Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku,Elvis Pattiselano

Kadis Perindag Maluku Rekomendasikan Pemasok Bawang Dari Sulawesi Selatan

AMBON,N25NEWS.com-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku,merekomendasikan untuk pemasok bawang putih dari Enrekang Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku,Elvis Pattiselano,kepada awak media di Pelabuhan Yos sudarso Ambon, senin (11/5/2020).

“Terkait dengan program ini, kami diminta agar merekomendasikan pedagang yang dapat memasok bawang dari Enrekang di Sulawesi Selatan dan nantinya dari Dinas Ketahanan Pangan bersama Badan Ketahanan Pangan yang akan menindaklanjuti pengirimannya, dengan sistim subsidi biaya transport,”kata Pattiselano.

Lebih lanjut Pattiselano mengatakan,Badan Ketahanan Pangan yang membantu biaya pengirimanya, sehingga modal pedagang ini hanya modal membeli, sedangkan biaya transportas dari sentra produksi sampai di Ambon, semuanya sudah ditangani oleh Badan Ketahanan Pangan.

Hari ini sudah terealisir salah satu pedagang, bernama Herman dan Tokonya berlokasi di pasar Batumerah Ambon, karena selama ini dia memang adalah salahsatu pemasok Bawang Merah yang cukup besar dan cukup banyak di kota Ambon.

“Kita memintanya untuk mendistribusikan nantinya kepada para pengecer dan akan kita awasi di pengecer melalui dia (Herman) yang nantinya melepaskan kepada pengecer dengan harga 38 ribu, otomatis kami biasanya menghitung keuntungan pengecer bawang tersebut,”jelas Elvis.

Selain itu,biasanya dihitung dalam kondisi penyusutan karena bawang tersebut masih dalam kondisi kotor didalam karung dan ketika mereka membelinya 1 karung, distributor menjual dan menganggap beratnya 25 kg dalam 1 karung, akan tetapi setelah tiba di pengecer dan dibersihkan beratnya itu mungkin hanya sekitar 23 kg, sehingga merugi karena mesti membayar orang untuk membersihkan.

Adapun,bawang-bawang tersebut dan biasanya itu yang dihitung, sehingga Disparitas harga antara pemasok atau distributor dengan pengecer itu cukup jauh.

“Kalau dia ambil dengan harga 38 ribu dan tidak dijual dengan harga 40 ribu saja, tentunya tidak bisa karena didalamnya itu modal pengecer tersebut harus dihitung dan diperkirakan sekitar 45 ribu,seharusnya bisa dijual dengan memperhitungkan kerugian 2 kg, karena ambil 1 karung bayar 1 karung 25 kg,tetapi jual hanya berisi 23 kg makanya dipotong dari 2kg yang hilang tersebut,” jelas Elvis.

Selain itu untuk pantauan harga Bawang kata Elvis.Hari ini belum masuk datanya, tetapi minggu kemarin bawang merah berkisar antara 48 ribu sampai 50 ribu,”Tetapi kemarin sudah agak menurun dan harapan kita ini dapat ditekan,lebih turun lagi,namun program ini harapan kita dapat terus berlanjut,”ujar Pattiselano.

Ditambahkan Elvis,pihaknya telah membicarakan hal ini dengan Herman pemilik Dua Putra.Menurutnya 2 kointener ini mungkin hanya seminggu saja baru bisa selesai, karena memang bawang sekarang yang pikanya (Elvis) harapkan dari Jawa Timur,sekarang ini agak macet,dari Probolinggo sekarang yang agak sulit, karena Bawang yang bagus itu dari Probolinggo dan orang Ambon juga sudah dapat membedakan.

Kalau mereka kepasar pasti tahu yang mana bawang dari Jawa Timur dan mana yang dari Sulawesi Selatan karena ada perbedaan dan dari Probolinggo saat ini ada kesulitan.Tetapi hari ini juga ada yang masuk dengan Meratus bawang kurang lebih ada 4 konteiner,namun belum dirinci itu bawang merah berapa dan bawang putih berapa.

“Tetapi saya telah mendapatkan laporan dari pimpinan Meratus Ambon, hari ini Meratus masuk dengan membawa beras 67 konteiner kemudian telur ada 8 konteiner, bawang ada 4 konteiner, minyak goreng 5 konteiner banyak lah yang masuk hari ini,kata Pattiselano.

Sementara itu,kebutuhan pokok di Kota Ambon,menurut Pattiselano masih cukup aman. karena yang dipasok distributor ini bukan hanya untuk kota Ambon, stoknya tersebut juga didistribusikan ke 5 kabupaten/kota sekitarnya, otomatis kalau hanya untuk kota Ambon, tidak akan dipesan seperti banyaknya saat ini,akan tetapi karena untuk yang lain juga makanya Stoknya cukup banyak.

Adapun,untuk diketahui untuk bawang putih sudah banyak masuk dan juga bawang bombay,sehingga dipasar terpantau stok kedua komoditi tersebut aman.

“Sedangkan untuk transportasi,semuanya berjalan dengan lancar, tidak ada yang reskejul atau pembatalan, bahkan data kami dari seluruh empat operator pelayaran, di bulan Mei ini saja ada 13 kapal yang masuk dari 4 operator pelayaran dari tanggal 1 sampai tanggal 27 ada dua sampai 3 kapal yang masuk dan kalau dihitung 4 minggu berarti rata-rata 3 kapal yang masuk setiap minggu,”tandas Elvis.

Reporter           : Mohammat Nurlette

Editor               : Aris Wuarbanaran

Check Also

Indag Maluku Jamin Stok Pangan Aman Selama Corona Dan Satgas Pangan Pantau Pembelian

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku,Elvis Pattiselano,mengatakan stok pangan saat ini masih aman serta …