Kemenag Maluku Rayakan Natal Kristus Lewat Ibadah Pohon Terang

AMBON,N25NEWS.COM – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku merayakan Natal Yesus Kristus lewat Ibadah Pohon Terang dengan serangkaian kidung Natal.

Natal keluarga besar Kanwil Kemenag Maluku dengan sorotan tema” Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” yang diambil dari salah satu ayat Al-Kitab Korintus 1:30a, ini berlangsung di Gereja Efrata Kapahaha,Jumat(21/12/2018).

Kakanwil Kemenag yang diwakili Kabag TU Jamaludin Bugis mengawali sambutan Natal sebelumnya menyampaikan selamat Natal Yesus Kristus bagi umat Kristiani di Maluku khususnya keluarga besar Kemenag Maluku dan selamat menebarkan kedamaian, damai di bumi dan damai di hati.

Dikatakan, dalam suasana kebahagiaan Natal bagi umat Kristiani, kembali Tuhan menyapa dan mengingatkan umat Nasarani untuk merayakan Natal tahun ini dalam semangat kedamaian,keberamaan dan kesajahaan.

“Betapa kasihnya Tuhan dalam kehidupan umat manusia. Jadi kehidupan ini dan Natal ini merupakan pencernaan Tuhan dalam kehidupan umat manusia,”ungkapnya.

Untuk itu dalam semangat Natal kata Jamaludin, umat Nasarani yang merayakan Natal harus sambil merefleksikan diri dari berbagai peristiw yang pernah dilalui ditahun-tahun sebelumnya, baik itu dalam bentuk bencana alam dan peristiwa yang begitu banyak menelan korban jiwa dan harta, termasuk nanti juga akan masuk ditahun politik baik pilpres maupun pileg.di tahun 2019 mendatang.

Dimana peristiwa tersebut merupakan bagian dari rencana Tuhan sehingga kita perlu harus menyadari, bahwa semua ini merupakan bagian dari kebesaran Tuhan yang maha kuasa dan adil pada umatnya, sehingga membuat umatnya harus bisa lebih merendahkan hati.

“Bahwa sesunggunya Tuhan itu yang paling besar dan paling berkuasa atas apa yang diciptakannya.Tuhan itu raja diatas raja dalam kehidupan ini,sehingga segala sesuatu yang terjadi diatas bumi ini, itu mutlak dilakukan Tuhan sebagai peringatan Tuhan kepada umat manusia dimuka bumi ini,” jelasnya.

Oleh karena itu melalui momentum Natal keluarga besar Kemenag  Jamaludin berharap, pada umat Kriatiani dapat melahirkan kesadaran dalam eksistensi Tuhan dan teguran itu merupakan peringatan dari tuhan untuk bagaimana kita dapat mengintropeksi diri dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bahkan Natal ini juga dapat memberikan hikmah dalam merencanakan hari esok yang lebih baik, bagi manusia dan bagi bumi dimana kita tinggal.

“Diharapkan untuk umat Kristiani dapat memaknai Natal, dengan penuh kesadaran bahwa berdasarkan kasih Tuhan, maka seharusnya menjadi umat yang saling mengasihi baik antara pribadi, keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja kita sebagai ASN,”harapnya.

Apa bila masalah dapat diselesaikan dengan realisasi dapat dikombinasikan dengan kasih maka akan melahirkan kedamaian dan sesungguhnya. Karena menurut agama Kristiani, bahwa hakekat dalam ajaran Kristiani adalah kasih dan kasih itulah yang mengisi alam semesta untuk melahirkan suatu kedamaian.

Baca juga :   Resmi Gereja Imanuel, Gubernur : Rumah Ibadah Simbol Kehadiran Tuhan

“Seorang Kristiani yang sudah mampu menebar kasih dan cinta dalam kehidupannya, berarti dia sudah mengajarkan ajaran kasih dengan baik dan lewat kesempatan ini untuk membangun kebersamaan  dan sesama manusia,”ujarnya lagi.

Ia juga mengingatkan kepada umat Kristiani untuk dapat menghargai simbol-simbol agama seperti Salib yang memiliki dua garis vertikal dan horisontal yang kedunya memiliki arti sendiri-sendiri dalam kehidupan kebersamaan antara sesama manusia dan dirinya dengan Tuhan langsung, sehingga ini perlu dimaknai dalam sikap dan prilakunya sehari-sehari.

“Dimana garis vertikal mengambar hubungan manusia dengan Tuhan dan  horisontal memiliki arti hubungan manusia dengan manusia, mohon maaf sebelumnya semua ini saya mengutip ceramah pendeta yang ada di pusat, bahwa setiap umat Kristiani harus memaknai apa yang ada dalam makna Salib itu untuk direfleksikan dalam kehidupannya,”pesannya.

Lewat kesempatan ini juga dirinya mengingatkan, bahwa memasuki tahun politik 2019, para tokoh agama yang hadir dalam Natal Kemenag agat jangan mudah terpancing dan mau dipengaruhi dengan kelompok-kelompok yang dapat menghasut hal-hal yang dapat mengganggu kondisi keamanan yang sudah terjaga dengan baik.

Sementara lewat hikmah Natal yang disampaikan Pendeta sonya matahelemua menegaskan,  bahwa tema Natal 2018  merupakan cermin kehadiran Hikmat Allah,  yang kita rayakan dalam kedatangan Kristus.

Natal mengingatkan kita akan hikmat Allah yang terwujudkan dalam diri Yesus. Natal bukan semata mengenang kelahiran Yesus sebagai bayi di atas palungan, tetapi juga kehidupan Yesus yang penuh hikmat dan dicurahi Roh Kudus. Ia datang membawa Tahun Rahmat Tuhan (Lukas 4: 18-19.

” Kata-katanya tidak menekan, tetapi menyejukkan. Nasihatnya tidak meninabobokan, tetapi menegur dan memberi jalan. Tegurannya bukan penghujatan, tetapi jalan keselamatan. Ajarannya bukan asal menyenangkan, tetapi mengembalikan martabat manusia. Saat ditanya murid-murid Yohanes apakah Dia itu Mesias, Yesus menjawab, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik,”bebernya.

Untuk itu merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian saja, tetapi juga dengan upaya konkret untuk hidup dalam hikmat Allah.

Penulis : Gali M

Check Also

Pulang Kampung, Pentury Bagikan Bantuan Tali Asih ke Dua Desa di SBB

SBB,N25NEWS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI, Thomas Pentury …

×

N25NEWS.com