Komisi D Setuju Usulan Kemenag Tambah Biaya Subsidi JCH 2019

AMBON,N25NEWS.COM – Kendati belum ditetapkan dalam rapat paripurna, namun Komisi D DPRD Provinsi Maluku telah menyatakan persetujuan atas usulan Kementerian Agama (Kemenag) Maluku menambah biaya subsidi sebesar Rp 1.804.000,- per Jemah Calon Haji (JCH) musim hajin1440 H/ 2019 M.

Dengan disetujuinya penambahan biaya subsidi, maka Pemda Maluku melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 akan menyediakan anggaran subsidi sesuai kuota haji Maluku sebanyak 1.272 JCH dengan total seluruhnya sebesar Rp 2.294.680.000.08.
“Biaya ini akan digunakan untuk operasional JCH selama di Ambon dan embarkasi Makasar,”ujar Ketua Komisi D DPRD Maluku Sadia Uluputty pada wartawan usai memimpin rapat komisi dengan Kemenag Maluku dan pihak penerbangan di ruang rapat Komisi D DPRD Maluku Karang Panjang,Selasa(11/6/2019).

persetujuan yang sama juga pada biaya penambahan konsultasi, kordinasi embarkasi, debarkasi panitia haji provinsi Maluku, baik keberangkatan maupun pemulangan sebesar Rp 200 juta yang sudah tidak lagi dianggarankan dalam DIPA Dirtjen PHU Kanwil Kemenag Maluku sehingga dilimpahkan dan menjadi tanggungjawab Pemda Maluku untuk menyediakan anggaran tersebut.

“Sebenarnya berdasarkan amanat UU, untuk penyelenggara haji itu ditanggung oleh daerah dan itu baik, sehingga pemerintah juga bisa memberikan perhatian, berupa pemberian subsidi bagi jemah haji yang hendak melaksanakan ibadah haji nanti,”jelas Uluputty.

Dimana biaya tersebut nantinya akan dipergunakan untuk operasional JCH selama di Ambon dan asrama haji Sudiyan Makasar hingga kembali pulang ke Ambon.

“Kami berharap tidak ada lagi biaya tambahan yang diembankan ke JCH, sehingga tidak ada lagi biaya tambahan di Sudiyan Makasar, sehingga kita sangat mendorong penuh agar rencana pembangunan embarkasi haji antara segera dituntaskan, karena dampaknya sangat multiplayer efek kepada kesejahteraan Maluku secara keseluruhan yang nantinya juga akan menampung jemaah haji Maluku dan provinsi lainnya,”ujarnya.

Baca juga :   Lewat Momentum Maulid Nabi Kemenag Wujudkn Pembangunan Center of Excellence Berdaya Saing

Dengan penambahan anggaran tersebut Uluputty juga berharap agar penyelenggaran haji 2019 akan semakin lebih baik dibandingkan tahun kemarin.

Sebelumnya Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad S,Pd. M,Pd yang didamping Kabid PHU Hi Yamin S.Ag mengatakan, penambahan biaya subsidi hanya terdapat pada dua indikator yakni, tingginya harga tiket pesawat dari sebelumnya sebesar Rp 3.411.800 menjadi sebesar Rp 4 juta lebih dan penambahan kuota haji Maluku sebanyak 182 dari sebelumnya 1.090 jemaah sehingga total kuota haji Maluku sebanyak 1.272 jemaah.

Dikatakan dengan penambahan kuota haji, kini daftar tunggu jemah di seluruh Kabupaten/kota rata-rata delapan tahun, kecuali Maluku Barat Daya (MBD) daftar tunggunya hanya lima tahun.

Terkait dengan jadwal keberangkatan JCH Maluku ke embarkasi Makasar kata Musaad direncanakan pada tanggal 13,14 dan 25 Juli yang terbagi dalam kloter tiga kloter 12, 13 dan 14.
Sementara untuk pelepasan JCH Maluku oleh Gubernir ke panitia haji pada tanggal 11 bulan yang sama.

Ditempat yang sama Plt Karo Kesra Setda Maluku Drs Aji Muhammad yang disinggung soal penambahan anggaran subsidi jemaah haji mengatakan, pada prinsipnya Pemda Maluku akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan, sehingga masih berpatokan pada pemberian subsidi tahun 2018.
Untuk itu tidak secara langsung dapat mengabulkan usulan penambahan dari Kemenag Maluku.

“Ini kan hanya biaya operasional yang diusulkan, sehingga kami masih berpatokan dengan tahun kemarin sebesar Rp 1,5 juta per jemaah,” katanya.

Menurutnya, meskipun nantinya DPRD menyetujui adanya penambahan biaya subsidi, namun sebelumnya harus DPRD terlebih dulu berkoordinasi dengan Pemda Maluku, sebelum ditetapkan.

Reporter :Rohim

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Ambon Minim Guru Agama

AMBON,N25NEWS.com -Penyebaran guru agama yang tersebar di seluruh tingkat satuan pendidikan di Kota Ambon ternyata …

×

N25NEWS.com