Breaking News

Kemenag Tingkat SDM Penguatan Program dan Angggaran 2020

AMBON,N25NEWS.COM – Untuk meningkatkan kinerja dari satuan kerja agar tersusunya perancanaan sesuai kepentingan organisasi yang baik, Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama (Kemanag) Provinsi Maluku meningkatkan SDM penguatan program dan anggaran 2020.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari berlangsung di Hotel Marina, Selasa (!3/8) ditandadi dengan penyerahan Pagu sementara 2020 oleh Kabid Bimas Kristen Kemenag Maluku Nensij Latuheru, S.Sos. M.Si kepada perwakilan seksi Bimas Kristen di 11 kabupaten/kota di maluku

Ini bertujuan agar setiap peserta dapat memahami teknik penyusunan perencanaan dan anggaran agar setaip laporan yang dibuat akat tetap sasaran dan tepat guna.

Kabid Bimas Kristen mewakili kakanwil Kemenag mengatakan, program dan anggaran bidang Bimas Kristen Tahun 2020 pada intinya merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi baik efesien pelaksana tugas maupun pemanfaatan sumber daya dan fasilitas untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.

“Kegiatan ini merupakan proses evaluasi terhadap aktivitas organisasi untuk dapat menemukan alternatif dalam rangka penyusunan rencana kerja yang strategis, yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan terhadap umat kristen di Provinsi Maluku secara luas,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat sinkron dengan tiga mantra Kemenag RI yakni moderasi umat, kebersamaan dan Integrasi data. Terkait dengan kegiatan ini, maka untuk menyusun program dan anggaran, dibutuhkan data yang akurat. Karena data akan terintegrasi dengan program anggaran yang akan disusun. Tanpa data, maka apa yang akan diprogramkan, tidak akan  berjalan maksimal.

“Oleh karena itu, diharapkan kepada para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menyusun program kegiatan serta anggarannya sesuai kebutuhan satuan kerjanya masing-masing,” harapnya.

Ia juga berharap melalui proses anggaran untuk kedepannya dapat dilakukan dengan lebih adil mengingat wilayah Provinsi Maluku yang merupakan wilayah kepulauan yang luas wilayah lautnya lebih besar dari daratan, sehingga dapat berdampak pada kualitas pelayanan terhadap umat kristen di Provinsi Maluku.

“Maluku ini memiliki kabupaten dan kota yang dipisahkan dengan laut dan darat. Ini berpengaruh pada standar biaya di Maluku, sehingga masih belum dijangkau dari yang diharapkan. Harapannya ialah, bisa dilihat kembali terkait standar biaya yang ada di Maluku, sehingga hak-hak yang didapat, memberikan dampak yang signifikan bagi semua pihak,” tutur Latuheru.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Dampak Gempa, Tiga Program Diklat BDK “Force Majeure”

AMBON ,N25NEWS.com-Gempa Magnitudo 6,8 yang dilanjutkan dengan ratusan gempa susulan, membuat trauma seluruh warga Kota …

×

N25NEWS.com