Breaking News

Kakanwil: Wujudkan Pemilu Damai Bentuk Ekspresi Beragama Yang Positif

AMBON,N25NEWS.COM-Tinggal dua hari lagi tepatnya tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan presiden (Pilpres) Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Maluku Fesal Musaad mengatakan, wajudkan pemilu damai sebagai bentuk ekspresi beragama yang positif.

Lewat chat Whataappnya yang diterima koran ini, Minggu(14/4) mengingatkan, agar perlu dipahami bersama bahwa Pemilu sering kita laksanakan setiap lima tahun sekali, namun sesungguhnya masih banyak pekerjaan lain yang sangat penting.

Untuk itu dirinya menyarankan kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku untuk selalu siap berbeda pendapat dan berbeda keinginan, tetapi kita satu bangsa Indonesia.

” Kita harus ingat, bahwa beda itu tidak selalu identik dengan musuh. Perbedaan di alntara kita adalah anugerah, given dan pemberian Tuhan. Ibu dan Bapak kita saja beda. Tuhan ciptakan kita semua dari Adam dan Hawa adalah juga beda,”ujarnya.

Jadi kalau ada perbedaan hadapi dengan releks dan santai, jangan anggap perbedaan itu lawan atau musuh. Kalau perbedaan itu dianggap lawan atau musuh, berarti kita sudah tidak waras dan kita sudah keluar dari fitrah kemanusiaan.

“Ingat bahwa hakikat agama adalah menjunjung tinggi harkat dan derajat manusia dan kemanusiaan,”ingatnya.

Untuk itu menjelang Pemilu, Pilpres dan Pileg Musaad berpesan,bahwa ada lima hal yang kita laksanakan, pertama terus tetap menjaga pengamalan nilai agama dalan bingkai NKRI, kedua tebarkan kedamaian dengan terus mengedepankan moderasi beragama atau pemahaman agama yang moderat tidak ekstrim kiri dan kanan. Kedamaian harus kita tebarkan atau sebarluaskan di lingkungan masyarakat, keluarga dan lingkungan tempat kita bekerja atau dimanapun kita berada.

Ingat bahwa damai dan kedamaian adalah pesan utama setiap agama atau inti dari ajaran agama pada hakikatnya adalah menebarkan kedamaian.

Baca juga :   3.974 Siswa MTs Ikut UNBK dan UNPK Kabag TU Simbolis Rilis Token di MTs Ambon

Ketiga, lawan informasi bohong sebagai wujud pengamalan nilai agama. Manusia menjadi produk informasi, kadang informasi keliru atau hoax disebarkan tanpa berpikir akibatnya dan tanpa berpikir dosa yang dilarang oleh agama. Untuk itu mari terus menata nalar agar kita senantiasa berdiri di atas kebenaran. Saring informasi baru shering , tidak telan hoax mentah mentah dan disebarkan, tidak ikut mensher berita berita bohong yang merugikan kita.

Keempat arahkan energi menjadi positif. Energi kita jangan habis berpikir tentang pemilu, atau caci mencaci dan ujaran kebencian, tetapi energi harus kita arahkan untuk aktivitas yang positif dan kreatif dan bermanfaat dan kelima terus bumikan kearifan lokal orang Maluku yang sangat relegius dan moderat seperti pela gandong, potong dikuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua, ain ni ain atau kita saling memiliki, hiti hiti hala hala atau ringan sama dijinjing berat sama dipikul, manut anmehe tilur atau kita semua berasal dari satu moyang, kalwedo dan masih banyak kearifan lokal yang merupakan warisan nenek moyang yang berperan sebagai pagar keberagaman.

Kedepankan terus lima hal tersebut, saya yakin dan percaya Pemilu akan berlangsung sukses, aman dan damai untuk Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.
Mari wujudkam Pemilu damai di bumi Maluku tercinta.

Untuk itu Musaad mengajak seluruh tokoh dan umat untuk mengembalikan fungsi agama sebagai pemersatu hubungan persaudaraan antar sesama manusia.

“Saya mengharapkan agar rumah ibadah, simbol agama dan ritual keagamaan tidak dicampuri dengan aktivitas politik yang sifatnya pragmatis. Mari bersama sama tolak politisasi rumah ibadah dan terus memperbanyak ceramah ceramah agama yang sejuk kepada masyarakat,”punkasnya.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

MTQ XXVIII Tingkat Provinsi Alami Penundaan

AMBON,N25 NEWS.COM-Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Maluku ke-XVII yang sebelumnya akan berlangsung pada tanggal …