Breaking News

Lima Hari Jelang Hari Nyepi, Umat Hindu Ambon Gelar Upacara Melasti

AMBON,N25NEWS.COM -Lima hari Jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 bulan Maret 2019, umat Hindu Kota Ambon menggelar upacara Melasti di Pantai Tantui, Minggu (3/3/2019).

Upacara Melasti merupakan satu dari rangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019.

“Total ada 6 rangkaian upacara, di antaranya Melasti, Tawur Agung, Ngembak Geni atau sukuran usai melaksanakan Nyepi,” kata Pinandite yang juga Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Maluku Sukardi Rianto pada wartwan usai menghadiri upacara Milasti.

Pantau koran ini, sebelum upacara Melasti dilakukan, umat Hindu yang ada di Kota Ambon berkumpul di Pura Ciwa Stana Giri Siwalima.

Tiba dilokasi upacara Milasti, Jempana dibawa dengan cara dipikul sedangkan sesaji dibawa dengan cara dijunjung dan selanjutnya diletakkan jempana dan sesaji di bibir pantai.

Setelah itu, pemangku adat melakukan ritual. Lalu, dilanjutkan dengan persembahyangan. Seketika suara lantunan doa menyambut umat Hindu berdoa dengan khidmat yang dipimpin Pinandite Letkol Inf Ida Bagus Kaninten yang didampingi Pindandite Sukardi Rianto.

Baca juga :   MTQ Buru Barometer Prestasi Menuju MTQ Nasional

Usai melakukan persembahyangan beberapa pemangku berkeling membawa air suci yang di taruh dalam wadah plasti. Lantas, pemangku tersebut mempercikkan air suci ke peserta Upacara Melasti.

Sukardi menjelaskan, dalam agama Hindu yang secara umum Milasti bertujuan untuk mensucikan diri secara lahir dan batin yang  upacaranya  dilakasanakan setiap 1 tahun sekali, yang merupakan rangkaian dari Hari raya Nyepi.

Upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta, yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan.

Dijelaskan Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut. Dimana air laut atau danau  dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Reporter : Gali M

Editor  : Redaksi

About admin

Check Also

Bupati Maluku Tenggara Tinjau Kesiapan Kontingen MTQ Maluku Tenggara

NAMLEA,N25NEWS.COM – Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun seusai mengikuti Pelantikan Dewan Hakim, selanjutnya menunaikan …