Home / Parlementer / Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ambon Angkat Bicara Soal Kritikan Ke Palestina

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ambon Angkat Bicara Soal Kritikan Ke Palestina

AMBON,N25NEWS.COM – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD  Kota Ambon, Morits Tamaela, akhirnya anggkat bicara, soal kritikan yang pernah dilontarkan berbagai pihak pasca, adanya kunjungan Pemkot Ambon dan DPRD Kota Ambon ke Palestina belum lama ini.

Kepada awak media, di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (5/12/2018), Tamaela menuturkan,  bahwa keberangkatan  Ketua-Ketua Fraksi DPRD bersama rombongan Pemkot Ambon ke Palestina, semuanya itu  dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang pernah sama-sama dibangun Pemkot-DPRD bersama pihak Pemerintah Palestina atau Betlehem.

Dimana dalam kerjasama tersebut, ada beberapa hal yang dibicarakan, itu karena Maluku khususnya Kota Ambon memiliki kesamaan dengan Betlehem dari segi aspek keberagaman maupun budaya.

Maka dengan adanya kesamaan itu maka pemerintah Betlehem mengundang Pemkot dan terwakilan dari DPRD.

“Semua ini tidak ada yang dispekulasi yang mana disinggung soal buang-buang anggaran, karena kunjungan kami ini sudah dirancang lama. Dimana sudah dialokasikan atau dirancangkan Pemkot sudah lama,”ungkapnya.

Menyangkut  dengan penilaian publik, bawah keberangkatan rombongan DPRD dan Pemkot hanya untuk membuang-buang anggaran, kata Morits, ini semuanya sudah merupakan agenda yang sudah dirancang  jauh hari.

Bahkan ada juga kritikan yang disampaikan rekan-rekan fraksi di DPRD Kota Ambon yang Anggotanya juga menyampaikan  protes terhadap keberangkatan ke Palestina. padahal ketua fraksinya juga berangkat ke Palestina

” Ini kan lucu ketua fraksinya berangkat anggotanya protes, jadi tidak usahlah untuk cari sensasi dipanggung politik untuk mencari ketenaran. Anda punya ketua Fraksi yang pergi mengapa anda harus mengomel atau menyampaikan terkait keberangkatan kami. Seharusnya sejak awal anda harus ngomong atau berkomentar untuk memberikan tanggapan,”bebernya.

Dikatakan, meskipun berada diluar negeri itu bukan berarti melepas begitu saja kondisi yang terjadi di Kota Ambon, tetapi melalui medsos semua kejadian-kejadian semuanya terpantau, baik kondisi  adanya banjir dan segala macam di Kota Ambon, tapi itu semua kejadian dan bukan kegagalan dari Pemkot.

Menurutnya, ada banyak fakta dan faeda yang dibawah dari Palestina, salah satunya Ambon kini dijadikan pailotprojet perdamaian dunia.

” Kita masih berfikir premodial-premodial, masih hidup sekat-sekat. Bahkan kami akan menindaklanjuti dimana, ada rencana kerjasama sister city atau brader city antara Ambon dan Betlehem yang mana bakal pemerintah Betlehem ke Kota Ambon. Karena ada hal yang patut kita contohi disana dan ada hal juga yang patut mereka contohi di Kota Ambon,”ujarnya.

Ia.mencontohkan, bahwa soal keberagaman penduduk disana itu mayoritas Muslim, namun Walikota dan Wakil Wali kota itu bergama Kristen. Itu sebuah keputusan konstitusi pemerintah (Yaser Arafat), bawah Walikota di Betlehem itu sampai kapapun itu harus Kristen. Dan menjadi sebuah amandemen atau keputusan absolut dari pemerintah disana.

Akan tetapi yang terjadidi daerah ini, kata Morits itu malah terbalik. dimana untuk memberikan kepercayaan politik kepada Kepala Daerah  bukan dari sebuah keputusan parlemen tetapi melalui keputusan dari masyarakat melalui hak demokrasi.

“Jadi kan dua hal yang berbeda, disana itu atas perintah Presiden. Tetapi di Ambon, kita memili atau memberikan kepercayaan, contoh kepada Ricard Louhanapessy yang notabene sorang Kristiani, itu merupakan kesadaran masyarakat. Bukan absolut dari pada kewenangan Gubernur atau Pemerintah tapi kalau disana mereka ikut itu,”cetusnya

Oleh sebab itu kata Tamaela, toleransi disana harus kita copy paste ke Ambon, kalau orang Kristen masuk Mesjid haram hukumnya. Tapi kalau disana beda. Mesjid Al-Laksa itu nomor 3 tersuci di dunia, saya masuk di dalam dan saya berdoa.

Karena ketika kami mengatar teman-teman untuk berdoa di Mesjid kami disuru masuk untuk berdoa. Di Gereja juga sama, teman-teman Muslim juga disuru masuk untuk berdoa disana.

“Prinsipnya kami memberikan apresiasi atau kritikan dari segala bentuk masukan yanh disampaikan oleh teman-teman di luar atau masyarakat secara umum menyangkut keberangkatan kami ini. Dan ini harus kami luruskan, bahwa keberangkatan kami ini merupakan agenda yang sudah disepakati dan bukan merupakan agenda jalan-jalan semata,” tuturnya.

Dikatakan, banyak hal yang kita dapatkan disana dan akan diadopsi kepada masing-masing SKPD tergantung dengan kebutuhan kita di Ambon. Makna dari perjalanan kita ke Palestina ini sangat luar biasa.

“Waktu dekat, Pimpinan Bamus dan Ketua Fraksi bersama akan kita bicarakan hasil perjalanan kita bersama ini. Dan kita akan sampaikan ke publik tentang kelanjutanya. Tapi pada prinsipnya, kami tidak kritik, atau kami tidak memberikan atensi atau jastifikasi terhadap kritik saran yang disampaikan. Kami berikan penilaian yang objektif juga. Silakan berkomentar tapi dalam batas kewajaran, jangan kami dijastifikasi seolah-olah keberangkatan kami hanya untuk buang-buang anggaran, salah bos. kita benar-benar untuk rakyat, nanti hasilnya di Tahun 2019. Lagian teman-teman yang berkomentar ini kan jangan. Mereka juga Calon Legislatif (Caleg). Jangan cari panggung, itu intinya, termasuk teman-teman kita di DPRD, ko ada Ketua Fraksimu berangkat ko kamu berkomen. Itu menunjukan solidaritas fraksi kamu itu tidak beres,” tegas Tamaela.

Disinggung soal adanya kunjungan Walikota Ambon ke-Belanda, singkat Tamaela, kalau itu untuk kerjasama juga, kalau itu tidak boleh ada yang protes karena fitbetnya jelas, karena Ambon terima bantuan dari Pemeintah Belanda dan untuk Palsetina ini sementara masih dijejaki.

“Maka itu saya bilang tadi, Ambon dan Betlehem akan menindaklanjuti kerjasama yang lebih ditel. Kalau untuk Belanda, ngga bole bos  ada yang komen, itu orang sinting saya bilang. Faktanya kan Kota Ambon dapat bantuan.  Bahkan kerjasama kita akan digiring ke Perikanan dan Pendidikanlewat Unpatti.

 

Penulis    : Gali M

About admin

Check Also

Harga Tiket Melangit, DPRD Bakal Panggil Maskapai

AMBON,N25NEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon bakal memanggil semua maskapai penerbangan yang …