Home / Agama / Kemenag Maluku Tepis Isu Instruksi Penggunaan Pengeras Suara

Kemenag Maluku Tepis Isu Instruksi Penggunaan Pengeras Suara

AMBON,N25NEWS.COM – Menanggapi berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat khusus umat Islam, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku menipis isi  surat edaran yang terkait dengan intruksi Dirjen Bimas Islam Nomor Kep/D/101/1978  yang kemudian dikeluarkan lagi intruksi Nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tentang  tuntunan penggunaan pengeras suara diwaktu-waktu Sholat di masjid, langgar, dan mushalla.

“Saat ini, kita dikalangan umat Islam di Indonesia khususnya di Maluku ada berbagai isu-isu yang sudah tersebar dimana-dimana yang terkait dengan implentasi intruksi Bimas Islam tahun 1978 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara pada waktu-waktu sholat, sehingga dalam rangka mengimplemntasi instruksi tersebut, Dirjen Bimas Islam kembali keluarkan  instruksi yang sama ditahun 2018, untuk mengoptimalisasikan instruk tahun 1978, namun dalam pemahaman dan penilaian masyarakat terkesan salah  kaprah, mengimpelmentasi isi dari instruksi tersebut,”jelas Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis pada koran ini, Jumat(30/8) sekaligus menepis berbagai isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Menurut Bugis, sejauh ini tanggapan masyarakat tentang instruksi Dirjen Bimas Islam yang terkesan ada pembatasan untuk melakukan Adzan, itu sama sekali tidak benar.

Tetapi makna dalam instruksi tersebut hanya menjelaskan, tentang bagaimana tata cara penggunaan pengeruas suara  yang benar dan tepat waktu, sesuai tuntunan dalam ajaran Islam, sehingga dalam penggunaan pengeras suara lebih tertitb.

“Jadi semua ini hanya tuntunan, tetapi yang terjadi isu dimasyarakat  kalau pemerintah melalui Kemenag, melarang menggunakan Adzan atau dibatasi itu salah presepsinya, malah itu dibolehkan tetapi hanya dituntun tertib dalam menggunakan pengeras suara diwaktu Adzan, jadi bukan untuk melarang tetapi hanya untuk lebih mertibkan, sehingga subtansi dari instruksi tahun 2018 hanya untuk mengatur cara menggunakan pengeras suara sesuai dengan kaidah tuntunan itu sendiri,”jelas Bugis.

Oleh sebab itu selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Maluku kata Bugis, berkewajiban untuk bisa meluruskan pemahaman presepsi yang ada di masyarakat, kalau instruksi Dirjen Bimas Islam membatasi atau melarang melakukan Adzan, tetapi hanya menuntun bagaiaman cara menggunakan pengeras suara yang baik.

Ia mencontohkan, jika didalam satu wilayah atau kompleks ada terdapat dua sampai tiga  masjid yang mana dalam isi Al Quran juga sudah ditentukan waktu –waktu Sholat sehingga itu sudah harus menjadi rujukan semua Islam dalam ketepatan bersholat, sehingga baik itu Iman masjid atau pengurus masjid sudah harus bisa memahami aturan itu, tetapi yang terjadi adalah perbedaan –perbedaan waktu Sholat.

“Misalnya saat waktu Sholat ada masjid yang sudah melaksanakan Sholat, tetapi masjid lain yang masih mengeluarkan suara mengaji, bahkan ada masjid yang lain masih melakukan suara Tarhim, sehingga terjadi variasi antara masjid yang satu dengan lain yang masih dalam satu kompleks, alhasilnya bisa saja mengganggu konsentraksi dan kekyusuan dari  orang-orang yang sudah melaksanakan Sholat di masjid yang lain, sehingga persoalan ini yang harus diteribkan sesuai instruksi Dirjen Bimas Islam, sebab tidak  perbedaan waktu Sholat,”contohnya.

Oleh itu lebih ditegaskan, bahwa instruksi atau edaran Dirjen Bimas Islam semunya itu dalam rangka menertibkan, bukan sebaliknya membatasi atau melarang melakukan adzan atau mengaji di masjid, langgar, maupun  mushalla.

Hal senada juga disampaikan Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad yang dihubungi via selulernya mengatakan, menindaklanjuti instruksi Bimas Islam pihaknya dan jajarannya akan melakukan sosialisasi  aturan tentang penggunaan pengeras suara di masjid seperti  yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018.

Oleh :Gali Markalin

 

About admin

Check Also

Kakanwil Kemenag Kukuhkan Pengurus LPTG Budha

AMBON,N25NEWS.COM -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad S.Pd, M.Pd mengukuhkan Pengurus Lembaga …