SMA Negeri Wuarlabobar,Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)

Kepsek SMA Wuarlabobar KKT,Angka Kelulusan Anjlok Akibat Kurangnya Tenga Guru

 “Tidak ada rotan akarpun jadi. Mengantisipasinya, SMA Negeri  Wuarlabobar kini menggunakan tenaga guru honorer yang ada guna menutupi kekosongan guru sebagai kendala kemerosotan angka kelulusan”

AMBON25NEWS.com Merosotnya angka kelulusan pada SMA Negeri Wuarlabobar,Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) salah satu penyebabnya ialah kurangnya tenaga guru pada beberapa mata pelajaran tertentu diantaranya mata pelajaran bahasa inggris,fisika dan matematika.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Damon Wuarbanaran kepada N25NEWS.com, via live phone,langsung dari  sekolanya di desa Wunlah Kecamatan Wuarlabobar belum lama ini.

Lebih lanjut Wuarbanaran mengatakan, kurangnya tenaga guru kini menjadi kendala tersendiri bagi angka kelulusan pada sekolah tersebut. Namun tak berarti pihaknya tidak mencari solusi untuk membenahi permasalahan ini.

”Jadi istilahnya tidak ada rotan akarpun jadi. Mengantisipasinya, SMA Negeri  Wuarlabobar kini menggunakan tenaga guru honorer yang ada guna menutupi kekosongan tersebut,”ungkap pria asal desa Walerang ini.

Ditambahkannya, SMA Negeri  Wuarlabobar sejauh ini hanya memiliki 12 guru yang terbagi dalam beberapa mata pelajaran yakni guru mata pelajaran agama sebanyak 4 orang, guru mata pelajaran Biologi 3 orang ditambah dengan guru honerer yang lain hingga totalnya 12 orang.

Baca juga :   Disub Maluku Sediakan Mudik Gratis Untuk Perayaan Natal 2019

Adapun,mengingat kendala tersebut, maka pihak sekolah sudah memberikan laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk penambahan tenaga guru ,namun sampai sekarang belum ada realisasinya.

“Gaji yang kita berikan kepada guru honorer juga per bulan Rp.500.000 itupun biayanya ditarik dari dana BOS. Sehingga guru honorer pun terbantu mengingat kawasannya ada pada daerah pedesaan sehingga untuk kebutuhan pangan tak perlu mereka membeli. Sebab ada makanan lokal seperti pisang,umbi-umbian yang dapat mereka konsumsi,”jelas mantan guru di SMA Waturu ini.

Selain itu,kendala lain juga dihadapi SMA Negeri  Wuarlabobar diantaranya sarana-prasarana sekolah seperti buku-buku mata pelajaran masih kurang,oleh karena itu kedepan pihak sekolah akan berupaya untuk dapat menambah kuranganya sarana prasarana tersebut,serta tenaga guru pada mata pelajaran bahasa inggris,fisika dan matematika akan ditutupi.

”Namun kendala-kendala tersebut tidak membuat kami pesimis,tetapi optimis selalu ada pada kami.Sebaliknya kami justru berterima kasih karena pemerintah telah membantu dengan memberikan dua (2) ruangan belajar (ruber) dan satu (1) laboratorium computer (Lab),”tandas pria yang murah senyum ini.

Reporter      : Aris Wuarbanaran

Editor          : Redaksi

 

 

Check Also

Gubernur Maluku Minta GAMKI Harus Aktif Dalam Pembangunan Kawasan Timur Indonesia.

AMBON,N25NEWS.com-Gubernur Maluku Murad Ismail,meminta Gerakan Angkatan Mudah Kristen Indonesia (GAMKI) untuk mengambil peran aktif dalam …

×

N25NEWS.com