Home / Hukum dan Kriminal / Kejari Namlea Mantahkan Laporan Peyalahgunaan ADD/DD di Elara dan Selasi Ambalau

Kejari Namlea Mantahkan Laporan Peyalahgunaan ADD/DD di Elara dan Selasi Ambalau

AMBON,N25NEWS.COM – Bukan saja Gerakan Mahasiswa Pemerhati Rakyat Maluku (The action student of observer society), Masyarakat desa Elara dan Selasi kecamatan Ambalau mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea. Pasalnya laporan warga terkait penyalahgunaan Anggran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di dua desa tersebut mangkrak dan tidak ada tindak lanjut hingga kini. Padahal laporan warga yang ditandatangani lengkap oleh tokoh adat serta pemuka masyarakat telah dimasukan sejak Oktober dan November 2017 lalu. Dua desa (Elara dan Selasi) hingga kini tidak mampu diterobos pihak Kejari Namlea meski telah dilaporkan indikasi penyalahgunaan keuangan desa.

Hamis Sowakil aktivis The action student of observer society yang juga mahsiswa asal desa Elara mengklaim ada permainan besar pihak Kejari dan staf kedua Desa. Menurut Hamis, pernyataannya terkait “Permaian/Main Mata” antar Kejari dan staf kedua desa dapat dipertanggung jawabkan. Sebab berkali-kali pihaknya telah melakukan koordinasi menanyaakan tindak lanjut laporan tersebut langsung ke Kejari yang berkantor di Jalan Namatek, Namlea, Kabupaten Buru, namun hasil yang diterima pihaknya sia-sia dan terkesan diabaikan.

Dirinya menyesalkan sikap Kejari yang terkesan cuek dengan laporan warga sejak 2017 silam itu. Diakui Hamis, pasca pelaporan warga terhadap penyelewengan ADD/DD di desa Elara dan Selasi, pihak Kejari telah melakukan kunjungan dan sidak. Namun lagi-lagi kunjungan Kejari Namlea terkesan tidak sesui mekanisme yang ada.

“Awal turun adalah KASI INTEL atas nama Dewa Mandala, satu bulan pasca laporan di masukan, Kedua kalinya yang ke Buru Selatan yakni KASI PIDUM dan KASI PIDSUS. Tapi nihil tidak ada tindak lanjut,” aku Hamis

Hamis menuturkan, penjelasan yang didapat saat melakukan koordinasi, utusan Kejari yang melakukan Sidak dan Pemeriksaan ternyata di gelar di peninginapan. Bukan dilakukan di kedua desa tersebut.

“Itu artinya, terkesan ada yang tidak beres. Bahkan ketika dimintai bukti kehadiran Kejari Namlea di TKP, staf Kejari hanya menunjukan beberapa foto selfie di Namrole,” terang Hamis.

Menyoal ketidak jelasan pengelolaan ADD/DD di desa Elara, Hamis menjelaskan, penjabat desa Elara Din Saliuw tidak pernah melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Elara untuk membicarakan setiap dana masuk kas Desa. Rancangan pembangunan dan pemberdayaan pada Desa Elara dicetus atas pikiran dan kelompok keluarganya sendiri.

Seperti halnya Hamis Sowakil, pemuda asal desa Selalsi, Kadir Loilatu pun merasakan hal yang sama. Pihaknya mengalami kendala yang sama seperti yang dirasakan sejumlah aktivis asal desa Elara.

“Kejari Namlea seakan tidak mau tahu meski laopran telah dimasukan. Jika penegak Hukum di daerah ini tidak mau mendengar dan menindak lanjuti, lalu kepada siapa kami beri laporan?,” tanya dia Kesal.

Loilatu menuturkan, dengan berbagai persoalan pemerintah desa yang terjadi di desa Selasi, masyarakat desa mengharapkan perhatian dan penyelesaian yang serius oleh pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan. Karena pergantian hingga pengangkatan pejabat kepala desa Selasi sampai sekarang tidak mengurus masyarakat sebagaiman amanat UU.

Hingga Berita ini dipublis,wartwan kesulitan menghubungi pihak Kejari Namlea atas laporan sejumlah aktivis kepada wartawan di kota Ambon.

Oleh : Rul

About admin

Check Also

SLB Negeri Batumerah Terancam Dieksekusi, Thio Pura-Pura Tidak Tahu

AMBON,N25NEWS.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah yang berlokasi di Tanah Rata terancam …