Home / Hukum dan Kriminal / Istilah 86 Melilit Oknum Wartawan Dan Pejabat Disdikbud Maluku

Istilah 86 Melilit Oknum Wartawan Dan Pejabat Disdikbud Maluku

AMBON-Istilah 86 atau eksekusi ditempat bukan hanya dipakai pihak kepolisian, tapi istilahnya kini melilit oknum wartwan dan pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku

Kasus penggrebekan yang dilakukan pihak kepolisian dari satuan Resmob Polda Maluku,Kamis(18/10) malam kemarin disalah satu ruangan di Dinas Dikbud Maluku terhadap lima pejabat yang tertangkap basah sedang aksi permainan judi jenis Yoker dengan barang bukti kartu yoker dan dengan jumlah uang ratusan ribu diatas meja.

Saat tertangkap basah tidak ada konfromi yang dilakukan pihak kepolisian, hingga akhirnya kelima pejabat Dinas Pendidikan Maluku yang diketahui berinisial, GS, WS, FM, JK dan IB langsung digiring menuju Kantor Polda Maluku, bersama keempat wartawan yang sehari-harinya bertugas menangani kasus kriminal, baik di Polres pulau-Pulau Ambon maupun Polda Maluku.

Keempat wartawan tersebut terdiri dari, wartawan TV, Oneline dan dua wartawan cetak lokal di Kota Ambon.

Anehnya setelah melakukan negosiasi yang dilakukan salah satu pejabat Dinas Pendidikan, kasus tersebut hanya sampai  pada kesepakatan dengan membuat pernyataan.

Dimana kesepatan dengan istilah 86 atau penutupan terhadap kasus yang ditangani pihak kepolisian, itu juga berlaku pada keempat oknum wartawan agar pemberitaannya tidak diangkat pada media masing-masing dengan memberikan sejumlah uang dengan nilai yang cukup besar.

Alhasilnya tidak ada pemberitaan yang dikeluarkan oleh media dari kempat oknum wartawan tersebut, selain salah satu media lokal yang wartawannya tidak terlibat dalam kasus penangkapan.

Bahkan keterlibatan keempat wartawan sempat menjadi viral di berbagai medsos, meskipun sudah diketahui siap-siapa oknum wartawan yang terlibat namun mengingat kode etik jurnalis, hal tersebut tidak perlu dibeberkan.

Selain wartawan diduga kuat juga ada sejumlah uang yang diterima pihak kepolisian, lantaran kasus tersebut tidak dilimpahkan kepihak penyidik tetapi hanya bertengker dipihak Resmob yang menenganinya.

Bahkan informasi yang sempat digali pada salah satu pejabat dari lima oknum tersebut, bahwa uang hasil judi yang disita diatas meja saat penggerebekan juga tidak dikembalikan alias dikantongi oknum anggota Polisi sendiri.

About admin

Check Also

Kejari Namlea Mantahkan Laporan Peyalahgunaan ADD/DD di Elara dan Selasi Ambalau

AMBON,N25NEWS.COM – Bukan saja Gerakan Mahasiswa Pemerhati Rakyat Maluku (The action student of observer society), …