Home / Maluku / Kajian Lingkungan Hidup Strategis Libatkan UGM dan Unpatti
Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Daerah Bapeda Provinsi Maluku,Jalaludin Salampessy

Kajian Lingkungan Hidup Strategis Libatkan UGM dan Unpatti

AMBON,N25NEWS.COM-Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)yang disusun ini terkait dengan RPJMD Teknokratik yang mana RPJMD teknokratik adalah berbasis ilmiah dimana setelah dilantik Gubernur terpilh baru penyusunan RPJMD yang merupakan pengembangan dari RPJMD teknoikratik ini.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Daerah Bapeda Provinsi Maluku,Jalaludin Salampessy kepada awak media pada acara Uji Publik I Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Pembangunan Jangkah  menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019-20124.

Lebih lanjut Salampessy mengataka,”Jadi jangan sampai disalah tafsirkan bahwa sekarang kita sudah menyusun RPJMD padahal belum dilantik, ini jangan sampai salah tafsir,uji publik hari ini adalah uji publik,terkait dengan dukungan data,aplikasi data yang seharusnya dilakukan betul di uji didalam forum  ini dengan demikian ini bagian dari model falidasi terkait dengan isu strategis,”kata Salampessy.

Permasalahan dukungan data yang kemudian akan menjadi dasar didalam penyusunan RPJMD teknokratik maupun RPJMD nanti dengan mengacu pada beberapa peraturan perundang-undangan dimana Pepres 7 2018 mengamanatkan tentang penyusunan KLHS, tentang penyusunan RPJMD,yang disusun secara pararel atau penyusunannya secara Sustainable Development Goals (SDG).

Sementara itu tujuan pembangunan berkelanjutan itu sendiri ada 4 Pilar yaitu Pilar Sosial,Pilar Ekonomi,Pilar Lingkungan/Ekosistem/Ekologi dan Pilar Hukum dan Tata Kelola.Terkait dengan konteks pembahasan di hari ini,Pilar Lingkungan/Ekositem/Ekologi menjadi perhatian khusus,maka dengan 17 goals di 149 target dan dengan 247 indikator yang harus dicapai tujuan pembagunan berkelanjutan.

“Begitu banyak indikator yang ingin di capai maka dari awal harus di atur untuk bagaimana menyusun dokumen-dokumen perenacanaan berbasis lingkungan hidup yang telah diamanatkan di dalam Pemendagri 86 Tahun 2017 dan Kepres 7 Tahun 2018 dokumen peraturan perundang-undangan yang  mewajibkan adanya kajian lingkungan hidup strategis,”jelas Salampessy.

Untuk itu dengan adanya kajian lingkungan hidup strategis ini,”Kita melibatkan  akademisi dari UGM (Universitas Gajah Mada)dan teman-teman dari Unpatti (Universitas Pattimura) yang semua terlibat agar memberikan dukungan untuk yang berbasis lingkungan hidup strategis RPJMD teknokartik yang merupakan sumber untuk penyususnan RPJMD ketika gubernur terbaru dilantik,”tandas Salampessy.

Penulis : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Disub Maluku Surati Kementerian Perhub,Minta Berih Sangsi Maskapai Terkait Harga Tiket Melebihi Batas Atas

AMBON,N25NEWS.COM-Banyak warga masyarakat yang mengeluh mahalnya harga tiket pesawat menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun …