Home / Agama / Kemenag Maluku Masih Tunggu Juknis Peluncuran Kartu Nikah
Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad

Kemenag Maluku Masih Tunggu Juknis Peluncuran Kartu Nikah

AMBON,N25NEWS.COM -Meskipun sudah dilaunchingnya karti nikah sebagai pengganti buku nikah oleh Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifudin, pada 8 November kemarin di Jakarta, khusus di Maluku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) tentang tata cara peluncuram kartu nikah di Provinsi.

“Ini kan kita masih menunggu juknis dan pelaksanaan penerbitan kartu nikah dari pusat,”tandas Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad pada wartawan usai menghadiri perayan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanwil Kemenag Maluku, Jumat kemarin.

Menurutnya, dengan kebijakan diluncurkan kartu nikah dengan sendirinya sangat menguntungkan masyarakat khususnya yang sudah menikah, sehingga ini merupakan hal yang efektif dan efisien dalam penggunaan kartu nikah dan tidak lagi perlu membawa bukuh nikah.

Dimana peluncuran kartu nikah sejalan  dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web).

Dijelaskan, bahwa keberadaan kartu nikah ini, tidak serta merta sebagai pengganti buku nkkah, tetapi hanya sebagai pelengkap tanpa harus menghilangkan buku nikah.

“Ini dapar lebih memudahkan seseorang dalam berintekrasi, contohnya jika saya berpergian denga  istri saya dan menginap di Hotel Syariah dan itu pasti mereka tanya biku nikah, jika tidak ada pasti ditolak, sehingga dengan adanya kartu nikah akan lebih, efektif sehingga tidak lagi perlu membawa buku nikah tetapi cukup dengam kartu nikah,”jelasnya

Dia menuturkan, data yang ada dalam kartu nikah dapat diakses pada aplikasi Simkah Web. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan administrasi nikah dan rujuk pada Kantor Urusan Agama (KUA) dengan dukungan validitas data yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Untuk kartu nikah, ia mengatakan kartu tersebut berisi data tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

Lebih jau dijelaskan, nantinya buku Nikah dan Kartu Nikah yang akan diberikan kepada pasangan nikah diberi kode QR yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah. Sehingga mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah.

“Dengan membawa Kartu Nikah, masyarakat akan dimudahkan dalam mengakses layanan KUA di seluruh Indonesia, seperti layanan legalisasi dokumen surat keterangan lainnya yang diperlukan,” lanjutnya.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Kakanwil Kemenag Maluku Raih Pringkat Pertama Diklat Kepimpinan Tingkat 2

AMBON,N25NEWS.COM – Setelah kurang lebih empat bulan sebagai peserta diklat kepimpinan tingkat 2 angkatan XXV …