Istri Korban Abdullah Pattilouw Minta Keadilan Polres dan Kejari Malteng,Delapan Bulan Penanganan Kasus Masih Misterius

AMBON,N25NEWS.com –  Istri almarhum Ridwan Abdullah Pattilouw korban pencurian disertai kekerasan hingga menewaskan nyawa suaminya, meminta keadilan pihak Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) untuk segera secepatnya menuntaskan kasus tersebut. pasalnya kasus yang sudah dinyatakan P19 oleh pihak Kejari yang sudah berlangsung selama delapan bulan penanganannya terkesan masih misterius.

“Ini kan aneh ?, kasus hilangnya nyawa suami saya, itu terjadi sejak tanggal 16 Maret 2019 sekitar pukul 01.00 WIT dinihari, oleh empat tersangka yang sudah diketahui identitasnya, bermula saat mereka hendak mau membunuh almaruhum dengan cara pura-pura  mencuri didalam rumah pada tanggal 16 Maret, hal ini diketahu setelah tersangka Radju Tamher didepan Kasi pidum kejari masohi dan istri almarhum serta anak anak almarhum diruangbkasipidum Kejari masohi.bahwa kedua tersangka ini masuk kerumah almarhum dengan tujuan pura pura mencuri namun sudah ada niat membunuh, dengan cara tersangka Raju tamher masuk ke toko , sedangkan tersangka adiman masuk ke kamar keluarga namun almarhum tidur ditempat kamar anaknya disebelah dan didalam melaksanakan kegiatan mengunakan kode, selanjutnya Raju Tamher ke kamar almarhum untuk bertemu Tersangka Ridwann dan berbicara selanjutanya tersangka Raju keluar mengetuk pintu kamar anak korban, selanjutnya Radju kembali ke toko dan adiman keluar dari kamar langsung memukul dan korban jatuh setalah itu tersangka adiman menusuk korban denagan gunting dan langsung lari keluar..selanjutnya tersangka Radju keluar dan menemukan korbannsudah berlumuran darah dan tidak kuat namun berduha memotong Tersangka Radju namun di tepis dan diambil parang korban dan memotong korban,koq sampai sekarang juga belum disidangkan,”ujar mama Nuh istri korban pada awak media di Ambon, Selasa(17/12/2019).

Anehnya lagi bukanya ditahan karena sudah menghilangkan nyawa orang, tapi empat dari tiga pelaku dan satu lainnya masih dibawa umur masih tetap dibiarkan menghirup udara segar alias dibiarkan berkeliaran begitu saja oleh pihak kepolisian setempat.

Empat pelaku yang diduga melakukan penganiaan, dua diantaranya bertindak sebagai pelaku eksekusi tunggal yakni, Radju Tamher dan Admin yang juga belum diseret ke pengadilan, meskipun janda dengan dua anak itu sering berulang kali mendatangi Polres dan Kejari Malteng untuk mempertanyakan kelanjutan kasusnya, sehingga dapat mengungkapkn tabir dibalik hilangnya nyawa korban  Ridwan Abdullah Pattilouw (71) setelah kurng lebih sepekan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Masohi, 22 Maret 2019..

“Saya sudah berulang-ulang datang tanya pihak kepolisian dan Kejari, bagaimana penanganan kasus suami saya, tapi jawaban yang saya dapat hanya harapan palsu hingga sampai mau akhir tahun 2019,”ujarnya.

Meskipun dirinya mengakui, kalau alasan keterlambatan seperti yang dikatakan pihak kepolisian akibat kasus almarhum suaminya bertepatan dengan memasuki minggu tenang Pemilihan Presiden dan Wakil Priseden dibulan Maret 2019, dengan alasan banyak aparat yang mendapat penugasan sehingga baru akan diproses setelah pemilu, sebab jika dilakukan sebelum pemilu akan bisa menimbulkan gesekan antara Desa Lisabata dan Pasanea lantaran almarhum Ridwan Abdullah Pattilouw  merupakan salah satu tokoh masyarakat Lisabata Kecamatan Taniwel yang sangat dihormati dan disegani.

Baca juga :   Walalayo Minta Dinas Kominfo Bangun Tower BTS Di Tehoru-Telutih

Tapi sayangnya janji dan harapan pihak kepolisian itu hanya palsu, sehingga membuat kekecewaan dan menaruh kecurigaan dari istri almarhum Ridwan Abdullah Pattilouw, terhadap kepastian supermasih hukum dari pihak penyidik Polres Malteng, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“Kami benar-benar kecewa, kami yang tadinya menaruh harapan kepada aparat penegak hukum,  tapi sampai saat ini, tidak ada penaganan tuntas, kami juga curiaga ada apa dibalik semua ini,” tutur mama Nuh sambil mengeluarkan air matanya penuh kesedihan.

Seraya dirinya memohon kiranya Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lomuwa  dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Yudi Handono dapat memberikan hadiah Natal dengan menangkap otak dibalik hilangnya korban almarhum suaminya. Karena sampai kapan pun dengan segala upayah tetap menuntut dan berusaha, sampai kasusnya mendapat titik terang.

Hal tersebut juga diungkap dari kedua anak almarhum yakni, Ida dan Rogaya  Pattilouw, kalau keduanya merasa bersalah dan berdosa jika tidak bisa membantu ibunya dalam mencari keadilan dari kematian almarhum ayahnya Ridwan Abdullah Pattilouw.

“Terlalu banyak janji kepolisian dalam menangani kasus meninggalnya orang tua kami.ini kan pidana murni, apakah iya aparat kita yg sudah moderen ini tidak bisa menggungkap kasus seperti ini, bagaimana dengan kasus besar yangg sulit. Hal ini bertolak belakang dengan keinginan pemerintah dalm memajukan SDM aparat kepolisian dan kejaksaan,”tegas kedua anak almarhum.

Bahkan dengan tegas keduanya bertekad, jika kasusnya tetap mesteruis dan didiamkan saja oleh pihak Polres dan Kejari Malteng, langkah yang diambil dilaporkan ke Mabes Polri dan  Kejaksaan Agung di Jakartam, bahkan  ke Presiden lewat stafnya, sambil meminta media untuk bisa menyuarakan dan turut merasakan penderitaan yang dihadapi keluarganya atas perlakukan hakum yang menurut mereka tidak mendapat keadilan.

Istri almarhum terakhir kalinya kembali meminta Polres Malteng untuk bisa secepatnya menungkap motif siapa dalang dibalik pencurian yang meninggalnya suaminya.

“Sampai kapanpun dengan kekuatan sebagai rakyat kecil, kami  menuntut kebenaran dan keadilan dan akan terus berusaha sampai titik darah pengabisan untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku atas perbuatanya yang telah menghilangkan nyawa suami saya dengan cara yang keji dan kejam,  sehingga meninggal dunia ,”cetusnya.

Sebelumnya penyidik Polres Malteng mengakui akan mengembangkan kasus pencurian dan penganiayaan yang menyebabkan korban Ridwan Abdullah Pattilouw, warga Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, meninggal dunia.

Akibatnya, korban mengalami luka potong pada pelipis kanan, jari tengah dan jari manis tangan kanannya putus. Sementara pelaku lainnya yang diduga bernama Ridwan Nurlete mengambil gunting di dalam toko kemudian menusuk dada korban.

Editor : Redaksi

Check Also

Pengaruh Minuman Keras,Aris Bacok Seorang Tukang Becak

AMBON,N25NEWS.com-Dipengaruhi minuman keras (miras),Haris Makatitta (29) warga desa Batu Merah kecamatan Sirimau Kota Ambon,nekat membacok …