Breaking News

Kembali Kanwil BPN Maluku Terancam Disegel

AMBON,N25NEWS.COM –  Untuk yang kesekian kalinya Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku yang terletak dijalan Jenderal Sudirman terancam akan disegel kembali pihak PT Maluku membangun.

Rencana aksi penyegelan yang dilakukan pihak PT Maluku Membangun, dijadwalkan akan berlangsung pada Senin(26/8) pekan depan, setelah ada penjelasan resmi dari pihak BPN untuk menanggapi surat masuk dari pihak PT Maluku Membangun yang isinya meminta penjelasan BPN terhadap, pengakuan kepemilikan ketiga versil tanah eigedom vervonding no 986, 987 dan 988, milik PT Maluku Membangun yang terkesan dibiarkan berlarut-larut begitu saja tanpa ada langkah-langka persuasif yang dilakukan pihak BPN.

Bukan hanya itu, pihak BPN juga terkesan tertutup dan tidak transparam kepada awak media dalam menelusuri persoalan PT Maluku Membangun, sehingga lebih memilih salah satu media televisi untuk memberikan keterangan, yang menurut PT Maluku Membangun sudah melakukan pembohongan publik.

“PT Maluku Membangun punya permintaan harus terpenuhi, kenapa didalam ruangan wartawan dilarang masuk untuk meliput apa yang disampaikan BPN, paska aksi boikot kantor BPN, Senin kemarin oleh DPD Siliwangi, tapi kenapa begitu pertemuan selesai dengan kami, pihak BPN melalui Kabid Penyelesaian masalah sengketa pertanahan W.O Loppies secara diam-diam menerima wartawan televisi secara terpisah dan memberikan penjelasan yang tidak masuk akal untuk dilihat,”tegas Dirut PT Maluku Membangun Lutfi Attamimi kepada awak media, Kamis(22/8/2019).

Dimana dalam kutipan yang disampaikan Loppies menjelaskan, bahwa ada tiga surat teguran yang dilayangkan pihak PT Maluku Membangun kepada BPN, disikapi, lantaran belum mendapat tanggapan membuat Attamimi menjadi emosi, sehingga terjadinya pertemuan dengan antara BPB dan Attamimi dengan penjelasan akan menjawab surat teguaran dalam bentuk tertulis dengan ketentuan waktu sepekan.

Namun yang menajadi pertanyaan, disaat awak media ingin mengkonfirmasi persoalan tersebut, pihak BPN terkesan dengan sengaja membatasi awak media untuk mendapat keterangan resmi dari BPN atas tuntutan pengakuan terhadap versil akta tanah eigedom vervonding no 986, 987 dan 988, sehingga lebih memilih media televisi yang dianggap bisa bekerja sama dengan pihak BPN.

Baca juga :   Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK Dari 34 Provinsi se-Indonesia, Ikuti Kegiatan INTI BANGSA

“Saya tidak terima wartawan dibatasi dalam peliputan pertemuan saya dengan pihak BPN, kan yang wartawan inginkan pernyatan resmi dari pihak BPN untuk nantinya disampaikan kepada publik, baik lewat media oneline maupun cetak, ini secara diam-diam Lopies menyamapaikan stekmennya yang seakan-akan ingin menyurati PT Maluku Membangun, kami tidak perlu disurati tapi harus ada penjelasan resmi langsung dari pihak BPN kepada saya yang harus disaksikan awak media, karena sudah banyak surat yang dilayangkan tapi semuanya tidak digrubis,”jelasnya.

Dengan demikian kata Attamimi lewat pertemuan, Senin(26/8) mendatang, secara resmi akan menerima surat tanggapan dari pihak BPN dan secara bersamaan membaca isi surat tersebut dan harus dihadiri awak media.

“Apa bila, ada penolakan wartawan, hari itu juga saya tidak mau omong apa yang terjadi, kenapa saat awal pertemuan wartawan ditolak saat pertemuan kemarin, tapi aneh kenapa televisi saja yang dipersilakan,”kesalnya.

Attamimi juga akan melakukan pembantahan jika dalam surat tersebut tidak menjelaskan secara detail apa yang menjadi tunturan PT Maluku Membangun atas akta versil tanah eigedom vervonding no 986, 987 dan 988 yang selama ini BPN dianggap menghindar.

Padahal niat Attamimi menyurati BPN secara tidak memiliki itiked baik untuk membicarakan berbagai persoalana tanah yang di Kota Ambon dan sekitarnya, karena dalam sejaran waliyah tanah di Maluku khususnya di Kota Ambon dirinya mengetahui secara persis, hak dengan kepemilikan.

Hal tersebut lanjut Attamimi, apa yang selama ini dilakukan Nurlette banyak yang sudah mengorbankan masyarakat dan akhirnya mendapat pembelaan dari Attamimi untuk menyelesaikan sengketa tanah.

Untuk itu dirinya berkeingan untuk awak media bisa mengekuti persoalan PT Maluku Membangun dengan pihak BPN Maluku agar secara transfaran bisa menjelaskan status kepemilikan versil tanah eigedom vervonding no 986, 987 dan 988.

Reporter : Rian M

Editor : Redaksi

 

About admin

Check Also

Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK Dari 34 Provinsi se-Indonesia, Ikuti Kegiatan INTI BANGSA

AMBON,N25NEWS.com -Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK dari 34 provinsi se-Indonesia, mengikuti kegiatan Internalisasi …