Kabaghumas: Alasan Pembongkaran Palang Posko Kairatu, Karena Ada Pelarangan Yang Berujung Pertengkaran Mulut

KAIRATUN25NEWS.com -Menanggapi aksi Demo Masyarakat Kairatu yang mengakibatkan pemblokiran ruas Jalan Kairatu, pada Kamis, (14/6/2020) ,Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten SBB, Hendry Mandaku langsung menggelar konferensi pers yang dihadiri oleh sejumlah awak media cetak elektronik dan online yang dilangsungkan di lantai II Kantor Bupati SBB, pada, Sabtu 16/5/2020).

Dalam penjelasannya Mandaku menyatakan , dua hari sebelum terjadi aksi Demo yang berujung pada pemblokiran jalan tersebut tepatnya pada Senin, (11/5/2020), Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo M Pd melakukan kunjungan ke posko Desa Kairatu tersebut.

Mandaku menambahkan, Bupati SBB sangat mengapresiasi kerja tim atau relawan Covid-19 yang bertugas di sana, terutama pekerjaan melakukan pengukuran suhu tubuh dan menganjurkan penggunaan masker pasalnya Beliau juga menyarankan penggunaan masker kepada orang- orang yang melewati jalur tersebut.
Namun keesokan harinya, Selasa, (12/5/2020) Bupati SBB menerima surat dari BPD Waimital, yang intinya memberitahukan bahwa ada pemblokiran jalan di depan Posko Kairatu itu,”ada informasi dari Masyarakat bahwa, ada pelarangan orang, ketika orang tersebut melewati jalan di depan posko tersebut, bahkan sampai terjadi pertengkaran mulut,” kata Mandaku.

Menurut Mandaku, menyikapi surat BPD Waimital tersebut, Bupati SBB langsung membahas masalah tersebut bersama Forkopimda SBB, selanjutnya pada Rabu, (13/6/2020) dilangsungkan pertemuan di Balai Desa Kairatu.

Setelah pertemuan itu, Bupati bersama Forkopimda SBB langsung mengunjungi posko tersebut, dalam kunjungannya juga dibagikan masker.

Menurut penuturan Mandaku, saat itu Bupati meminta agar palang yang memblokade jalan itu dibuka, dengan dua alasan yakni, jalan tersebut adalah jalan Nasional yang digunakan untuk mendistribusi barang dan jasa bagi Masyarakat yang kedua ruas jalan itu digunakan oleh Masyarakat di tiga Kabupaten yakni SBB, Malteng dan SBT untuk distribusi logistik.

Baca juga :   PANRB Evaluasi Pelaksanaan RB Dan SAKIP Pemerintah Provinsi Maluku

Bahkan Mandaku menyatakan, perintah untuk pembongkaran posko Kairatu itu tidak pernah dilakukan oleh Bupati SBB, Bupati hanya meminta untuk membongkar palang yang menghambat aktifitas Masyarakat disepanjang jalan yang akan dilalui tersebut.

” Pak Bupati, sangat mengapresiasi kerja Tim Covid-19 Kairatu yang menganjurkan Masyarakat untuk menggunakan masker, memeriksa suhu tubuh dan menganjurkan untuk cuci tangan” kata Mandaku
Selanjutnya dihari itu juga, Bupati SBB mengunjungi Pasar Kairatu, saat itu Beliau sempat membeli ikan di salah satu pedagang di pasar tersebut, karena itu, Mandaku menyatakan, ini menandakan bahwa Bupati sangat mendukung hidupnya pasar tersebut, pasalnya dalam kesempatan itu beliau sempat melakukan pembagian masker dan berdialog dengan penjual di Pasar itu,

Dalam dialognya itu, Bupati menyatakan sangat mengapresiasi hidupnya pasar tersebut kembali karena pasar itu adalah milik Pemerintah Daerah dan dari sana ada pendapatan dalam bentuk retribusi

” Jadi tidak benar ada pemberitaan yang menyatakan bahwa Bupati tidak.setuju Pasar Kairatu digiatkan kembali, dan menyuruh orang kembali berjualan di Pasar Waimital karena Bupati samgat mengharapkan kedua Pasar itu hidup “tegas Mandaku.

Reporter N:

Check Also

Sekda Pimpin Rapat Pra Evaluasi Jelang Penilaian RB-SAKIP Oleh KemenPAN-RB

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, memimpin Rapat Pra Evaluasi Pelaksanaan  Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas …