Breaking News

Kadivre : Tidak Ada Beras Bulog Yang Rusak Di Gudang

AMBON,N25NEWS.COM -Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara (Malut) Arif Mandu menegaskan, kalau sejauh ini belum ada ditemukan beras yang rusak dibeberapa gudang tempat penyimpanan.

Hal tersebut dikarenakan, pihak Bulog secara berkala satu bulan sekali melakukan pemeriksaan atau pemeliharaan dalam bentuk Sprey atau semprotan anti hama dan setiap tiga bulan sekali melakukan obligasi.

“Jadi kita ada perawatan, jadi setiap satu bulan sekali beras-beras yang digudang kita semprot dengan obat anti hama, sehingga kutu hama apapun tidak bisa menyerang beras, bahkan setiap tiga bulan juga kami malakukan obligasi untuk mengetahui keberadaan hama,”tandas Mandu pada N25NEWS.COM di ruang kerjanya, Rabu(13/2/2019).

Oleh sebab dalam sistim distribusi beras yang ada seluruh gudang milik Bulog kata Mandu, Bulog menggunakan sistim Fifo atau tata cara pengaturan beras masuk dan keluar, sehingga beras yang didistribusikan sesuai dengan keberadaan beras setelah berada di gudang.

Dimana pemberlakukan sistim Fifo agar beras tidak lama-lama berada di gudang sehingga tidak mudah rusak akibat hama.

“Jadi intinya sejauh ini belum ada beras yang rusak di gudang Bulog Maluku yang menyebar.dibeberapa kabupaten/kota, karena sudah dilakukan perawatan sesui dengan sistim perawatan di Bulog,”akuinya.

Disinggung soal keberadaan stok beras di Gudang lanjut Mandu, bahwa sampai saat ini ketersediaan beras Bulog Maluku mencapai 15 ton dan cukup sampai lima bulan kedepan.

Baca juga :   Pemkot Ambon Kembali Gelar Pasar Murah di Air Besar, Desa Batu Merah

Bukan hanya itu saja dalam waktu dekat akan juga masuk beras sebanyak lima ton untuk Kota Ambon dan sekitarnya, ditambah dua ton untuk gudang Tual yang sampai saat ini dalam proses pemuatan.

Selain beras impor, Bulog Maluku juga telah membeli beras hasil produksi petani Mamlea sebanyak 600 ton yang disesuaikan dengan aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga beras yang dibeli dalam jumlah kecil.
“Kalau kita beli sesuai aturan, sejauh tidak ada impres yah kita beli dengan harga itu, beda dengan swasta yang beli, karena harganya bisa mereka mainkan,”ungkapnya.

Menyangkut dengan harga beras dipasarkan kata Mandu masih dalam kondisi stabil, meskipun demikian pihaknya tetap melakukan Operasi Pasar (OP) sehingga secara langsung bisa mengenjot atau menekan harga beras dipasaran.

Bahkan dirinya juga mengakui kalau sejauh ini, meniat warga mengkonsumsi sekaligus permimtaa beras Bulog mengalami peningkatan, itu terbukti ditahun 2018 kemarin permintaan terhadal beras OP Bulog berkisar sebanyak 7 ribuan ton, bahkan 2019 tahun ini sudah terhitung sebanyak 800 ton lebih.

“Makanya untuk beras OP kami tidak ada pembatasan penjulan, semua tergantung permintaan, makanya stok beras kita banyak 15 ton,”ucapnya.

Penulis : Gali M

Editor   : Redaksi

About admin

Check Also

Indag Maluku Pastikan Harga Bawang Putih Akan Stabil Pekan ini

AMBON,N25NEWS.COM –  Harga bawang putih di pastikan akan stabil dalam pekan ini,hal ini seiring dengn …