Kalesang Lingkungan Maluku Pertegas,Telah Terjadi Pencemaran Lingkungan Di Area Tumpahan Minyak Di Wayame

AMBON,N25NEWS.COM – Tumpahan bahan bakar minyak ke sungai dan laut yang terjadi pada pekan kemarin (15/08) di Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame di sikapi Kalesang Lingkungan Maluku.

Ketua Kalesang Lingkungan Maluku Constansius Kolatfeka kepada N25NEWS.COM menyatakan bahwa telah terjadi pencemaran lingkungan pasca tumpahnya bahan bakar minyak ke sungai dan pesisir laut (15/08) kemarin,mulai dari awal peristiwa tanggal 15 hari rabu hingga tanggal 18,Kalesang Lingkungan Maluku melakukan pantauan dan di tanggal 18 itu,pihaknya  menemukan 4 ekor belut (bahasa Ambon : morea) dan di tambah ada beberapa jenis ikan air tawar yang mati  di sungai taheng Wayame.

Hal ini kata Constasius,merupakan fakta bahwa telah terjadi pencemaran di sungai akibat dari tumpahan bahan bakar minyak tersebut.

“Kalau ada pihak-pihak tertentu yang mengklarifikasi bahwa tidak ada pencemaran maka kita akan membuktikan ini secara hukum dan ilmiah,”tegas ketua Kalesang Lingkungan Maluku ini.

Ia sekali lagi menegaskan bahwa pihaknya mempunyai bukti foto-foto bahwa masyarakat mengambil minyak sampai ke pesisir pantai,lalu kemudian pihakPertamina menyatakan bahwa  tidak ada pencemaran?

“Kalau sampai pihak Pertamina menyatakan  bahwa tidak terjadi pencemaran maka pihak Pertamina telah melakukaan pembohongan publik,karena fakta-fakta di lapangan telah jelas menyatakan bahwa sudah terjadi pencemaran,”tutur Constatius.

Selain itu ungkap Constansius bahwa pihaknya juga telah melakukan wawancara terhadap wraga yang terkena dampak tumpahan minyak dan masyarakat yang melakukan pengambil terhadap bahan bakar minyak yang tumpah,bahwa mereka mengalami gatal-gatal dan menghirup bau yang membuat sesak pernapasan, dengan demikian,lalu kemudian ada yang menyatakan tidak terjadi  pencemaran lingkungan?

“Kami berharap pihak pertamina harus menjelaskan kepada masyarakat yang sebenarnya karena berdasarkan Peraturan Pemerintah yang menyatakan  bahwa tanggung jawab pengelolaan lingkungan oleh satu kegiatan atau aktifitas usaha yang berdampak penting  pada lingkungan maka dia harus memberikan sebuah fakta kebenaran informasi  yang penting dan akurat yang dapat di pertanggungjawabkan,kalau tidak ini adalah sebuah pembohongan dan kita akan membawa ini ke ranah hukum,”tegas Kolatfeka.

Dia berharap kepada PT Pertamina untuk bisa merenspon surat audiens lembaga Kalesang Maluku pertanggal 16 agustus 2018,sehingga dalam audiens nanti pihaknya akan bertanya soal perbedaan pernyataan Manager Operasi Pertamina yang menyatakan bahwa tengki 7 yang tumpah itu kurang lebih 50 ton sedangkan pernyataan General Manager PT.Pertamina Terminal Wayame  di gedung DPRD Maluku bahwa hanya 20 ton yang tumpah.

“Ini terlihat bahwa sebenarnya tidak ada singkronisasi penyampaian informasi  yang benar kepada publik,apalagi penyampaian informasi dari lembaga-lembaga yang terkait,”tambahnya lagi.

Untuk itu Dia  menyatakan bahwa PT.Pertamina telah lalai atau dengan sengaja melakukan penumpahan bahan bakar minyak ke lingkungan sekitar

“Kami juga menyesalkan Dinas Lingkungan Hidup baik itu Provinsi maupun Kota Ambon yang  telah lalai dalam pengawasan dan penegasan terhadap lingkungan, ,”bebernya.

Selain itu juga dapat membuktikan  bahwa laporan periodik Pertamina tiap 3 bulan yang  memberikan laporan  tentang bagaimana pengelolaan lingkungan patut di pertanyakan apalagi program CSR Pertamina tidak perna bersentuhan dengan masyarakat yang ada di sekitar.

“Untuk itu salah satu penegasan kami bahwa suka atau tidak suka,Direktur Pertamina Terminal Bahan Bakar Wyame harus bertanggungjawab atas tumpahan minyak tersebut dan ini juga merupakan perintah UU 32 tentang pengelolaan lingkungan hidup,”pingkas Constasius Kolatfeka Ketua Kalesang Lingkungan Maluku.

 

 

Check Also

Bangun Sinergitas,DPPKB Kota Ambon Gelar Lokakarya Mini Kampung KB Di Leahari

AMBON,N25NEWS.com-Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon menggelar Loka Karya Mini di Kampung …

×

N25NEWS.com