Ketua DPC LAI KKT Mengecam Keras Pelecehan Wartawan Oleh Tonci Rahanserang

SAUMLAKI,N25NEWS.COM  Kecaman keras datangnya dari Wartwan Media Online SR, KKT, terkaita dengan Oknum Panwascam, Tonci Rahanserang, atas tindakannya penghinaan terahadap media Online Simpul Rakyat, dan Wartawanya, Paulus Temar pada saat menjalankan tugasnya sebagai pemburu berita itu.

“Pelecehan dan penghinaan terahadap Media, dan Wartawan SR tersebut, sungguh sangat menyayat perasaan kami sebagai pekerja media,ujar” salah satu wartawan SR. Untuk itu, kami wartawan SR akan datang menyambangi POLRES KKT untuk melaporkan Sdr Tonci Rahanserang atas perbuatannya, yang berhasil kami rekam pembicaraannya.

Jems Masela, Ketua DPC LAI KKT mengecam keras terhadap Ketua Panwascam Kecamatan Wuarlabobar, Tonci Rahanserang, Menurut Masela Sebagaimana yang di muat dalam pasal 8 undang-undang PERS Nomor. 40 tahun 1999 tentang PERS.

Masela mengungkapkan Perlindungan Hukum yang di maksud di sini tak lain adalah jaminan perlindungan dari pemerintah dan atau masyarakat yang di berikan kepada wartawan dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tonci Rahanserang, di duga melakukan menghina, dan melecehkan media dan wartwan, terbukti tidak memahami tentang kebebasan dan jemerdekaan PERS, justru Masela menghimbau kepada Badan Pengawasan Pemilu (BAWASLU) KKT, Agar mengevaluasi yang bersangkutan, bila perlu tindakan/sangsi pemecatan terahadap Oknum Panwascam Wuarlabobar, Tonci Rahanserang, karna di nilai belum bisa melakukan kewenangan nya sebagai Panwascam.

Lanjut Masela, Kebebasan PERS dapat di jadikan salah satu kriteria yang penting dalam menelusuri seberapa jauh Hak asasi Manusia di jamin dan di lindungi dalam pelaksanaannya. Hal ini yang tidak dapat di pahami oleh, Sdr Tonci. Rahanserang, oleh sebab itu Bawaslu KKT di harapkan agar segera mengambil langkah tegas terahadap yang bersangkutan.

Baca juga :   Gempa Ambon Berdampak Turunnya Omset Pegadaian

“Media/koran yang tidak laku, mencari popularitas, Anjing, Kucing, Tidak mungkin sesuatu yang di beritakan, pasti di bayar, Hinaan, Pelecehan yang di lakukan Tonci Rahanserang, yang berhasil di rekam oleh wartawan SR, seperti yang di maksudkan di atas, telah mencoreng PERS seluruh Indonesia, khusus yang berada di KKT, oleh karenanya Masela adalah bagian dan keluarga PERS mengutuk pernyataan Toni Rahanserang dan harus bertanggung jawab atas apa yang sudah di lakukan terahadap PERS.

Kata Jems Masela yang harus Sdr Toni Rahanserang tahu dan Paham, apa itu PERS. Kemerdekaan PERS adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilanbdan supermasi hukum. Di duga Sdr, Tonci Rahanserang, tidak memahami tentang tentang tugas, fungsi PERS, sehingga sesuka hatinya menjastis PERS semaunya, justru itu, orang demikian tidak pantas memangku jabatan Panwascam, bagaimana permasalahanya, ketidakpahaman dia, mencoreng BAWASLU, dan di anggap tidak memiliki etika dalam berkomunikasi.

Pernyataan Tonci Rahanseran dalam rekaman, menurut Masela, di anggap penghinaan terahadap profesi wartawan, dan berpotensi dapat di pidanakan, hasil rekaman tersebut, sudah kami berikan ke Polisi, dan menyusul akan kami buat Laporan Polisi, dini hari Sabtu, tanggal 11-05-2019, Terahadap Sdr, Tonci Rahanserang Panwascam Warlabobar.

Editor: Redaksi

About admin

Check Also

Pemkot Ambon Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah.

AMBON,N25NEWS.com-Kegiatan sosialisasi Penutupan lokalisasi Tanjung Batu merah Ambon di gelar dan di laksanakan oleh Pemerintah …

×

N25NEWS.com