Itjen Kemenag RI Sosialisasi Audit Kinerja Tusi 2.0 di Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Tim auditor Inspektorat Jenderal (itjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan audit kinerja tugas dan fungsi (tusi) 2.0 terhadap jajaran Kanwil bersama Kankemenag se-Maluku.

Sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan Rektor IAKN Ambon, Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon, para pejabat eselon III/IV Kanwil Kemenag Maluku, Kepala Kantor Kemenag dan Kepala Madrasah se-Maluku.

Kepala Bagian (Kabag TU), Jamaludin Bugis dalam sambutannya menjelaskan, audit kinerja tusi yang akan dilaksanakan pada tahun ini merupakan tindak lanjut dari seluruh pelaksanaan audit sebelumnya. Proses sosialisasi ini dinilai penting dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

“Mengingat audit merupakan sebuah upaya perbaikan dan peningkatan kinerja organisasi lembaga/kementerian. Maka dari itu, semakin banyak instansi pemerintah di audit, semakin baik juga organisasi itu dalam pengelolaan pemerintahannya,” jelas Kabag TU dalam sosialisasi Itjen Kemenag RI di Aula Kanwil Kemenag Maluku, Ambon, Rabu (15/1).

Terlebih menurut Kabag TU, berdasarkan tuntutan agenda reformasi birokrasi, lembaga pemerintahan manapun akan diperhadapkan dengan audit berbasis tusi yang berorientasi pada aspek akuntabilitas, transparansi, efisiensi dan efektivitas kinerka seluruh ASN lembaga/kementerian.

“Jadi jangan berfikir proses audit merupakan upaya tangkap-menangkap, tetapi sesungguhnya esensi dari proses audit adalah perbaikan,” tegasnya.

https://twitter.com/ComN25news/status/1217316866739171328?s=19

 

Sebelumnya Kabag TU mewakili Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pimpinan satker se-Provinsi Maluku atas kerja kerasnya, sehingga realisasi anggaran di lingkungan Kanwil Kemenag Maluku pada tahun 2019 berada di posisi 98,25%.
“Tahun ini kita naik grade dari 92,08% di 2018 menjadi 98,25% di 2019,”sebutnya,
Adapun tim sosialisasi audit kinerja tusi 2.0 yang menyambangi Kanwil Kemenag Maluku yakni, Robiyanto Hadiwibowo (Pengendali Teknis), Priambodo (Ketua Tim), Ahmad Muzakki (Anggota) dan Abdul Wakhid (Anggota).

Robiyanto Hadiwibowo sebagai pengendali teknis menjelaskan audit tusi 2.0 dilakukan untuk mencapai dua tujuan, diantaranya adalah mendapatkan keyakinan yang memadai terhadap kinerja satuan kerja meliputi audit atas aspek 3E yakni, kehematan (ekonomis), efisiensi, dan efektivitas.
“Salah satu pokok bahasan audit ini meliputi pengukuran terhadap aspek 3E (ekonomis, efisien, efektif),” tuturnya.

Tujuan kedua berikutnya adalah memberikan nilai tambah dan meningkatkan operasional satuan kerja. “Audit kinerja dilaksanakan untuk memastikan efisiensi, efektivitas dan kehematan dari seluruh aspek proses bisnis dan operasi organisasi di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi dan informasi,” sambungnya.
Sementara terkait penilaian secara ekonomis, Hadiwibowo menguraikan aspek tersebut meliputi penggunaan anggaran yang telah sesuai dengan ketentuan.

“Tidak ada penganggaran untuk kegiatan yang tidak menunjang ketercapaian tujuan dan sasaran dalam rencana kerja, tidak ada penganggaran untuk komponen anggaran kegiatan yang tidak mendukung atau tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut, barang/jasa diperoleh harus dengan harga lebih murah dibandingkan barang/jasa yang sama atau barang/jasa telah diperoleh dengan kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan jenis barang/jasa serupa harga yang sama, dan barang/jasa telah diadakan sesuai kebutuhan atau dapat menunjang ketercapaian tujuan maupun sasaran dalam rencana kerja,” rincinya.

Selanjutnya penilaian secara efisiensi, Hadiwibowo menjeleaskan, aspek ini dinilai berdasarkan pemenuhan satuan kerja yang ditentukan dalam petunjuk teknsi audit ini meliputi fungsi perencanaan, pelaksanaan (terkecuali komponen pengelolaan anggaran), serta fungsi evaluasi dan pelaporan, yang dihitung secara kuantitatif.

Terakhir penilaian secara efektivitas. Aspek ini dinilai berdasarkan hasil pencapaian kinerja satuan kerja sesuai target tahunan, prestasi/penghargaan/sertifikasi tingkat internasional, nasional dan lokal.

“Seluruh kategori penilian itu harus mencapai nilai rata-rata 90-100 atau minimalnya 75-90,” katanya.
Diharapkan melalui sosialisasi ini seluruh satker yang tersebar di kabupaten/kota se-Maluku dapat menyatukan persepsi tentang mekanisme audit kinerja 2.0, agar bisa dipahami dan dipersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan dalam proses audit tusi nanti.

Proses sosialisasi dan pendampingi ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 13 sampai 16 Januari 2020.

Sunber : ZAM

Editor : Redaksi

Check Also

Berkurban Di kala Pandemi, Kakanwil: “Mari Berfastabiqul Khoirot”

AMBON,N25NEWS.com  – Sejumlah lembaga pendidikan madrasah di Maluku tidak ketinggalan berkurban di tahun ini meski …