Latuheru Buka Workshop Monev Program Intervensi PJAS

AMBON,N25NEWS.com – Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru secara langsung membuka Workshop Monitoring Evaluasi (Monev) Program Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, bertempat di The City Hotel, Kamis (21/11).

Tujuan dari pada dilaksanakannya workshop tersebut yakni untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para guru, dan orang tua akan jajanan anak di sekolah.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh BPOM Ambon yang secara serempak dilakukan di semua daerah termasuk Kota Ambon

Ia mengakui, kurang lebih 22 sekolah di Kota Ambon yang mendapat piagam bintang itu artinya 22 sekolah ini yang yang oleh BPOM Ambon menjadi fokus perhatian dan 6 sekolah yang keluar sebagai juara. ” Bukan soal itu sebenarnya menjadi utama adalah sekolah-sekolah yang mendapat mendapat piagam dan juara agar implementasi sekolahnya harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila ada petunjuk petunjuk BPOM Ambon itu mestinya harus dijaga agar jajanan anak sekolah itu betul-betul bebas dari bahan-bahan kimia yang dilarang seperti boraks dan bahan pewarna serta pemanis.

“Semuanya harus digunakan sesuai dengan petunjuk kesehatan dan higienis Jangan cuma karena ingin untung lebih lalu menggunakan bahan-bahan yang tidak betul, ingat kalau kita menyajikan jajanan anak sekolah itu yang tidak higienis dan menggunakan zat-zat kimia tertentu maka sama dengan kita merusak generasi muda,” ungkanya.

Selain itu PJAS ini bukan hanya menjadi tanggung jawab BPOM dan sekolah saja tetapi ini menjadi tanggung jawab bersama baik komite sekolah Dinas Kesehatan Lingkungan Hidup Kementerian Agama dan lebih pentingnya adalah orang tua.

” dengan penghargaan yang didapat Saya berharap sungguh prestasi ini tetap dijaga supaya betul-betul bahan makanan yang dijual di sekolah terhindar dari bahan-bahan yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan,” pintanya

Selanjutnya dari penilaian dirinya sendiri sekarang kantin-kantin sekolah yang ada di Kota Ambon sudah bersih dan nyaman sehingga membuat anak-anak menjadi betah karena makanannya variatif.

Sementara itu kepala Balai POM Ambon mengungkapkan setiap sekolah memiliki manajemen yang bertugas mengolah kantin masing-masing dengan manajemen ini Kota Ambon sangat luar biasa karena sangat responsif menindaklanjuti apa yang telah disepakati bersama.

“Progres untuk kantin sekolah sangat luar biasa dan kita sangat bersyukur karena dari 200 sekolah yang ikut bimtek 40 sekolah yang difokuskan untuk Piagam bintang ini auditnya sesuai dengan parameter-parameter yang memang memiliki kantin sehat makanya kita kerjasama dengan dinas terkait supaya dengan berbagai aspek dapat dinilai 22 sekolah yang sudah memenuhi standar untuk kantin sehat dan kita seleksi lagi 6 yang mendapat rating tinggi,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya tetap melakukan monitoring ke lapangan dengan cara mobil keliling kita akan datang ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Ambon untuk melakukan pengujian secara cepat pakai repetisi untuk jajanan yang ada di kantin sekolah tetap kita lakukan terus-menerus dan tidak akan kita lepas

Ia menambahkan, monev ini sebetulnya bukan hanya di Kota Ambon tapi di semua Kabupaten sudah dievaluasi kecuali SBB dan Maluku Tengah Setiap kali kita mau evaluasi diri 2 Kabupaten itu selalu saja ada gempa Jadi bukan petugas kita yang takut tapi di sekolahnya tidak ada anak-anak ini yang masih kita pending

Sementara di luar Kabupaten SBB dan Malteng itu sangat luar biasa mungkin masih ada beberapa yang presentasinya keliru maka dimonitoring inilah yang mau kita luruskan seperti itu.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

Check Also

BPOM di Ambon Gelar Opening Meeting Audit Eksternal Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015

AMBON,N25NEWS.com –   Balai POM di Ambon menggelar Opening Meeting Audit Eksternal Quality Management System (QMS) …

×

N25NEWS.com