Breaking News

Keberpihakan Pasar Tradisional, Jadi Pertimbangan Penolakan Indomaret Di Ambon.

AMBON,N25NEWS.COM – Rencana kehadiran Waralaba Indomaret/ Alfamart di Kota Ambon mendapat penolakan dari dua organisasi Pemuda yakni, BPC Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Kota Ambon dan BPW Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Hipka) Maluku, pasalnya kehadiran bisnis Waralaba koorpirasi besar itu dapat mematikan ekonomi rakyat kecil disamping itu perputaran uang diyakini akan keluar dari kota Ambon, dibandingkan pedagang lokal.

Ketua BPW Hipka Provinsi Maluku, Mut Rengifuwarin SE mengungkapkan sesuai amanat UU Nomor 9 Tahun 1995 tentang usaha kecil, pasal 1 Ayat (4) yang menjelaskan bahwa Iklim usaha adalah kondisi yang diupayakan Pemerintah berupa penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan di berbagai aspek kehidupan ekonomi agar usaha kecil memperoleh kepastian kesempatan yang sama dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya sehingga berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.

Menurutnya, Pemerintah perlu juga mengkaji dan memperhatikan Beberapa Produk Perundang-undangan yang berkaitan dengan itu, seperti: Permendag RI No.53 Tahun 2008 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern, Perpres No. 112 tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional pusat perbelanjaan dan toko modern, Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1998 tentang pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan UU No.26 tahun 2007 tentang penataan ruang, serta UU No.05 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Rengifuwarin mengingatkan, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kota Ambon untuk melindungi kepentingan pedagang lokal yang ada saat ini, karena itu Pemerintah harus berpihak kepada ekonomi kerakyatan, berupa pembinaan dan pemberdayaan pelaku UMKM yang notabene milik rakyat .

“Harus diingat jika menolak indomaret, bukan berati menolak kemajuan, tapi menolak monopoli yang merupakan ciri khas perusahaan korporasi ritel nasional tersebut, imbuhnya.

Ketua BPC Hipmi Kota Ambon, Ahmad Ilham Sipahutar juga mengemukakan pendapat yang sama,. “Beban Perijinan usaha yang besar, yang harus dibayar per tahun, seperti pajak, UMR yang terus naik, biaya angkutan transportasi & ekpedisi barang yang tinggi, ekpedisi, & BPJS tenaga kerja & kesehatan, serta biaya – biaya lainnya yang harus dikeluarkan, tidak diimbangi dengan insentif keberpihakan Pemerintah terhadap pelaku usaha lokal,”cetusnya.

Sipahutar menambahkan, tidak selamanya investasi dari luar itu bagus, tapi bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yang digerakan pelaku usaha lokal dapat terus tumbuh dan berkembang, adalah prioritas utama ditengah meningkatnya angka pengangguran, karena itu, maka dunia usaha lokal harus didorong tumbuh dan berkembang melalui kreatifitas program – program Pemerintah, baik fasilitas infrastuktur maupun insentif kebijakan lainnya.” Sehingga anak muda Ambon bisa merambah sektor dunia usaha tanpa ada kendala yang berarti” cetusnya.

Ketua Hipmi Kota Ambon ini berharap, Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku harus dapat memaksimalkan keberpihakan pada rakyat kecil kedepannya, langkah ini tentunya akan sangat baik jika didukung masyarakat luas.

Pertumbuhan Mall dan Pasar Swalayan tidak akan banyak membantu perputaran ekonomi lokal, karena para pemainnya dari luar Kota Ambon. Bayangkan, dengan suasana Toko yangf modern, ber AC, barang tertata rapi, aneka barang lengkap, dan harga jual yang pasti, monopoli produk, tentunya tidak mungkin UMKM kita bisa bersaing dengan mereka.

Untuk itu, Ahmad Ilham Sipahutar meminta Pemkot untuk mendorong pembangunan perekonomian pada ekonomi kerakyatan, ” hendaknya, pembangunan ekonomi yang bersifat mikro dan terkait dalam usaha industri dan perdagangan di tengah-tengah masyarakat harus mengutamakan asas ekonomi kerakyatan berdasar keadilan dan kemanusiaan terutama dalam hal memperhatikan aspek kesejahteraan, pemberdayaan dan kemajuan ekonomi rakyat, khusus di Kota Ambon nantinya,”rincinya.

Reporter :  Nicko Kastanja

Editor : redaksi

About admin

Check Also

Usai Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Justru Naik

AMBON,N25NEWS.COM-Usai hari Lebaran 1440 H 2019, sejumlah harga kebutuhan pangan di beberapa pasar tradisional di …