

×

N25NEWS.com