Home / Ekonomi / Kadis Indag Akui Tidak Tahu Pasar Dibangun Dikawasan RTH

Kadis Indag Akui Tidak Tahu Pasar Dibangun Dikawasan RTH

AMBON,N25NEWS.COM – Pelaksana Tugas (Plt), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon,  Piter Leuwol, mengakui kalau sebelumnya dirinya tidak tahu pasar Talake yang dibangun merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kalau kawasan RTH ini, bukan kita punya urusan dan yang pasti kita bangun sesuai dengan kita punya peruntukan,” kata Leuwol, kepada wartawan, di Baileo Rakyat Belakang Soya Ambon, Rabu (21/11/2018).

Leuwol mengatakan, kalau kita harus bersyukur bawah Pemerintah Pusat (Pempus) memberikan dana bagi kita untuk pembangunan.

Dimana dalam kurun waktu satu tahun, pemerintah harus membangun 1.000 pasar seluruh Indonesia, sehingga sebagai Pemerintah Kota Ambon seharusnya bersyukur, kalau mendapat dana pusat untuk membangun pasar, sehingga kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan sesuai dana yang diperuntukan.

Menurutnya, kalau sejauh ini pihaknya tidak sama sekali mengetahui kalau lokasi pasar yang dibangun, merupakan salah satu kawasan RTH. Namun yang pasti pasar selesai pihaknya akan atur tempat agar ada tempat rekreasi dan tempat berbelanja disitu.

“Kita bangun pasar ini, nantinya kita akan giring pasar Benteng ini untuk masuk ke pasar yang baru ini,” ujarnya.

Saat disinggung soal perencanaan awal pembangunan pasar kata Leuwol, perencanaan pembangunan pasar sesuai lahan dengan alasan persoalan tanah di Kota Ambon saat susah mencari lokasi yang kosong.

“Kita mau dapat tanah untuk pembangunan pasar juga setengah mati. Kita harus beryukur bawah ada tanah untuk kita bangun pasar. Katong jangan lihat sekarang tetapi harus lihat kedepan,” tuturnya.

Saat kembali ditanya, apakah benar rencana awal pembangunan, Indag Kota tidak mengetahui bawah kawasan itu merupakan kawasan RTH, kata Lewol, beta seng tau.

Leuwol kembali menjelaskan, jika pasar Talake yang dibangun ini memang pasar Tradisonal tetapi managemennya Moderen. Dimana pasar ini tidak seperti pasar Mardika namun seperti pasar di Jakarta.

Komisi II Mustahil Kadis Tidak Tau

Sementara itu, Anggota, Komisi II DPRD Kota Ambon, Leonora Far Far mengatakan, kalau sangat mustahil jika seorang Kadis sama sekali tidak tahu, kalau lokasi yang dibangun pasar adalah kawasan RTH.

Bahkanya dirinya menjelalskan, kalau pembangunan  pasar di kawasa RTH itu sangat tidak baik karena merupakan kawasan ramah lingkungan.

“Pemkot dan Indag Kota harus mengkaji ulang apakah memang pantas pasar dibangun di kawasan RTH atau tidak,” desak Ona.

Kata Ona, mustahil, jika Kadis Indag Ambon mengatakan bawah dirinya tidak mengetahui jika kawasan itu merupakan kawasan RTH. Pasalnya, Pemkot Ambon  telah menetapkan tempat tersebut merupakan kawasan RTH.

Ia juga mengakui, kalau selama ini pembangunan pasar oleh Indag Kota Ambon tempat temapt tidak sesuai, bahkan tempatnya banyak yang bermasalah dan fungsinya tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan.

“Harus perlu dikaji dari sisi Amdal. Badan Lingkungan Hidup juga harus melihat hal itu, karena harus ada koordinasi yang sama antara dinas kebersian dengan Indag agar nantinya kedepan untuk membangun pasar dapat lebih baik,”tukasnya.

Untuk itu pinta Ona,  kalau memang pasar yang dibangun ini sudah berada di kawasan RTH, maka diminta  Disperindag untuk harus bisa mengentikan sementara pekerjaannya, sambil menungguh pengkajian ulang.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Danrem 151/Bny Berikan Jam Komandan Anggota Dan Persit

AMBON,N25NEWS.COM – Komandan Korem 151/Binaiya, Kolonel Inf. Hartono, S.I.P didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem …