Breaking News

JCH Maluku Pasti Dapat Inovasi Baru Pelayanan Haji 2019

AMBON,N25NEWS.COM-Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad S.Pd, M.Pd menegaskan, bahwa secara nasional khusus bagi 1.272 Jemaah Calon Haji (JCH) Maluku sudah dipastikan akan mendapat inovasi baru dalam pelayanan musim haji 1440 H/2019 M.

Dimana pelayanan haji 2019 akan lebih baik daripada tahun sebelumnya (2018). Sejumlah inovasi baru akan dirasakan oleh jemaah haji Indonesia termasuk JCH Maluku.

“Ini Inovasi haji sebetulnya, dulunya setiap tahun hampir berbeda, trikmen dalam pelayanan haji itu berbeda, Nah tahun ini ada tiga inovasi baru yang akan diterapkan dalam peningkatan pelayanan haji Indonesia termasuk didalamnya JCH Maluku,”tandas Musaad usai menghadiri Halal bi Halal keluarga besar Kemenag Maluku dan pembekalan terintegrasi petugas haji Indonesia tahun 2019 di aula Kemenag Kota Ambon,Rabu(3/7/2019).

Untuk tiga Inovasi kata Musaad, adanya pemberlakuan jalur cepat atau fast track. ini ditempuh agar mempermudah JCH dalam berbagai hal yang didalàmnya termasuk dokumen keberangkatan, sehingga semuanya ditempu dengan sistem jalur cepat.

“Dengan fast track, jemaah akan tetap dimintakan satu sidik jari saat tiba nanti dan distempel paspor dan setelah itu langsung ke bus. Jadi mereka tidak urus bagasi lagi yang selama ini banyak menyita waktu,” jelasnya.

Inovasi kedua penyediaan tenda dengan fasilitasi AC yang sebelumnya tidak ada di padang Arafah, sehingga JCH merasa aman dan nyaman menjalankan ibadah haji.

Baca juga :   Kemenag Agendakan Pemulangan Jemaah Haji

Sementara inovasi ketiga lanjut Musaad, diberlakukan sistem zonasi untuk masing-masing provinsi memiliki lokasi sendiri, sehingga tidak bergabung dengan jemaah asal provinsi lain.
Sama hal juga dengan model dan jenia makanan yang disesuaikan provinsi masing-masing.

“Jadi misalnya jemaah itu dari Maluku semua yang ada dalam zonasi itu semuanya asal JCH asal Maluku dan tidak bercampur aduk dengan provinsi lainnya,”ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut lanjut Musaad, bahwa zonasi tersebut masih menggunakan zonasi Makasar, ini dilakukan untuk mempermudah komunikasi dan mempermudah pelayanan makanan.

Melalui inovasi terbaru dirinya berharap agar indeks kepuasan pelayanan haji terus meningkat dari tahun ketahun.
Disinggung soal pembekalan petugas haji yang terintegritas beber Musaad, tugas petugas haji memiliki tugas yang mulia, meskipun itu nantinya berat tapi kunci dari semua harus bersabar untuk melayani dengan rasa, hati dan perasaan, tapi bukan dengan logika.
Oleh karena itu diharapkan agar seluruh petugas haji yang sudah dipercayakan melayani jemaah, harus bisa melayani dengan ikhlas, tulus dan santun agar jemaah merasa aman dan nyaman mendapat pelayanan haji.

Ini semua dimaksud agar mendorong petugas haji dan jemaah tetap menjaga nama Indonesia, karena Indonesia di Arab Suadi dikenal dengan negara yang paling santun, tertib dan jemaah terbanyak.

Reporter :Rohim

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

232 Peserta KSM Rebut 11 Tiket Tingkat Nasional

AMBON,N25NEWS.COM –  Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi yang diikuti 232 siswa/siswi tingkat Madrasah …