Jaksa Tuntut Adiman Nurlette 16 Tahun Penjara

MASOHI,N25NEWS.com – Jaksa Penuntut Umum yang di Ketuai oleh Ronald Rettob menuntut terdakwa Adiman Nurlette (19 thn) dengan hukuman 16 tahun penjara pada sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Masohi selasa 9 Juni 2020.

Sidang dakwaan Kasus pencurian dengan kekerasan dengan meninggalnya Alm RAP ( 71 thn ) berlangsung secara PressConfrens yang di pimpin Hakim Ketua Rifai Tokuboya.SH.

Kepada media ini setelah selesai dakwaan,Humas Pengadilan Negeri Masohi Rifai Tokuboya SH menegaskan bahwa sidang Pencurian dan kekerasan dengan meninggalnya RAP di sidangkan dengan PressConfrens di karenakan mewabahnya covid-19 dan menghindarkan bentrokan yang terjadi antara keluarga pelaku dan keluarga korban.

Selain itu terkait dengan sidang dakwaan kemarin (09/06) terdakwa menyatakan bahwa pada persidangan sebelumnya,keterangan-keterangan yang ia berikan,dirinya dalam kondisi tidak stabil,sakit dan tak sadar apa yang di katakan,Rivai Tokuboya menegaskan bahwa persidangan tersebut sudah lewat dan tidak ada hubungannya dengan persidangan hari ini.

“Kita anggap sidang yang kemarin terdakwa tidak sakit dan keterangan hari ini tidak ada hubungannya dengan sidang kemarin dan hari inikan sidang dakwaan,”ujar Rifai Totuboya.

Selain itu tambahnya,terkait terdakwa yang berbelit-belit dalam persidangaan itu adalah hak terdakwa karena di jamin dalam undang-undang karena di tidak di sumpah,tinggal jaksa penutut umum membuktikan kesalahan Adiman Nurlette.

Terkait ada dan tidaknya aktor di balik kasus ini sebagai Majelis Hakim, Tokuboya mengatakan bahwa dirinya tidak tahu “Kita lihat nanti, sesuai dengan alat bukti yang ada apakah jaksa bisa membuktikan si Adiman bersalah atau tidak.”tegas Humas Pengadilan Negeri Masohi ini.

Tegasnya lagi Kalau ada kepentingan-kepentingan dari pihak lain dirinya tidak tahu,karena sebagai hakim menilai orang dari tingkat kesalahannya.

Sementara itu di tempat terpisah Jaksa Penuntut Umum Ronald Rettop menegaskan bahwa penuntutan 16 tahun yang di jatuhkan kepada Adiman Nurlette (19 thn) sudah melalui pertimbangan, bahwa dalam sidang Adiman berlaku sopan namun yang memberatkan dirinya bahwa terdakwa belum mengakui perbuatannya.

Selain itu sambung Rettop,sebagai Jaksa Penuntut,paradigmanya bukan lagi menuntut orang seberat-beratnya atau memasukan orang dalam penjara sebanyak mungkin namun bagaimana hukuman itu bias membuat orang berubah dan ketika nanti di lembaga dia di bina,dia keluar bisa menjadi orang baik.

“Itulah paradigma Kejaksaan,menuntut dan menghukum orang saat ini.Memang ancaman hukuman untuk Adiman Nurlette (19 thn) dan RT (16 thn) bisa hukuman mati,seumur hidup dan maksimal 20 tahun,tapi kita tidak memakai hukuman 20 tahun karena dia masih muda,dia punya hak juga di kasih kesempatan memperbaiki dirinya,”jelas JPU Ronald Rettop.

Bagi kita kata Rettop,walau perbuatannya telah menghilangkan nyawa orang tetapi kita menghukum dia dengan seberat-beratnyapun, korban itu tidak akan kembali hidup.Jadi dia masih mempunyai kesempatan memperbaiki diri.

Terkait ada aktor di balik kasus ini yang di sangkahkan keluarga korban ,tegas Rettop bahwa sesuai fakta persidangan sampai hari ini,tidak ada keterangan saksi-saksi satupun yang menyatakan bahwa ada orang lain di balik kasus ini.

“Karena keterangan saksi ini kan orang yang melihat dan mendengar langsung, jadi kita tidak bisa memakai asumsi.Fakta di persidangan tidak terungkap ada orang di balik kasus ini,”tegas Jaksa Penuntut Umum Ronald Rettop.

Check Also

Diduga, Terjadi Penyalagunaan ADD/DD Tahun 2019 Di Desa Kaibobo

AMBON,N25NEWS.com- Diduga kuat, terjadi penyalagunaan ADD/DD Tahun 2019 di Desa Kaibobu, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten …