Jadi Penyelengara Diklat PIM II,PBSDM Maluku Benahi Asrama

AMBON,N25NEWS.COM-Sebuah lembaga pendidikan itu ada 3 komponen yang harus dibenahi,secara terus menerus dan berkelanjutan yang mana salah satu komponennya adalah sarana prasarana yang memadahi.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Penyelenggara Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku,Suryadi Sambiring,kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku,rabu (23/01/2019).

Lebih lanjut Sambiring mengatakan,”Tahun ini untuk poin pertama kita akan selesaikan asrama yang terbengkalai,agar di bulan Agustus asrama yang untuk diklat Tingkat II dapat selesai sesuai agenda diklat PIM II yang sudah bisa menempati asrama yang represantif untuk pejabat eselon II,”kata Sambiring.

Disamping membenahi asrama tetapi juga dibenahi ruang-ruang kelas dan termasuk fasilitas olahraga yang otomatis sarana prasarana pada Badan BPSDM Provinsi Maluku bisa sekelas dengan Badan BPSDM di provinsi-provinsi lain di Indonesia seperti BPSDM Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kenapa seperti itu karena yang dipercaya oleh lembaga administrasi Negara Republik Indonesia untuk 34 BPSDM di Indonesia,yang dipercayakan untuk menyelenggarakan Diklat PIM II itu hanya sebanyak 8 provinsi saja yang mana untuk kawasan timur itu adalah yang tertua yaitu provinsi Maluku,yang rencananya ini angkatan ke IV 2019,”jelas Sambiring.

Sementara itu untuk provinsi Sulawesi Selatan dan Papua baru angkatan I.Kitapun selalu berkoordinasi dan berkonsultasi tentang kurikulum,yang mana pada kurikulum tentang diklat manegerial berupa pendidikan dasar atau prajabatan maupun PIM IV,III dan II yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan PP XI tahun 2015 tentang manegemen ASN.

“Tapi kita punya beberapa kendala di kurikulum yang belum ada di kita yaitu seperti kurikulum diklat teknis dan fungsional misalnya kurikulum untuk pengadaan barang dan jasa serta kurikulum tentang pengelolaan keuangan daerah demikian juga dengan kurikulum pengelolaan dana desa,”tutur Sambiring.

Kemudian mengenai penyelenggaraan yang mana widyaiswara juga ditingkatkan kompetensinya sebab semakin hari teknologi semakin berkembang serta juga aplikasi sehingga kita dituntut untuk mengikuti zaman yang mana disamping itu juga regulasi semakin-semakin berubah dengan demikian kita harus menyesuaikan dengan regulasi itu.

“Untuk itu kita perlu dipacuh tentang peningkatan kompetensi baik dia selaku guru atau widyaiswara,kemudian penyelenggara dalam arti struktural yang ada di BPSDM Provinsi Maluku juga harus berjiwa melayani sebab ini merupakan prasyarat untuk peserta itu harus dilayani selayaknya seorang pejabat yang mengikuti diklat itu,”tandas Sambiring.

Penulis : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Far-Far,Permasalahan Pertanahan Di Maluku Cenderung Menimbulkan Konflik Kepentingan

AMBON,N25NEWS.COM-Permasalahan pertanahan dalam masyarakat sering dan cenderung terjadi dimana hal tersebut telah menimbulkan konflik kepentingan …

×

N25NEWS.com