Breaking News
Kepala Desa Atubul Da Polianus Kalkoy

Kades Atubul Da,Klarifikasi Soal Pemberitaan Telah Menjual Hutan Marga

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Kepala Desa Atubul Da Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Paulinus Kalkoy kembali diduga telah menjual hutan marga oleh oknum marga Kalkoy,  informasi ini telah beredar dikalangan masyarakat didesa Atubul Da dan di media online tetapi pada kenyataannya dilapangan tuduhan ini tidak benar dan tidak dapat dibuktikan.

” Kemarin hari rabu tanggal 12 Juni 2019, karena terkait dengan dugaan bahwa saya telah menjual hutan marga Kalkoy dan sudah diberikan uang siri pinang, ini sudah keluar dimedia,  lalu saya langsung berkoordinasi dengan Polsek Wertamrian dan Muspida Kecamatan Wertamrian, kemudian hasil koordinasi itu diserahkan kepada BPD Desa Atubul Dol dan BPD Desa Atubul Da, untuk menggelar forum adat,” tutur dia.

Forum adat yang digelar di Desa Atubul Da menghadirkan semua tokoh- tokoh masyarakat,  tua – tua adat marga Kalkoy dan marga Atubul Dol.  Pertemuan yang dilaksanakan bertempat di Balai Desa Atubul Da.  Forum pertemuan itu dipimpin Badan Permusyawaratan Desa (BPD) karena BPD adalah utusan masyarakat,  dan saya (Kepala Desa)  diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi kan persoalan ini.

” Saya benar-benar  dituduh  oleh oknum  yang berinisial MK, bahwa saya telah disuap dan bersekongkol dengan Kepala Desa Atubul Dol dan saya telah menerima uang sirih pinang, hal ini sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu,didalam forum pertemuan itu kepala Desa Paulinus Kalkoy sempat  menanyakan kepada oknum – oknum tersebut bahwa saya memberikan izin dimana dan uang sirih pinang diberikan dimana, hal ini saya dilakukan karena nama Kepala Desa Atubul Da sudah diekspos di media sehingga membuat dirinya kecewa dan nama saya sudah dicemarkan.

Baca juga :   DP3AP2KB Kepulauan  Tanimbar Gelar Pelatihan Pembantu Pembina KB

Kepala Desa Paulinus Kalkoy tidak tahu menahu tentang persoalan ini dan bahkan tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa saya ( Kades) memberikan izin pada saat ini dan menerima uang sirih pinang sekian, sama sekali tidak ada.

Dari persoalan dimaksud menimbulkan ketidak puasan dari unsur pemerintah desa karena ini adalah merupakan masalah institusi.  Sehingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Desa Atubul Da dan Desa Atubul Dol sangat menyesalkan kejadian ini karena telah menyudutkan pemerintah desa.

” Karena menyudutkan pemerintah desa dengan kondisi seperti ini menyangkut institusi secara vertikal seperti juga melecehkan Bupati bahkan sampai ke Presiden,  sehingga hal ini kemarin saya sudah klarifikasi dan hasil musyawarah adat untuk sementara lokasi kegiatan dihentikan karena yang mengetahui lokasi tempat itu hanya keluarga Kalkoy dalam hal ini Rumsory dan Nusdalam,” ungkap Kades Paulinus Kalkoy.

Pada lokasi kerja itu yang bekerja disana adalah dari marga lain dalam hal ini ampatkrompawar dan bukan hak kepemilikan mereka (marga Kalkoy). Sehingga hasil keputusan musyawarah desa kamarin untuk menghentikan aktivitas disana sambil menunggu kedua marga ini yang tidak tahu menahu dengan lokasi.  Namun yang paling disesalkan Kades Paulinus Kalkoy, Polsek Kecamatan Wertamrian dan kedua unsur pemerintahan kedua desa Atubul Da dan Atubul Dol yaitu kenapa oknum yang menyiarkan berita tentang Kades Atubul Da tidak hadir dalam pertemuan itu.

” Itulah informasi yang saya katakan sebenar -benarnya atas nama tanah dan leluhur tanah adat kita dan saya juga bersumpah kalau saya menerima itu saya tidak akan umur panjang,”tandasnya.

Reporter      : Imam/Aris Wuarbanaran

Editor         : Redaksi

About admin

Check Also

Ubu Ratu Dalam Konteks Budaya Di Fordata

Secara geografis pulau Fordata terletak di kepulauan Tanimbar bagian utara. Pulau Fordata ini meliputi 6 …