Home / Agama / Kemenag Tanggapi Tudingan Tolak Mahasiswa Magang,Bugis : Ini Hanya Persoalan Miskomunikasi

Kemenag Tanggapi Tudingan Tolak Mahasiswa Magang,Bugis : Ini Hanya Persoalan Miskomunikasi

AMBON,N25NEWS.COM – Menanggapai tudingan penolakan mahasiswa magang  Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon,  Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku membantah telah melakukan penolakan. Tetapi yang terjadi seperti yang dikatakan Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis S.Ag kalau yang terjadi hanya persoalan miskomunikasi, sehingga terjadi keselapahaman presepsi.

“Jadi begini, kalau dilihat dari pada kode etik birokarsi dan Prosedural  kami dari Kanwil Kemenag tidak pernah menolak, mahasiswa dari IAIN magang disini, sebab surat yang masuk itu saya sudah deposisi, bahwa segera mereka ditempatkan pada bidang –bidang terkait, sehingga persoalan miskomunikasi itu tejadi pada proses penempatan, bukan proses menolak,”jelas Kabag TU usai menghadiri upacara penerimaan 12 mahasisa magan IAIN, sekaligus meluruskan pemberitaan media yang menyebut Kanwil Kemenag tolak mahasiswa magang di aula Kanwil Kemenag Maluku, Rabu(29/8).

Menurutnya, setelah mentelaah isi pemberitaan salah satu media cetak lokal, seharusnya sebagai awak media, sesuaikode etek penulisan harus bisa melakukan kroscek sehingga dalam penulisannya ada unsur perimbangan berita, sehingga tidak yang dirugikan ketika berita tersebut sudah menjadi kunsumsi publik halayah ramai.

Tetapi yang terjadi, pemberitaan yang terkesan sepihak tanpa melakukan kroscek dengan intasi yang dituding, sehingga berita yang disampaikan secara institusi tidak secara lanagsung sudah mencederai citra Kanwil Kemenag di mata publik, sementara yang terjadi tidak ada penolakan apapun secara resmi berupa surat yang dikeluarkan, pihak Kemenag terhadap permohoan mahasiswa magang IAIN di Kanwil Kemenag.

“Seharusnya begitu mendengar berita dari satu pihak, harus bisa mendapat berita dari pihak yang dituding sehingga ada kecocokan atas informasi yang didapat betul atau tidakk, sehingga berita yang disampaikan nanti ada unsur perimbangan, dengan kata lain kode etik kewartawanan itu harus dijunjang tinggi,”ungkapnya.

Dikatakan, bahkan dengan adanya program magang baik dari IAIN atau lembaga pendidikan lainnya, secara kelembagaan Kemenag Maluku sudah dihargai dan dihormati  untuk penempatan mahaiswa magang atau siswa, khusus mahasiswa IAIN adalah bagian dari rumpun keluarga besar  Kemenag dalam rangka menuju satu visi dan misi dari Kemenag  antara IAIN dan Kanwil Kemenag Maluku  dibawa payung Kemenag RI.

Bahkan secara kelembagaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kanwil Kemenag Maluku dan jajarannya hampir 70 persen alumni dari IAIN Ambon, sehingga untuk kata penolakan itu tidak mungkin dilakukan oleh pihak Kemenag Maluku sendiri tetapi yang terjadi hanya per soalan niskomunikasi.

Hal senada juga disampaikan Dr Syarifudin mewakili enam dosen  Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang turut hadir dalam penyerahan 12 mahasiswa magang yang mengatakan, peroalan tudingan yang disampaikan salah satu media lokal hanya merupakan keselapahaman persepsi yang berbeda sehingga menimbulkan opini publik yang terkesan merugikan pihak Kanwil Kemenag, tetapi yang terjadi sebetulnya tidak ada penolokan secara resmi yang disampaikan pihak Kemenag

“Kami sudah selesaikan dengan baik, sehingga yang terjadi hanya keselahan disprespsi saja, ternyata lewat disprespsi ini telah melahirkan sebuah program yang cukup spektakuler dari Kemenag yang ingin menjadikan mahasiswa sebagai ujung tombak mengsosialisasikan ederan Menag RI sehingga kerja sama ini dianggap cukup luar biasa, sehingga kami telah berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai playprojek   dari surat edaran Menag,”ujarnya.

Selain itu berdasarkan pengalaman tersebut kata Syarifudin, tidak perlu terulang kembali sehingga tingkat kehati hatian dalam menyampaikan sesuatu agar terhindar dari berbagai presepsi yang ada ditengah tengah masyarakat.

Bukan saja itu peran media juga harus bisa lebih meningkatkan kroscek dalam pemberitaan yang menyudutkan pihak lain, sehingga perlu ada pemberitaan yang sifatnya blance antara yang memberi informasi dan yang disudutkan, sehingga tidak ada lagi dramatika atau gejolak untuk mencekal bahaya yang terjadi ditengah tengah masyarakat.

Terkait dengan tudingan tersebut, Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad yang dihubungi via selulernya saat mengikuti PIN II di Jakarta melalui pesan singkatnya menjelaskan, kalau tidak ada penolakan yang dilakukan pihaknya, bahkan dirinya lebih bersyukur kalau yang ada lebih banyak malah lebih bagus.

“Kalau Kanwil Kemenag didatangi ribuan mahasiswa setiap hari malah itu lebih bagus dan bersyukur,”ucapnya.

Selain itu antara Kanwil Kemenag dan IAIN merupakan satu wadah dari Kemenag RI, sehingga tidak mungkin ada kata penolakan terhadap mahasiswa yang melakukan magang.

About admin

Check Also

35 Siswa SMA Siwalima Akan Mengikuti Program Beasiswa S1 Di Rusia

AMBON,N25NEWS.COM – 35 dari 99 siswa/siswa kelas XII SMA Negeri Siwalima Ambon akan siap mengikuti …